Ngerinya Dampak Dosa dan Maksiat

Rabu, 24 Maret 2021 - 09:36 WIB
Kita harus selalu berdoa memohon perlindungan Allah Subhanahu wa ta ala agar dijauhkan dari perbuatan dosa dan maksiat. Foto ilustrasi/okezone
Muslimah, dosa dan maksiat sangat berbahaya bagi hati, seperti bahayanya racun apabila masuk kedalam tubuh. Seluruh keburukan dan bencana yang menimpa tidak lain dikarenakan dosa dan maksiat.

Baca juga: Agar Anak Berbahagia, Berikan Bekal Hingga ke Kehidupan Abadinya

AllahSubhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

”Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu” (QS. Asy Syuara : 30)

Salah satu bentuk kemaksiatan yang sering dianggap remeh muslimah adalah enggan menutup aurat. Padahal, menutup aurat atau berhijab bagi muslimah adalah perintah langsung dari Allah.

Baca juga: Ketika Maimunah Binti Harits Cemburu Pada Agama Allah

Seperti firman-NYA :

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَا جِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَا بِيْبِهِنَّ ۗ ذٰلِكَ اَدْنٰۤى اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 59)

Baca juga: 4 Doa Pembuka Majelis yang Bisa Diamalkan dengan Mudah

Tidak menutup aurat juga menjadi salah satu sumber perzinahan. Al-Hafidz Ibn al-Jauzi, mengatakan bahwa andai saja orang yang melakukan maksiat menyadari, betapa kenikmatan maksiat itu hanya sesaat, kemudian setelah itu dia merasakan akibat kemaksiatannya, yaitu kemurkaan Allah, dosa dan siksa-Nya, maka orang itu tidak akan sanggup melakukan maksiat.

Yang ironi, ada orang yang melakukan maksiat, berzina dan berzina, mencuri dan mencuri, makan riba dan makan riba, anehnya tetap merasa tidak ada masalah. Baginya, kemaksiatannya itu tidak ada dampaknya secara nyata dalam hidupnya. Dia pun enjoy menikmati hidup bergelimang maksiat. Apa yang sesunggunya terjadi pada orang seperti ini?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!