Kisah Imam Al-Jazuli yang Jasadnya Utuh Berkat Shalawat
Kamis, 28 Januari 2021 - 00:01 WIB
Setelah kitab itu selesai ditulisnya beliau beri nama Dalailul Khairat. Kemudian kitab itu diajarkannya kepada murid-muridnya. Setelah kitab itu diajarkannya, Imam Al-Jazuli pun berpulang ke rahmat Allah 16 Rabiul Awal 870 H pada usia 63 tahun. Beliau dimakamkan di pinggir sungai.
Ketika terjadi banjir besar, orang-orang desa di sekitar makam beliau merasa khawatir. Akhirnya mereka bermusyawarah untuk memindahkan jasad yang ada di dalam makam itu untuk dipindah ke belakang Masjid Desa Jazulah Maghribi (Maroko).
Setelah dibongkar, masyarakat desa takjub luar biasa karena semerbak harum nan wangi tercium dari makam itu. Masya Allah, ketakjuban mereka bertambah ketika menemukan jasad tersebut masih utuh laykanya orang yang baru meninggal dunia. Padahal Imam Al-Jazuli sudah dimakamkan sejak 3 tahun lalu.
Siapa Imam Al-Jazuli?
Imam Al-Jazuli memilik nasab yang tersambung hingga kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dari jalur Sayyidina Hasan radhiyallahu 'anhu. Yaitu Sayyid Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman bin Abdurrohman bin Abu Bakar bin Sulaiman bin Ya'la bin Yakhluf bin Musa bin 'Ali bin Yusuf bin Isa bin Abdulloh bin Jundur bin Abdurrohman bin Muhammad bin Ahmad bin Hasan bin Isma’il bin Ja'far bin Abdulloh bin Hasan bin Hasan bin Ali bin Abu Tholib (suami Sayyidah Fathimah Azzahra).
Beliau dilahirkan di Jazulah yaitu sebuah kabilah di pantai negeri Maghrib (Maroko) Afrika. Beliau belajar di Kota Fas (Fes), tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan Mesir. Jarak antara Fas dan Mesir sekitar 4.064 km.
Di Kota Fas, beliau belajar hingga menguasai berbagai ilmu sehingga namanya tersohor. Kemudian beliau mengarang Kitab "Dalail Al-Khairat" sebagai wujud kecintaannya kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.
Imam Abu Abdillah Al-Qashar (wafat 1012 H) pernah berkata: Syekh Imam Al-Jazuli berada dalam cinta yang sangat mendalam kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Sehingga dikatakan padanya: "Kelebihanmu atas umat semasamu, itu karena engkau banyak bershalawat kepada kekasihku, Muhammad صلى الله عليه وسلم."
Baca Juga: Amalan Jumat, Baca Sholawat 1000 Kali Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Wallahu A'lam
Ketika terjadi banjir besar, orang-orang desa di sekitar makam beliau merasa khawatir. Akhirnya mereka bermusyawarah untuk memindahkan jasad yang ada di dalam makam itu untuk dipindah ke belakang Masjid Desa Jazulah Maghribi (Maroko).
Setelah dibongkar, masyarakat desa takjub luar biasa karena semerbak harum nan wangi tercium dari makam itu. Masya Allah, ketakjuban mereka bertambah ketika menemukan jasad tersebut masih utuh laykanya orang yang baru meninggal dunia. Padahal Imam Al-Jazuli sudah dimakamkan sejak 3 tahun lalu.
Siapa Imam Al-Jazuli?
Imam Al-Jazuli memilik nasab yang tersambung hingga kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dari jalur Sayyidina Hasan radhiyallahu 'anhu. Yaitu Sayyid Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman bin Abdurrohman bin Abu Bakar bin Sulaiman bin Ya'la bin Yakhluf bin Musa bin 'Ali bin Yusuf bin Isa bin Abdulloh bin Jundur bin Abdurrohman bin Muhammad bin Ahmad bin Hasan bin Isma’il bin Ja'far bin Abdulloh bin Hasan bin Hasan bin Ali bin Abu Tholib (suami Sayyidah Fathimah Azzahra).
Beliau dilahirkan di Jazulah yaitu sebuah kabilah di pantai negeri Maghrib (Maroko) Afrika. Beliau belajar di Kota Fas (Fes), tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan Mesir. Jarak antara Fas dan Mesir sekitar 4.064 km.
Di Kota Fas, beliau belajar hingga menguasai berbagai ilmu sehingga namanya tersohor. Kemudian beliau mengarang Kitab "Dalail Al-Khairat" sebagai wujud kecintaannya kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.
Imam Abu Abdillah Al-Qashar (wafat 1012 H) pernah berkata: Syekh Imam Al-Jazuli berada dalam cinta yang sangat mendalam kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Sehingga dikatakan padanya: "Kelebihanmu atas umat semasamu, itu karena engkau banyak bershalawat kepada kekasihku, Muhammad صلى الله عليه وسلم."
Baca Juga: Amalan Jumat, Baca Sholawat 1000 Kali Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :