Roti Hangat, Dokumen Pemungutan Pajak Nasruddin Hoja
Minggu, 17 Mei 2020 - 15:33 WIB
loading...
Kau berpura-pura gila lagi, Nasrudin? Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
Nasruddin Hoja adalah seorang sufi yang hidup di kawasan sekitar Turki pada abad-abad kekhalifahan Islam hingga penaklukan Bangsa Mongol di bawah panglima Timur Lenk yang kejam. Timur Lenk banyak sekali melakukan penghancuran kebudayaan, tetapi dengan berbagai kecerdikan, Nasruddin dapat melewati masa suram itu. (Baca juga: Harga, Gelar, dan Tempat Timur Lenk di Akherat, Menurut Nasruddin )
Nasruddin Hoja masih ingat betul bahwa tak lama setelah menduduki kawasan Anatolia, Timur Lenk mengundangi para ulama di kawasan itu. Setiap ulama beroleh pertanyaan yang sama:
"Jawablah: apakah aku adil ataukah lalim. Kalau menurutmu aku adil, maka dengan keadilanku engkau akan kugantung. Sedang kalau menurutmu aku lalim, maka dengan kelalimanku engkau akan kupenggal."
Beberapa ulama telah jatuh menjadi korban kejahatan Timur Lenk ini. Dan akhirnya, tibalah waktunya Nasruddin diundang. Ini adalah perjumpaan resmi Nasruddin yang pertama dengan Timur Lenk.
Baca juga: Orang-Orang Kanibal, Abu Nawas Akan Disembelih dan Dijadikan Bubur
Dengan angkuh Timur Lenk bertanya: "Jawablah, apakah aku adil ataukah lalim. Kalau menurutmu aku adil, maka dengan keadilanku engkau akan kugantung. Sedang kalau menurutmu aku lalim, maka dengan kelalimanku engkau akan kupenggal."
Dan dengan menenangkan diri, Nasrudin menjawab, "Sesungguhnya, kamilah, para penduduk di sini, yang merupakan orang-orang lalim dan abai. Sedangkan Anda adalah pedang keadilan yang diturunkan Allah yang Maha Adil kepada kami."
Baca juga: Kuah Berbalas Makjun: Lagi-Lagi Abu Nawas Ngerjain Baginda Raja
Setelah berpikir sejenak, Timur Lenk mengakui kecerdikan jawaban itu. Maka untuk sementara para ulama terbebas dari kejahatan Timur Lenk lebih lanjut.
Nah, sejak itu hubungan Nasruddin dengan Timur Lenk lumayan akrab. Timur Lenk suka dengan kecerdasan Nasruddin.
Nasruddin Hoja masih ingat betul bahwa tak lama setelah menduduki kawasan Anatolia, Timur Lenk mengundangi para ulama di kawasan itu. Setiap ulama beroleh pertanyaan yang sama:
"Jawablah: apakah aku adil ataukah lalim. Kalau menurutmu aku adil, maka dengan keadilanku engkau akan kugantung. Sedang kalau menurutmu aku lalim, maka dengan kelalimanku engkau akan kupenggal."
Beberapa ulama telah jatuh menjadi korban kejahatan Timur Lenk ini. Dan akhirnya, tibalah waktunya Nasruddin diundang. Ini adalah perjumpaan resmi Nasruddin yang pertama dengan Timur Lenk.
Baca juga: Orang-Orang Kanibal, Abu Nawas Akan Disembelih dan Dijadikan Bubur
Dengan angkuh Timur Lenk bertanya: "Jawablah, apakah aku adil ataukah lalim. Kalau menurutmu aku adil, maka dengan keadilanku engkau akan kugantung. Sedang kalau menurutmu aku lalim, maka dengan kelalimanku engkau akan kupenggal."
Dan dengan menenangkan diri, Nasrudin menjawab, "Sesungguhnya, kamilah, para penduduk di sini, yang merupakan orang-orang lalim dan abai. Sedangkan Anda adalah pedang keadilan yang diturunkan Allah yang Maha Adil kepada kami."
Baca juga: Kuah Berbalas Makjun: Lagi-Lagi Abu Nawas Ngerjain Baginda Raja
Setelah berpikir sejenak, Timur Lenk mengakui kecerdikan jawaban itu. Maka untuk sementara para ulama terbebas dari kejahatan Timur Lenk lebih lanjut.
Nah, sejak itu hubungan Nasruddin dengan Timur Lenk lumayan akrab. Timur Lenk suka dengan kecerdasan Nasruddin.
Lihat Juga :