Inilah Masjid Pertama yang Dibangun di Muka Bumi
Sabtu, 16 Mei 2020 - 08:15 WIB
Sejarah Berdirinya Kakbah
Kakbah (الكعبة) adalah sebuah bangunan di tengah-tengah Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi. Tempat ini merupakan tempat paling disucikan sekaligus kiblat salat umat Islam di muka bumi.
Kakbah juga disebut Baitul Haram (rumah suci), Baitullah (rumah Allah), Baitul-Ateeq (rumah tua), dan Awalul Bait (rumah pertama). Awalnya bangunan Kakbah terdiri atas dua pintu dan letak pintunya berada di atas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya agak tinggi. Sejak Nabi Ibrahim 'alahissalam hingga sepeninggal Rasulullah SAW Kakbah telah mengalami pemugaran.(Baca Juga: Corona Mewabah, Ka'bah dan Hajar Aswad Dibersihkan Lima Kali Sehari)
Nabi Muhammad SAW pernah mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali Kakbah karena kaumnya baru saja masuk Islam, sebagaimana tertulis dalam sebuah hadis: "Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan aku turunkan pintu Kakbah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail ke dalam Kakbah", sebagaimana fondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.
Ketika masa Abdullah bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan itu dibangun kembali yaitu di atas fondasi Nabi Ibrahim. Namun ketika terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan penguasa daerah Syam (Suriah, Yordania dan Lebanon sekarang) dan Palestina, terjadi kebakaran pada Kakbah akibat tembakan peluru pelontar yang dimiliki pasukan Syam.
Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Kakbah berdasarkan bangunan pada masa Nabi Muhammad SAW dan bukan berdasarkan fondasi Nabi Ibrahim. Kakbah dalam sejarah selanjutnya beberapa kali mengalami kerusakan akibat peperangan dan umur bangunan.
Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al- Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana merenovasi kembali Kakbah sesuai fondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW . Namun dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah dia. Sehingga bangunan Kakbah tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang.(Baca Juga: Sterilkan Ka'bah, Imam Masjidil Haram Gunakan 'Teknologi Ozon')
Wallahu A'lam
Kakbah (الكعبة) adalah sebuah bangunan di tengah-tengah Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi. Tempat ini merupakan tempat paling disucikan sekaligus kiblat salat umat Islam di muka bumi.
Kakbah juga disebut Baitul Haram (rumah suci), Baitullah (rumah Allah), Baitul-Ateeq (rumah tua), dan Awalul Bait (rumah pertama). Awalnya bangunan Kakbah terdiri atas dua pintu dan letak pintunya berada di atas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya agak tinggi. Sejak Nabi Ibrahim 'alahissalam hingga sepeninggal Rasulullah SAW Kakbah telah mengalami pemugaran.(Baca Juga: Corona Mewabah, Ka'bah dan Hajar Aswad Dibersihkan Lima Kali Sehari)
Nabi Muhammad SAW pernah mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali Kakbah karena kaumnya baru saja masuk Islam, sebagaimana tertulis dalam sebuah hadis: "Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan aku turunkan pintu Kakbah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail ke dalam Kakbah", sebagaimana fondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.
Ketika masa Abdullah bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan itu dibangun kembali yaitu di atas fondasi Nabi Ibrahim. Namun ketika terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan penguasa daerah Syam (Suriah, Yordania dan Lebanon sekarang) dan Palestina, terjadi kebakaran pada Kakbah akibat tembakan peluru pelontar yang dimiliki pasukan Syam.
Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Kakbah berdasarkan bangunan pada masa Nabi Muhammad SAW dan bukan berdasarkan fondasi Nabi Ibrahim. Kakbah dalam sejarah selanjutnya beberapa kali mengalami kerusakan akibat peperangan dan umur bangunan.
Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al- Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana merenovasi kembali Kakbah sesuai fondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW . Namun dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah dia. Sehingga bangunan Kakbah tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang.(Baca Juga: Sterilkan Ka'bah, Imam Masjidil Haram Gunakan 'Teknologi Ozon')
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :