Ini Alasan Mengapa Sholat Tarawih Dikerjakan 20 Rakaat
Jum'at, 02 April 2021 - 05:00 WIB
Renungan
Perlu diingat sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa perbedaan ini hanyalah berkisar seputar mana yang lebih afdhal. Jadi, tidak selayaknya kelompok yang memilih melaksanakan shalat tarawih 20 rakaat melecehkan atau menyesatkan kelompok yang memilih melakukannya dengan 8 rakaat. Begitu pula sebaliknya. Apalagi sampai saling mengkafirkan.
Sangat disesalkan apabila di bulan Ramadhan yang agung, bulan berlomba‐lomba mencari pahala, berkah, kasih sayang, dan ampunan dari Allah Ta'ala, justru dikotori dengan saling hina, saling menyalahkan. Bahkan saling mengkufurkan antara kelompok masyarakat yang lebih memilih shalat tarawih sebanyak 20 rakaat dengan kelompok masyarakat yang memilih 8 rakaat saja.
Ulama besar Jakarta Al-Muhaddits Al-Habib Salim bin Ahmad bin Jindan (wafat 1969) pernah ditanya tentang jumlah rakaat pada shalat tarawih di bulan Ramadhan. Maka beliau menjawab dengan tegas, "Silakan jika Anda ingin shalat 20 rakaat, silakan jika Anda ingin solat 8 rakaat. Dan silakan jika Anda tidak ingin melaksanakan shalat tarawih sama sekali, karena tarawih adalah ibadah sunnah dan bukan wajib.
Namun, Anda sangat dilarang untuk berkelahi, bertikai, bermusuhan dan mendengki serta saling membenci. Inilah yang diharamkan oleh Allah yang harus kita perhatikan.
Demikian penjelasan ilmiah tentang sholat tarawih. Semoga Allah memberi taufik-Nya kepada kita agar dapat menghidupan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan. Aamiin.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Semua Imam Mazhab Sholat Tarawih 20 Rakaat, Bukan 8 Rakaat
Sumber:
Dauroh Nisyfu Sya'ban & Menyambut Ramadhan
Al-Habib Ahmad Bin Novel Salim Jindan
Perlu diingat sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa perbedaan ini hanyalah berkisar seputar mana yang lebih afdhal. Jadi, tidak selayaknya kelompok yang memilih melaksanakan shalat tarawih 20 rakaat melecehkan atau menyesatkan kelompok yang memilih melakukannya dengan 8 rakaat. Begitu pula sebaliknya. Apalagi sampai saling mengkafirkan.
Sangat disesalkan apabila di bulan Ramadhan yang agung, bulan berlomba‐lomba mencari pahala, berkah, kasih sayang, dan ampunan dari Allah Ta'ala, justru dikotori dengan saling hina, saling menyalahkan. Bahkan saling mengkufurkan antara kelompok masyarakat yang lebih memilih shalat tarawih sebanyak 20 rakaat dengan kelompok masyarakat yang memilih 8 rakaat saja.
Ulama besar Jakarta Al-Muhaddits Al-Habib Salim bin Ahmad bin Jindan (wafat 1969) pernah ditanya tentang jumlah rakaat pada shalat tarawih di bulan Ramadhan. Maka beliau menjawab dengan tegas, "Silakan jika Anda ingin shalat 20 rakaat, silakan jika Anda ingin solat 8 rakaat. Dan silakan jika Anda tidak ingin melaksanakan shalat tarawih sama sekali, karena tarawih adalah ibadah sunnah dan bukan wajib.
Namun, Anda sangat dilarang untuk berkelahi, bertikai, bermusuhan dan mendengki serta saling membenci. Inilah yang diharamkan oleh Allah yang harus kita perhatikan.
Demikian penjelasan ilmiah tentang sholat tarawih. Semoga Allah memberi taufik-Nya kepada kita agar dapat menghidupan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan. Aamiin.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Semua Imam Mazhab Sholat Tarawih 20 Rakaat, Bukan 8 Rakaat
Sumber:
Dauroh Nisyfu Sya'ban & Menyambut Ramadhan
Al-Habib Ahmad Bin Novel Salim Jindan
(rhs)
Lihat Juga :