Kisah Imam Al-Jazuli yang Jasadnya Utuh Berkat Shalawat

Kamis, 28 Januari 2021 - 00:01 WIB
Makam Imam Al-Jazuli (pengarang Kitab Shalawat Dalail Khairat) setelah dipindahkan ke Kota Marrakesh, Maroko. Foto/Ist
Kita patut bersyukur kepada Allah karena menjadikan kita bagian dari umat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Berkat beliau, kita mengenal iman dan Islam. Hendaknya kita memperbanyak shalawat kepada Nabi sebagaimana perintah Allah dan Rasul-Nya.

Keutamaan bershalawat tidak diragukan lagi mengingat banyaknya faedah yang diperoleh orang-orang yang mengamalkannya. Salah satunya kisah seorang imam yang jasadnya utuh berkat menghidupkan shalawat.

Baca Juga: Imam Syafi'i Dibebaskan dari Hisab Hari Kiamat Berkat Shalawat Ini

Dikutip dari Buku "Manusia Langit" karya Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, dikisahkan seorang syekh yang juga Muallif (pengarang) Kitab Dalail Al-Khairat Syekh Al-Imam Al-Jazuli yang jasadnya utuh meski sudah terkubur selama tiga tahun.

Baca juga : Umat Muslim Wajib Tahu, Ini 7 Adab Bekerja Menurut Islam

Syekh Al-Jazuli (807-870 H) bernama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuly Al-Samlaly. Beliau seorang wali besar pada zamannya. Suatu hari beliau mengadakan pejalanan, sehingga berada di tengah padang yang tandus.

Saat itu beliau hendak berwudhu untuk melaksanakan ibadah. Akan tetapi tidak ada setetes air yang keluar dari sumur yang biasa diambil airnya untuk minum dan wudhu oleh para penggembala kambing di gurun pasir tersebut.

Qadarullah, beliau menemukan sebuah sumur, tetapi beliau bingung bagaimana cara mengambil air sumur itu karena tidak ada gayung. Di saat bersamaan, ada seorang perempuan shaleha (menurut riwayat beliau adalah Rabiah Al-'Adawiyah) yang terkenal dengan akan ajaran sufinya) melihatnya dari bukit yang tinggi. Perempuan itu pun menyapanya: "Wahai Fulan, siapakah engkau? "Aku Al-Jazuli…" jawab beliau.

Perempuan itu berkata: "Engkau adalah seorang yang sangat terkenal dan dipuji di kalangan orang-orang saleh, kenapa harus bingung tidak ada air?"

Perempuan itu kemudian membacakan sholawat atas Nabi di depan sumur itu, lalu air dari dalam sumur itu pun naik hingga melimpah. Melihat itu, Imam Al-Jazuli pun sangat bersyukur dan akhirnya dapat berwudhu.

Selesai berwudhu, Imam Al-Jazuli bertanya kepadanya: "Wahai hamba Allah yang Solehah. Apa yang menyebabkan engkau mendapat karomah (anugerah luar biasa) sehebat itu?"

Perempuan itu menjawab: "Setiap hari dan malam, lisanku tidak pernah berhenti membaca sholawat kepada baginda Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم penuh cinta dan rinduku kepadanya".

Mendengar jawaban itu, kemudian Imam Al-Jazuli kembali pulang dan bersumpah pada dirinya untuk tidak melanjutkan perjalanannya. Beliau pulang dan menyepi di kamar khususnya selama hampir 15 tahun untuk mengarang sebuah kitab tentang shalawat kepada Nabi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!