Abu Nawas Mau Terbang, Baginda Jadi Tertawa Ngakak

Rabu, 20 Mei 2020 - 03:45 WIB
Tapi orang-orang yang sudah menyesaki masjid terpana melihat Abu Nawas yang dengan santainya berjalan. Ia tanpa ragu melangkah menaiki menara masjid. Orang-orang pun bertanya, "benarkan Abu Nawas akan terbang?" Ada pula yang berkata, "Silakan terbang Abu Nawas, kalau kamu terbang pasti akan jatuh dan mati, tapi kalau kamu tak terbang, kamu akan digantung."

Suasana menjadi tegang dan hening saat Abu Nawas sudah sampai di puncak menara masjid. Semua mata tertuju pada Abu Nawas, seolah mereka merasa akan menyaksikan kejadian yang luar biasa.

Baca juga: Roti Hangat, Dokumen Pemungutan Pajak Nasruddin Hoja

Sementara di atas, Abu Nawas berdiri dan mulai beraksi. Ia mulai menggerak-gerakkan tangannya seolah akan terbang. Ia berulang kali merentangkan tangannya dan mengibas-ngibaskan tangannya berulang-ulang seperti burung. Ia melakukan itu berulang kali sampai beberapa menit berlalu, tapi nyatanya Abu Nawas tak kunjung terbang.

Di pelataran orang-orang saling berpandangan. Jantung mereka semakin berdegup kencang lantaran hakim sudah bersiap untuk memutuskan hukuman. Tapi Abu Nawas malah dengan santainya turun dari menara. "Apakah kalian tadi melihat bahwa saya mau terbang?" tanya Abu Nawas kepada hadirin setelah sampai di bawah.

"Ya, kamu menggerak-gerakkan tanganmu seolah mau terbang," jawab banyak orang.

"Lalu apakah saya berbohong bahwa saya mau terbang dari menara Masjid Baitussalam?" tanyanya lagi.

Orang-orang pun hanya menggeleng-gelengkan kepada tanpa ada suara yang keluar. "Nah, bagaimana? Saya kan tidak bilang bisa terbang, tapi saya mau terbang. Jadi saya mau terbang, tapi tidak bisa terbang," jelas Abu Nawas.

Orang-orang pun menyadari bahwa inilah kecerdikan kata-kata dan perilaku Abu Nawas. Ia bisa mengubah sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin dengan caranya. Hakim pun menjadi tak berdaya. Mereka kesulitan mencari pasal untuk menjerat Abu Nawas karena merasa ini hanyalah permainan kata dan penafsiran.

"Berhati-hatilah jika menerima berita. Jangan langsung ditelan, tapi renungkan dahulu," kata Abu Nawas kepada khalayak ramai.

Sesampainya di istana, para algojo menceritakan apa yang terjadi hari itu pada baginda Raja Harun Al Rasyid. Bukannya marah atau kecewa, baginda malah tertawa terbahak-bahak. "Sudah ku kira, ini hanya ulahnya. Aku sudah berulangkali dibuatnya tertawa oleh kecerdikannya." (Baca juga: Ajaran Sesat Abu Nawas, Salat Nggak Usah Rukuk dan Sujud )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!