Ini Mengapa Kisah Tsa'labah Ingkar Membayar Zakat Diragukan Kebenarannya

Senin, 22 Maret 2021 - 17:59 WIB
Ketika ayat itu disampaikan Rasulullah kepada para sahabatnya, ada salah seorang kerabat Tsa'labah yang ikut mendengar dan kemudian menyampaikan hal itu kepada Tsa'labah yang menjadi kalang kabut. Dia pun pergi menemui Nabi dan memohon agar beliau mau menerima zakat darinya.

Namun, Nabi tak mau menerimanya. Sesungguhnya Allah melarangku untuk menerima zakatmu. Kemudian, Tsa'labah yang sangat menyesal melaburi kepalanya dengan tanah. Lalu, Rasulullah berkata kepadanya, Inilah amalanmu. Aku telah memerintahkan sesuatu kepadamu, tetapi engkau tidak mau mematuhiku. Hingga Rasulullah dan para khalifah tidak menerima sedikit pun zakatnya.

Baca juga: Hadis Alamat Kiamat Berikut Ini Membuat Gus Baha Menangis

Takhrij Kisah

Kisah ini sangat masyhur, diriwayatkan oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam Tafsirnya (14/370), Ath-Thabarani dalam Mu‘jamul Kabir (8/260) no. 7873 dan Al-Wahidi dalam Asbabul Nuzul hal. 252. Semuanya dari jalan Mu’an bin Rifa’ah dari Ali bin Yazid Al-Alhani dari Qasim bin Abdur Rahman dari Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu.”

Derajat Kisah

Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam bukunya Waspada Terhadap Kisah-kisah tak Nyata menjelaskan bahwa derajat kisah ini lemah sekali.

Menurutnya, Mu’an bin Rifa’ah adalah seorang rawi yang lemah. Demikian juga Ali bin Yazid Al-Alhani, dia seorang rawi yang lemah juga.

Al-Iraqi berkata: “Sanadnya lemah.”

Begitu juga Al-Haitsami. Menurutnya, hadis ini iriwayatkan oleh Ath-Thabarani tetapi dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Ali bin Yazid Al-Alhani, dia matruk (ditinggalkan haditsnya).

Ibnu Hajar juga demikian. “Hadis ini lemah, tidak dapat dijadikan hujjah,” katanya.

"Kesimpulannya, hadis ini munkar dan lemah sekali, sekalipun sangat masyhur,” ujar Abu Ubaidah.

Komentar Ulama

1. Ibnu Hazm berkata: “Tidak ragu lagi bahwa kisah ini adalah batil.”

2. Al-Baihaqi berkata, “Sanad hadis ini perlu dikaji ulang lagi, sekalipun masyhur di kalangan ahli tafsir.”

3. Al-Qurthubi berkata: “Tsa‘labah radhiallahu ‘anhu termasuk sahabat yang mengikuti perang Badar, termasuk golongan Anshar dan orang-orang yang mendapatkan pujian dari Allah dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wasallam. Adapun hadis ini tidak shahih.”

4. Adz-Dzahabi berkata: “Munkar sekali.”

5. As-Suyuthi berkata: “Diriwayatkan oleh Thabrani, Ibnu Mardawih, Ibnu Abi Hatim, dan Baihaqi dalam Dala’il dengan sanad yang lemah.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!