5 Hadis Berdoa Mengangkat Tangan Setelah Sholat Fardhu
Jum'at, 26 Februari 2021 - 10:13 WIB
Bahwa setelah selesai shalat, Nabi menghadap kiblat dan mengangkat tangan lalu mendoakan kebebasan bagi Al-Walid bin Al-Walid, ‘Iyasy bin Abi Rabi’ah, dan Salamah bin Hisyam, serta kaum muslimin yang lemah, karena tidak mampu dan tidak ada petunjuk keluar dari mara bahaya orang kafir. Ibnu Jarir juga meriwayatkan hal serupa, dan disebutkan bahwa itu setelah sholat zhuhur. Hadits ini memiliki syahid (penguat) dalam kitab shahih. Namun, Syekh Al-Mubarkafuri mengatakan, dalam sanad hadits ini terdapat Ali bin Zaid bin Jud’an seorang rawi yang diperbincangkan.
2. Muhammad bin Yahya Al-Aslami mengatakan: "Aku melihat Abdullah bin Az Zubeir, dia sedang memerhatikan seseorang yang berdoa mengangkat tangan sebelum shalat usai. Setelah itu beliau berkata: "Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak pernah mengangkat tangannya dalam berdoa, kecuali setelah selesai shalat." Al Haitsami mengatakan rijal hadits ini tsiqat (kredibel).
3. Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wa Lailah, dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Tidaklah seorang hamba menengadahkan tangannya setelah sholat lalu berdoa, "Ya Allah Tuhanku, Tuhannya Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, Jibril, Mikail, ...dst." Syaikh Al Mubarkafuri mengatakan dalam sanadnya terdapat Abdul Aziz bin Abdurrahman Al Qursyi, seorang rawi yang didhaifkan para Imam seperti Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Hibban.
4. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dalam Al Mushannaf, dari Al Aswad Al ‘Amiri, dari ayahnya, katanya: Aku pernah sholat Subuh bersama Rasulullah, setelah selesai sholat beliau mengangkat tangannya dan berdoa." Hadits ini tidak disebutkan sanadnya, Syekh Al-Mubarkafuri mengatakan tidak diketahui shahih tidaknya hadits ini.
5. Hadits Imam At-Tirmidzi dari Al Fadhl bin Abbas, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakan: "Shalat itu dua rakaat dua rakaat, dalam dua rakaat ada satu tasyahhud, lakukanlah secara khusyu’, tadharru’, kemudian bedoa mengangkat kedua tangan, meninggikan keduanya menuju Rabbmu, menghadap kiblat dengan wajah dan badanmu, barangsiapa yang tidak demikian maka dia begini dan begini (atau dalam riwayat lain: tidak sempurna)."
Selain dengan lima hadis di atas, masih banyak dalil keumuman tentang anjuran mengangkat tangan ketika berdoa. Syeikh Al-Mubarkafuri juga melandaskannya dengan dalik-dalil lainnya. beliau berkesimpulan sebagai berikut:
قلت: القول الراجح عندي أن رفع اليدين في الدعاء بعد الصلاة جائز لو فعله أحد لا بأس عليه إن شاء الله تعالى والله تعالى أعلم
Aku berkata: 'Pendapat yang rajih (kuat) menurutku adalah bahwa mengangkat kedua tangan setelah sholat wajib adalah boleh, seandainya seseorang melakukannya maka itu tidak mengapa. Insya Allah. Wallahu A'lam." (Idem, 2/202)
Baca Juga: Mengangkat Kedua Tangan Saat Berdoa, Bid'ahkah?
Wallahu A'lam
2. Muhammad bin Yahya Al-Aslami mengatakan: "Aku melihat Abdullah bin Az Zubeir, dia sedang memerhatikan seseorang yang berdoa mengangkat tangan sebelum shalat usai. Setelah itu beliau berkata: "Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak pernah mengangkat tangannya dalam berdoa, kecuali setelah selesai shalat." Al Haitsami mengatakan rijal hadits ini tsiqat (kredibel).
3. Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wa Lailah, dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Tidaklah seorang hamba menengadahkan tangannya setelah sholat lalu berdoa, "Ya Allah Tuhanku, Tuhannya Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, Jibril, Mikail, ...dst." Syaikh Al Mubarkafuri mengatakan dalam sanadnya terdapat Abdul Aziz bin Abdurrahman Al Qursyi, seorang rawi yang didhaifkan para Imam seperti Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Hibban.
4. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dalam Al Mushannaf, dari Al Aswad Al ‘Amiri, dari ayahnya, katanya: Aku pernah sholat Subuh bersama Rasulullah, setelah selesai sholat beliau mengangkat tangannya dan berdoa." Hadits ini tidak disebutkan sanadnya, Syekh Al-Mubarkafuri mengatakan tidak diketahui shahih tidaknya hadits ini.
5. Hadits Imam At-Tirmidzi dari Al Fadhl bin Abbas, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakan: "Shalat itu dua rakaat dua rakaat, dalam dua rakaat ada satu tasyahhud, lakukanlah secara khusyu’, tadharru’, kemudian bedoa mengangkat kedua tangan, meninggikan keduanya menuju Rabbmu, menghadap kiblat dengan wajah dan badanmu, barangsiapa yang tidak demikian maka dia begini dan begini (atau dalam riwayat lain: tidak sempurna)."
Selain dengan lima hadis di atas, masih banyak dalil keumuman tentang anjuran mengangkat tangan ketika berdoa. Syeikh Al-Mubarkafuri juga melandaskannya dengan dalik-dalil lainnya. beliau berkesimpulan sebagai berikut:
قلت: القول الراجح عندي أن رفع اليدين في الدعاء بعد الصلاة جائز لو فعله أحد لا بأس عليه إن شاء الله تعالى والله تعالى أعلم
Aku berkata: 'Pendapat yang rajih (kuat) menurutku adalah bahwa mengangkat kedua tangan setelah sholat wajib adalah boleh, seandainya seseorang melakukannya maka itu tidak mengapa. Insya Allah. Wallahu A'lam." (Idem, 2/202)
Baca Juga: Mengangkat Kedua Tangan Saat Berdoa, Bid'ahkah?
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :