Beda Orang Saleh dan Kafir: Begini Kondisi Saat Tercabutnya Roh ke Langit

Jum'at, 19 Februari 2021 - 15:01 WIB
Ilustrasi/annur
DARI Abu Hurairah dalam riwayat Muslim, ia berkata, “Jika roh seorang mukmin keluar (dari jasadnya), dua malaikat menerima dan menaikkannya.”

Hammad (salah satu perawi hadis Abu Hurairah yang diriwayatkan Muslim) berkata, “Disebutkan bau wangi rohnya, dikatakan seperti kasturi”

Baca juga: Jelang Rasulullah Wafat, Para Nabi Mendapat Pilihan Berpindah ke Maqam yang Mulia

Abu Hurairah berkata, “Penghuni langit berseru, 'Roh baik datang dari bumi. Semoga Allah bersalawat atasmu dan atas jasad yang sebelumnya kau aktifkan', lalu ia pergi menghadap Tuhannya, kemudian Dia berkata, 'Pergilah kalian bersamanya sampai ke ajal terakhir.'

Jika roh orang kafir keluar dari jasadnya-Hammad berkata, “Disebutkan baunya busuk seperti kotoran”—para penghuni langit berseru, “Roh jahat dari bumi, lalu ada dikatakan, "Pergilah bersamanya sampai ajal terakhir” (Shahih Muslim, bab Surga, subbab "Penampakan Tempat Tinggal Mayat”, IV, h. 2202, no. 2872)

Dalam hadis riwayat al-Barra, Rasulullah SAW menyebutkan penghormatan yang diberikan kepada roh seorang hamba yang saleh setelah keluar dari jasadnya, yaitu para malaikat Allah bersalawat kepada roh yang baik itu, dibukakan baginya pintu langit, diberikan kafan dan wewangian dari surga, rohnya mengeluarkan bau-bau wewangian yang melebihi wanginya kasturi, kemudian para malaikat membawanya dalam sebuah perjalanan mulia dan terhormat.

Baca juga: Berikut Ini Hal-hal yang Menyebabkan Su'ul Khatimah

Sedangkan roh yang jahat dilaknat oleh malaikat langit saat ia keluar dari jasad, lalu pintu langit tertutup baginya. Setiap regu malaikat berseru di pintu langit agar tidak naik di hadapan mereka. Selain itu, roh tersebut diberi kain kafan dan bebauan dari neraka. Darinya keluar bau busuk yang membuat malaikat menderita, lalu ia dinaikkan ke langit, tapi pintu-pintu langit tidak terbuka baginya, maka roh itu dicampakkan dengan penuh kemurkaan.

Dalam hadis al-Barra' ibn Azib, Rasulullah SAW melukiskan perjalanan roh manusia dari kematian sampai ke barzakh:

Ketika rohnya keluar dari jasadnya, semua malaikat di antara langit dan bumi dan semua malaikat di langit bersalawat kepadanya, dan dibukakan baginya pintu-pintu langit. Para penghuni pintu langit memohon kepada Allah agar bisa naik menyertainya. Begitu malaikat maut mengambilnya, mereka tidak membiarkannya sekejab mata pun. Mereka segera mengambil dan meletakkannya di kafan dan wewangian.

Itulah makna ayat, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu lidak melalaikan kewajibannya” (QS al-An'am: 61)

Darinya keluar bau wangi kasturi terwangi yang ada di bumi. Mereka lalu naik bersama roh tersebut. Mereka tidak melewati sekumpulan malaikat kecuali yang dilewati berseru, “Siapakah roh yang baik ini?”

Mereka menjawab, “Fulan bin Fulan”—dengan nama terbaik yang disebutkan padanya ketika di dunia. Ketika berhenti di langit dunia, mereka meminta dibukakan pintu baginya, lalu dibukalah. Disambutlah ia oleh para malaikat mugarrabin di tiap langit sampai ke langit berikutnya, terus ke langit ke tujuh.

Baca juga: Ulama-Ulama Besar yang Didatangi Setan Saat Sakaratul Maut
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!