Ulama-Ulama Besar yang Didatangi Setan Saat Sakaratul Maut
Selasa, 16 Februari 2021 - 05:00 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
PADA saat maut tiba, setan sangat antusias menghadapi hal ini agar kesempatan tersebut tidak luput darinya. Dalam Shahih Muslim disebutkan dari Jabii Ibn Abdullah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh setan mendatangi salah seorang kalian dalam setiap situasi dan kondisi bahkan pada saat makan. Dan jika kunyahan makanan salah seorang kalian jatuh, hendaklah ia membersihkan bagian yang kotor lalu memakannya, dan tidak membiarkannya dimakan setan. Jika ia telah selesai makan, hendaklah ia menjilat jari-jarinya, karena ia tidak tahu di makanan yang mana terdapat keberkahan.”
Baca juga: Jawaban Nabi Ketika Sang Istri Berkata, Sungguh Kami Membenci Maut
Syaikh Umar Sulaiman al Asygar dalam bukunya berjudul Ensiklopedia Kiamat menulis para ulama menyebutkan bahwa setan mendatangi manusia pada saat-saat genting itu dengan menyamar sebagai ayah, ibu atau orang lain yang dikenal sambil memberi nasehat dan mengajak untuk masuk agama Yahudi, Nasrani atau agama lain yang bertentangan dengan Islam.
Pada saat itulah Allah menggelincirkan orang-orang yang telah ditakdirkan sengsara. Inilah makna ayat:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
"(Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Mu, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia). (QS Ali Imran : 8)
Baca juga: Begini Keinginan dan Kondisi Manusia Saat Sakaratul Maut Datang
Abdullah, putra Imam Ahmad ibn Hanbal , berkisah, “Aku menyaksikan wafatnya ayahku, dan di tanganku ada kain lap untuk mengusap jenggotnya yang lebat. Pada saat itu beliau pingsan kemudian sadar, lalu beliau berkata sambil menunjuk dengan tangannya,
“Tidak, enyahlah! Tidak, enyahlah!' Ia melakukan hal itu berulang-ulang.
Lalu aku bertanya kepadanya, "Hai ayahku, apa yang engkau lihat?”
Ia menjawab, 'Setan berdiri di dekat terumpahku sambil menggigit ujung jari, dan berkata, “Hai Ahmad, ikutilah bujuk rayuku!”
Aku pun berkata, “Tidak, enyahlah! Tidak, enyahlah, sampai aku mati pun?
Al-Qurhubi dalam al-Tadzkirah berkata: Aku mendengar guru kami, Imam Abu al-Abbas Ahmad ibn Umar al-Ourthubi, berkata, “Aku menyaksikan ketika saudaraku, Syekh Abu Ja'far Ahmad ibn Muhammad al-Ourthubi, sedang sekarat, di Cordova. Dikatakan kepadanya, “Ucapkanlah la ilaha illa Allah.' Namun, jawaban yang keluar dari mulutnya, “Tidak! Tidak?
Saat ia siuman, kami menceritakan hal itu kepadanya. Ia pun bercerita, “Datang dua setan di sebelah kanan dan kiriku. Salah satunya berkata, “Matilah dalam keadaan beragama Yahudi, karena Yahudi adalah agama terbaik.”
Baca juga: Jawaban Nabi Ketika Sang Istri Berkata, Sungguh Kami Membenci Maut
Syaikh Umar Sulaiman al Asygar dalam bukunya berjudul Ensiklopedia Kiamat menulis para ulama menyebutkan bahwa setan mendatangi manusia pada saat-saat genting itu dengan menyamar sebagai ayah, ibu atau orang lain yang dikenal sambil memberi nasehat dan mengajak untuk masuk agama Yahudi, Nasrani atau agama lain yang bertentangan dengan Islam.
Pada saat itulah Allah menggelincirkan orang-orang yang telah ditakdirkan sengsara. Inilah makna ayat:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
"(Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Mu, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia). (QS Ali Imran : 8)
Baca juga: Begini Keinginan dan Kondisi Manusia Saat Sakaratul Maut Datang
Abdullah, putra Imam Ahmad ibn Hanbal , berkisah, “Aku menyaksikan wafatnya ayahku, dan di tanganku ada kain lap untuk mengusap jenggotnya yang lebat. Pada saat itu beliau pingsan kemudian sadar, lalu beliau berkata sambil menunjuk dengan tangannya,
“Tidak, enyahlah! Tidak, enyahlah!' Ia melakukan hal itu berulang-ulang.
Lalu aku bertanya kepadanya, "Hai ayahku, apa yang engkau lihat?”
Ia menjawab, 'Setan berdiri di dekat terumpahku sambil menggigit ujung jari, dan berkata, “Hai Ahmad, ikutilah bujuk rayuku!”
Aku pun berkata, “Tidak, enyahlah! Tidak, enyahlah, sampai aku mati pun?
Al-Qurhubi dalam al-Tadzkirah berkata: Aku mendengar guru kami, Imam Abu al-Abbas Ahmad ibn Umar al-Ourthubi, berkata, “Aku menyaksikan ketika saudaraku, Syekh Abu Ja'far Ahmad ibn Muhammad al-Ourthubi, sedang sekarat, di Cordova. Dikatakan kepadanya, “Ucapkanlah la ilaha illa Allah.' Namun, jawaban yang keluar dari mulutnya, “Tidak! Tidak?
Saat ia siuman, kami menceritakan hal itu kepadanya. Ia pun bercerita, “Datang dua setan di sebelah kanan dan kiriku. Salah satunya berkata, “Matilah dalam keadaan beragama Yahudi, karena Yahudi adalah agama terbaik.”
Lihat Juga :