Istri Rasulullah: Sayyidah Zainab, Hanya Tiga Bulan Bersama Nabi
Senin, 18 Mei 2020 - 15:10 WIB
Ath-Thabary, dalam kitab As-Samthus-Samin fi Manaqibi Ummahatil Mu’minin pun menerangkan bahwa Rasulullah saw menikahinya sebelum beliau menikah dengan Maimunah binti al-Harits ra.
Ketika menikah, Rasulullah memberikan sebesar 10 uqiyah perak dan merayakan walimah dengan berbagai hidangan. Undangan pun tak hanya diberikan pada kaum berada, kaum dhuafa pun diundang dan duduk bersama menikmati hidangan yang disediakan. (Baca juga: Masya Allah, Mahar Nabi Kepada Khadijah Ternyata Rp1,3 Miliar )
Biasanya, Rasul mengingkari gelar yang didapatkan ketika pada masa Jahiliyah. Tetapi, tidak dengan gelar yang didapatkan Sayyidah Zainab sebagai Ummul Masakin.
Sayyidah Zainab juga dikenal selalu meringankan beban saudaranya, seperti perlakuan dia terhadap budaknya. Sayyidah Zainab memiliki seorang budak dari Habasyah. Seluruh budak yang dimilikinya tidak pernah diperlakukan layaknya budak. Perlakuannya terhadap budak diberikan seperti kerabat dekat.
Hanya saja, kebersamaan Sayyidah Zainab dengan Rasulullah sebagai suami istri tak berlangsung lama. Hanya tiga bulan saja.
Beliau adalah istri Rasulullah yang wafat setelah Sayyidah Khadijah ra. Rasulullah SAW sendiri yang merawat jenazah Sayyidah Zainab saat wafat. (Baca juga: 11 Ramadhan, Hari Kesedihan Nabi Saat Ditinggal Wafat Istri Tercinta )
Sayyidah Zainab wafat pada akhir Rabiul Akhir bulan ke-39 sejak hijrahnya Rasulullah. Rasul pun menguburkan Zainab di Baqi. Zainab meninggal di usia yang cukup muda, 30 tahun.
Para sejarawan menulis bahwa Sayyidah Zainab adalah istri pertama dari istri-istri Nabi yang meninggal di Madinah. Nabi Muhammad saw tidak memiliki anak darinya. (Baca juga: Gerhana Matahari Saat Ibrahim, Putra Rasulullah, Wafat )
Ketika menikah, Rasulullah memberikan sebesar 10 uqiyah perak dan merayakan walimah dengan berbagai hidangan. Undangan pun tak hanya diberikan pada kaum berada, kaum dhuafa pun diundang dan duduk bersama menikmati hidangan yang disediakan. (Baca juga: Masya Allah, Mahar Nabi Kepada Khadijah Ternyata Rp1,3 Miliar )
Biasanya, Rasul mengingkari gelar yang didapatkan ketika pada masa Jahiliyah. Tetapi, tidak dengan gelar yang didapatkan Sayyidah Zainab sebagai Ummul Masakin.
Sayyidah Zainab juga dikenal selalu meringankan beban saudaranya, seperti perlakuan dia terhadap budaknya. Sayyidah Zainab memiliki seorang budak dari Habasyah. Seluruh budak yang dimilikinya tidak pernah diperlakukan layaknya budak. Perlakuannya terhadap budak diberikan seperti kerabat dekat.
Hanya saja, kebersamaan Sayyidah Zainab dengan Rasulullah sebagai suami istri tak berlangsung lama. Hanya tiga bulan saja.
Beliau adalah istri Rasulullah yang wafat setelah Sayyidah Khadijah ra. Rasulullah SAW sendiri yang merawat jenazah Sayyidah Zainab saat wafat. (Baca juga: 11 Ramadhan, Hari Kesedihan Nabi Saat Ditinggal Wafat Istri Tercinta )
Sayyidah Zainab wafat pada akhir Rabiul Akhir bulan ke-39 sejak hijrahnya Rasulullah. Rasul pun menguburkan Zainab di Baqi. Zainab meninggal di usia yang cukup muda, 30 tahun.
Para sejarawan menulis bahwa Sayyidah Zainab adalah istri pertama dari istri-istri Nabi yang meninggal di Madinah. Nabi Muhammad saw tidak memiliki anak darinya. (Baca juga: Gerhana Matahari Saat Ibrahim, Putra Rasulullah, Wafat )
(mhy)
Lihat Juga :