Doa Agar Terhindar dari Kematian yang Buruk
Senin, 18 Januari 2021 - 21:30 WIB
Manusia diwajibkan berusaha agar dapat menghindar dari segala keburukan. Salah satunya dengan berdoa atau memperbanyak zikir. Foto/Ist
Setiap kematian maupun musibah seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, sudah tercatat dalam Lauhul Mahfuzh. Seperti saat ini di berbagai daerah Indonesia banyak terjadi bencana yang merenggut nyawa dan harta benda.
Tentu setiap muslim wajib meyakini kekuasaan Allah berupa Qadha dan Qadhar-Nya. Namun, manusia diwajibkan berusaha agar dapat menghindar dari segala keburukan. Salah satunya dengan berdoa atau memperbanyak zikir.
Baca Juga: Doa Rasulullah Saat Terjadi Bencana Alam
Para ulama menyebut, Qadha adalah ketetapan Allah di zaman Azali. Sementara Qadhar adalah ketetapan Allah atas apapun yang terjadi saat ini. Menurut Quraish Shihab, Qadha artinya kehendak Allah yang wujudnya sejak awal berkaitan dengan hal yang akan terjadi. Sementara Qadhar adalah perwujudan dari Allah yang mencakup hal-hal oleh qadha.
Jadi, musibah apapun menimpa seseorang tidaklah terjadi kecuali atas izin Allah Ta'ala. Allah menurunkan musibah dengan sebab akibat yang dikehendaki-Nya.Manusia diperintah untuk menghindari segala sesuatu yang buruk, karena Allah memberi manusia kemampuan untuk menghindari keburukan, maka upayakanlah itu. Selebihnya kita diperintah tawakkal kepada Allah.
"Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Ghafir [40]: 60)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad bahwa tidak ada sesuatu yang lebih mulia bagi Allah dari doa. Dalam riwayat lainnya dari Abdullah bin Abiy al-Ja'di dari Tsawban Rasulullah bersabda:
لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ
"Tidak ada yang menolak Al-Qadar kecuali doa." (HR Hakim)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga bersabda: "Yang dapat menolak takdir hanyalah doa. Yang dapat menambah umur hanyalah amalan kebaikan." (HR at-Tirmidzi)
Tentu setiap muslim wajib meyakini kekuasaan Allah berupa Qadha dan Qadhar-Nya. Namun, manusia diwajibkan berusaha agar dapat menghindar dari segala keburukan. Salah satunya dengan berdoa atau memperbanyak zikir.
Baca Juga: Doa Rasulullah Saat Terjadi Bencana Alam
Para ulama menyebut, Qadha adalah ketetapan Allah di zaman Azali. Sementara Qadhar adalah ketetapan Allah atas apapun yang terjadi saat ini. Menurut Quraish Shihab, Qadha artinya kehendak Allah yang wujudnya sejak awal berkaitan dengan hal yang akan terjadi. Sementara Qadhar adalah perwujudan dari Allah yang mencakup hal-hal oleh qadha.
Jadi, musibah apapun menimpa seseorang tidaklah terjadi kecuali atas izin Allah Ta'ala. Allah menurunkan musibah dengan sebab akibat yang dikehendaki-Nya.Manusia diperintah untuk menghindari segala sesuatu yang buruk, karena Allah memberi manusia kemampuan untuk menghindari keburukan, maka upayakanlah itu. Selebihnya kita diperintah tawakkal kepada Allah.
"Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Ghafir [40]: 60)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad bahwa tidak ada sesuatu yang lebih mulia bagi Allah dari doa. Dalam riwayat lainnya dari Abdullah bin Abiy al-Ja'di dari Tsawban Rasulullah bersabda:
لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ
"Tidak ada yang menolak Al-Qadar kecuali doa." (HR Hakim)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga bersabda: "Yang dapat menolak takdir hanyalah doa. Yang dapat menambah umur hanyalah amalan kebaikan." (HR at-Tirmidzi)
Lihat Juga :