Kisah Urwah Jadikan Salat Sebagai Obat Bius Saat Diamputasi

Kamis, 21 Januari 2021 - 05:01 WIB
"Kalau begitu, kami akan memberimu obat bius," demikian saran para tabib.

'Aku tak ingin salah satu anggota badanku diambil tanpa terasa sakit sedikitpun. Aku justru berharap pahala yang besar dari rasa sakit itu," ujar Urwah.

Sesaat kemudian masuklah sejumlah orang yang tak dikenalnya. "Siapa mereka?" tanya Urwah.

"Mereka orang-orang yang siap memegangimu, karena rasa sakitnya boleh jadi membuatmu tak sabar dan lepas kontrol," kata para tabib.

"Kurasa kalian tak perlu melakukannya, Insya Allah aku sanggup mengendalikan diriku," kata Urwah meyakinkan.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Urwah akhirnya berkata kepada para tabib: "Jika memang tak ada cara lain, maka baiklah, aku akan salat, dan silakan tuan-tuan mengamputasi kakiku ketika itu!"

Akhirnya proses amputasi dilakukan. Mereka memotong kakinya pada bagian lutut, sedangkan Urwah diam dan tak merintih sedikitpun ketika itu. Beliau benar-benar tersibukkan oleh salatnya sampai-sampai gesekan-gesekan gerigi gergaji itu seakan tak terasa baginya, Subhanallah!

Usai pemotongan, para tabib mendidihkan minyak zaitun dan menyiram bagian yang terpotong dengan minyak tadi. Sontak Urwah pun jatuh tak sadarkan diri.

Setelah siuman, ia berkata lirih sambil menyitir firman Allah berikut yang artinya: "...Sungguh kita benar-benar merasa letih karena perjalanan ini." (QS. Al-Kahfi: 62)

Namun cobaannya tak berhenti sampai di situ. Diriwayatkan bahwa pada malam kakinya diamputasi itu, salah seorang anak kesayangannya bernama Muhammad, jatuh terpeleset dari atap rumah dan wafat seketika!
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!