Isra Miraj, Masjid Al-Aqsha dan Ilusi Haikal Sulaiman yang Hilang
Sabtu, 13 Maret 2021 - 14:39 WIB
Sejak itulah, siksaan yang diterima oleh Bani Israel semakin dahsyat. Walhasil, setiap berselang tahun, selalu ada saja anak bayi laki-laki yang dibunuh. Mereka pun dipaksa untuk membangun mega proyek dinasti Fir'aun, seperti membangun Piramid untuk raja Khufu, Raja Kafrawie dan Raja Munqara' yang masih ada sampai saat ini.
Bani Israel dipaksa membangun Piramid tersebut demi kepentingan Fir'aun. Satu biji Piramid bisa menelan jutaan jiwa dan dibangun hingga dalam rentang waktu 40 tahun.
Kelahiran Nabi Musa menandai kembalinya kejayaan Bani Israel. Nabi Musa-lah yang menyelematkan Bani Israel dari perbudakan. Nabi Musa lah yang membawa keluar mereka dari Tanah Mesir menuju "Land Promised" atau "Tanah yang Dijanjikan" di Jerussalem.
Semenjak anak keturunan Ya'qub meninggalkan negeri Kan'an yang masih termasuk kawasan Jerussalem menuju Tanah Mesir pada masa Nabi Yusuf, kemudian mereka hidup beranak keturunan serta menempati Mesir lebih dari 500 tahun lamanya, kemudian keluar meninggalkan Mesir pada masa Nabi Musa,secara geografis mereka tidak memiliki tanah tempat lagi.
Nabi Musa mengajak mereka memasuki Tanah Jerussalem yang di dalamnya dijanjikan kedamaian, kemakmuran dan kesejahteraan. Namun, dalam perjalanannya mereka justru enggan, bahkan rentetan demi rentetan kedurhakaan mereka lakukan hingga pada Bani Israel generasi awal gagal memasuki Jerussalem.
Mereka baru bisa masuk saat dibawa oleh Nabi Ilyasa' atau Nabi Elisa menurut Taurat di perjanjian lama. Orang-orang Israel yang memasuki Jerussalam pun harus berperang terlebih dahulu melawan tirani raja yang sedang berkuasa di sana. Di sinilah kisah heroik Jalut mengalahkan Talut diceritakan di penghujung akhir Surah Al-Baqarah dengan sangat menarik dan dramatikal sekali.
Dari sinilah Nabi David atau Daud 'alahissalam menjadi raja bagi Bani Israel. Rentang perjalanan sejarah panjang, orang-orang Israel kembali menguasai Jerussalem ini berlangsung hingga ratusan tahun dan puncaknya saat Nabi Sulaiman mendirikan kerajaan yang menguasai dunia.
Nabi Sulaiman pun mendirikan sebuah Haikal (960-953 SM) semacam tempat ibadah suci yang merupakan simbol ketaatan dan kesyukuran atas karunia dan anugerah besar atas dirinya dan Bani Israel. Haikal ini kemudian diyakini oleh orang-orang Israel sebagai simbol suci kejayaan mereka.
Dalam bahasa Ibrani Haikal disebut Bait Hamiqdash yang berarti "Baitul Maqdis" atau "Rumah Suci". Barangkali semacam "Baitullah" bagi kaum muslimin.
Meskipun bangunan Haikal ini sudah dua kali dihancurkan dan dirobohkan pertama oleh Nebukadnezar dari Babylionia (589 SM), kemudian dibangun lagi dari bangunan yang tersisa atas prakarsa toloh Yahudi Zerobabel (520-515 SM), sayangnya kemudian dihancurkan lagi oleh Titus, Kaisar Romawi (70 SM).
Sampai hari ini bangsa Yahudi tersebar di seluruh dunia kembali ke Palestina untuk membangun negara barunya; Israel Raya. Mereka berupaya keras dan sungguh-sungguh mencari dan menemukan kembali bekas berdirinya Haikal itu merupakan proyek sejarah dalam mengembalikan kerajaan Israel Raya.
Proyek penggalian terongan di bawah Masjidil al-Aqsa yang berlangsung semenjak berdirinya negara Israel tahun 1948 hingga hari ini tak terlepas dari kesadaran sejarah mereka bahwa "Haikal King Soloman" terletak di atas bangunan Masjidil Aqsa yang berdiri hari ini.
Dalam Kitab Talmud yang mereka yakini kedudukannya semacam kitab Hadits Bukhari bagi umat Islam dijelaskan bahwa kejayaan Israel akan kembali menguasai dunia bila mereka berhasil menemukan dan membangun kembali situs Haikal yang hilang.
Oleh karena itulah, motivasi terbesar mereka adalah mengembalikan berdirinya Haikal Sulaiman demi mengembalikan kejayaan berdirinya Negara Israel Raya di Palestina.
Bagaimana Haikal Sulaiman Menurut Islam?
