Ngerinya Dampak Dosa dan Maksiat
Rabu, 24 Maret 2021 - 09:36 WIB
Baca juga: 4 Doa Pembuka Majelis yang Bisa Diamalkan dengan Mudah
Ibn al-Jauzi memberikan jawaban, “Kemaksiatan itu diganjar dengan kemaksiatan.” Maksudnya, ketika orang melakukan satu maksiat, lalu diikuti maksiat berikutnya, maka kemaksiatan berikutnya itu sesungguhnya adalah siksa Allah, tetapi dia tidak merasa, bahwa dia sedang disiksa oleh Allah. Sebaliknya, “Kebaikan setelah kebaikan adalah pahala bagi kebaikan itu.”
Orang yang melakukan maksiat, terkadang tidak merasa dirinya melakukan maksiat. Padahal, dampak maksiatnya itu membuat hatinya tidak lagi merasakan nikmatnya ketaatan. Dia shalat dan berdoa pun tidak bisa khusyu’. Shalat dan doanya pun kehilangan ruhnya, akibatnya shalat dan berdoa, tetapi tidak ada pengaruhnya.
Baca juga: Minat Jadi Pegawai PPPK, Intip Dulu Gajinya
Maksiat juga bisa melemahkan indahnya taat kepada Allah SWT. Jika kita sudah mulai dihinggapi tanda-tanda tadi, maka waspadalah. Segeralah kembali, sebelum jauh meninggalkan jalan Allah SWT. Maksiat akan mengantarkan manusia ke neraka. Sedangkan amal yang baik akan mengantarkan ke surga. Karena itu, agar jauh dari maksiat maka muslimah harus memperbaiki amalnya. Tingkatkan ahsanul amal atau amal atau perbuatan yang baik.
Baca juga: Terusan Suez Mesir Terhalang Kapal Kontainer Besar, Hambat Pelayaran
Meninggalkan maksiat juga menyebabkan dimudahkan dalam melaksanakan ketaatan. Lalu akan merasakan manisnya iman dan manisnya ketaatan kepada Allah. Bersyukurlah bagi seorang hamba yang di berikan taufiq oleh Allah untuk benar-benar dapat mengenal agama ini, tidak ada kenikmatan yang lebih indah dari pada seorang yang telah dapat merasakan manisnya iman, lezatnya melaksanakan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla.
Manfaat lain meninggalkan maksiat adalah mudah memperoleh rizki melalui jalan yang tidak di sangka-sangka, doanya cepat dikabulkan, diberi kemudahan dalam memperoleh ilmu, dan akan mudah meraih cinta Allah Azza wa Jalla.
Baca juga: Ini Alasan Habib Rizieq Ngotot Ingin Sidang Tatap Muka
Wallahu'alam.
Ibn al-Jauzi memberikan jawaban, “Kemaksiatan itu diganjar dengan kemaksiatan.” Maksudnya, ketika orang melakukan satu maksiat, lalu diikuti maksiat berikutnya, maka kemaksiatan berikutnya itu sesungguhnya adalah siksa Allah, tetapi dia tidak merasa, bahwa dia sedang disiksa oleh Allah. Sebaliknya, “Kebaikan setelah kebaikan adalah pahala bagi kebaikan itu.”
Orang yang melakukan maksiat, terkadang tidak merasa dirinya melakukan maksiat. Padahal, dampak maksiatnya itu membuat hatinya tidak lagi merasakan nikmatnya ketaatan. Dia shalat dan berdoa pun tidak bisa khusyu’. Shalat dan doanya pun kehilangan ruhnya, akibatnya shalat dan berdoa, tetapi tidak ada pengaruhnya.
Baca juga: Minat Jadi Pegawai PPPK, Intip Dulu Gajinya
Maksiat juga bisa melemahkan indahnya taat kepada Allah SWT. Jika kita sudah mulai dihinggapi tanda-tanda tadi, maka waspadalah. Segeralah kembali, sebelum jauh meninggalkan jalan Allah SWT. Maksiat akan mengantarkan manusia ke neraka. Sedangkan amal yang baik akan mengantarkan ke surga. Karena itu, agar jauh dari maksiat maka muslimah harus memperbaiki amalnya. Tingkatkan ahsanul amal atau amal atau perbuatan yang baik.
Baca juga: Terusan Suez Mesir Terhalang Kapal Kontainer Besar, Hambat Pelayaran
Meninggalkan maksiat juga menyebabkan dimudahkan dalam melaksanakan ketaatan. Lalu akan merasakan manisnya iman dan manisnya ketaatan kepada Allah. Bersyukurlah bagi seorang hamba yang di berikan taufiq oleh Allah untuk benar-benar dapat mengenal agama ini, tidak ada kenikmatan yang lebih indah dari pada seorang yang telah dapat merasakan manisnya iman, lezatnya melaksanakan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla.
Manfaat lain meninggalkan maksiat adalah mudah memperoleh rizki melalui jalan yang tidak di sangka-sangka, doanya cepat dikabulkan, diberi kemudahan dalam memperoleh ilmu, dan akan mudah meraih cinta Allah Azza wa Jalla.
Baca juga: Ini Alasan Habib Rizieq Ngotot Ingin Sidang Tatap Muka
Wallahu'alam.
(wid)
Lihat Juga :