Menurut sejarah Islam tidak pernah dikenal bahwa Nabi Sulaiman pernah mendirikan Haikal. Dalam sebuah hadits Abu Dzar pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang masjid yang pertama kali dibangun di muka bumi.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Masjid pertama kali yang dibangun adalah Masjidil Haram."
Bani Israel dipaksa membangun Piramid tersebut demi kepentingan Fir'aun. Satu biji Piramid bisa menelan jutaan jiwa dan dibangun hingga dalam rentang waktu 40 tahun.
Kelahiran Nabi Musa menandai kembalinya kejayaan Bani Israel. Nabi Musa-lah yang menyelematkan Bani Israel dari perbudakan. Nabi Musa lah yang membawa keluar mereka dari Tanah Mesir menuju "Land Promised" atau "Tanah yang Dijanjikan" di Jerussalem.
Semenjak anak keturunan Ya'qub meninggalkan negeri Kan'an yang masih termasuk kawasan Jerussalem menuju Tanah Mesir pada masa Nabi Yusuf, kemudian mereka hidup beranak keturunan serta menempati Mesir lebih dari 500 tahun lamanya, kemudian keluar meninggalkan Mesir pada masa Nabi Musa,secara geografis mereka tidak memiliki tanah tempat lagi.
Nabi Musa mengajak mereka memasuki Tanah Jerussalem yang di dalamnya dijanjikan kedamaian, kemakmuran dan kesejahteraan. Namun, dalam perjalanannya mereka justru enggan, bahkan rentetan demi rentetan kedurhakaan mereka lakukan hingga pada Bani Israel generasi awal gagal memasuki Jerussalem.
Mereka baru bisa masuk saat dibawa oleh Nabi Ilyasa' atau Nabi Elisa menurut Taurat di perjanjian lama. Orang-orang Israel yang memasuki Jerussalam pun harus berperang terlebih dahulu melawan tirani raja yang sedang berkuasa di sana. Di sinilah kisah heroik Jalut mengalahkan Talut diceritakan di penghujung akhir Surah Al-Baqarah dengan sangat menarik dan dramatikal sekali.
Dari sinilah Nabi David atau Daud 'alahissalam menjadi raja bagi Bani Israel. Rentang perjalanan sejarah panjang, orang-orang Israel kembali menguasai Jerussalem ini berlangsung hingga ratusan tahun dan puncaknya saat Nabi Sulaiman mendirikan kerajaan yang menguasai dunia.
Nabi Sulaiman pun mendirikan sebuah Haikal (960-953 SM) semacam tempat ibadah suci yang merupakan simbol ketaatan dan kesyukuran atas karunia dan anugerah besar atas dirinya dan Bani Israel. Haikal ini kemudian diyakini oleh orang-orang Israel sebagai simbol suci kejayaan mereka.
Dalam bahasa Ibrani Haikal disebut Bait Hamiqdash yang berarti "Baitul Maqdis" atau "Rumah Suci". Barangkali semacam "Baitullah" bagi kaum muslimin.
Meskipun bangunan Haikal ini sudah dua kali dihancurkan dan dirobohkan pertama oleh Nebukadnezar dari Babylionia (589 SM), kemudian dibangun lagi dari bangunan yang tersisa atas prakarsa toloh Yahudi Zerobabel (520-515 SM), sayangnya kemudian dihancurkan lagi oleh Titus, Kaisar Romawi (70 SM).
Sampai hari ini bangsa Yahudi tersebar di seluruh dunia kembali ke Palestina untuk membangun negara barunya; Israel Raya. Mereka berupaya keras dan sungguh-sungguh mencari dan menemukan kembali bekas berdirinya Haikal itu merupakan proyek sejarah dalam mengembalikan kerajaan Israel Raya.
Proyek penggalian terongan di bawah Masjidil al-Aqsa yang berlangsung semenjak berdirinya negara Israel tahun 1948 hingga hari ini tak terlepas dari kesadaran sejarah mereka bahwa "Haikal King Soloman" terletak di atas bangunan Masjidil Aqsa yang berdiri hari ini.
Dalam Kitab Talmud yang mereka yakini kedudukannya semacam kitab Hadits Bukhari bagi umat Islam dijelaskan bahwa kejayaan Israel akan kembali menguasai dunia bila mereka berhasil menemukan dan membangun kembali situs Haikal yang hilang.
Oleh karena itulah, motivasi terbesar mereka adalah mengembalikan berdirinya Haikal Sulaiman demi mengembalikan kejayaan berdirinya Negara Israel Raya di Palestina.
Bagaimana Haikal Sulaiman Menurut Islam?
Menurut sejarah Islam tidak pernah dikenal bahwa Nabi Sulaiman pernah mendirikan Haikal. Dalam sebuah hadits Abu Dzar pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang masjid yang pertama kali dibangun di muka bumi.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Masjid pertama kali yang dibangun adalah Masjidil Haram."
Lihat Juga :