Kiamat Sudah Dekat: Lautan Api di Bumi Hijaz Terus Bergolak
Jum'at, 09 April 2021 - 07:15 WIB
Sebagian besar kawasan lava ini membentang di sepanjang pantai timur Laut Merah, dengan kedalaman bervariasi antara 150 sampai 200 kilometer di kawasan negeri Hijaz.
Diyakini bahwa hasil letusan vulkanik tersebut akan terbang melintasi sejumlah daerah (pergeseran geologis), yang sejajar dengan arah Laut Merah. Diyakini pula bahwa pergeseran geologis dan gunung berapi tersebut masih aktif hingga saat ini.
Selain itu, selama periode aktivitasnya, gunung-gunung api ini menyebabkan banyak terjadinya gempa. Gas dan uap panas terlihat keluar dari beberapa kawah vulkanik, tempat di mana terdapat banyak sumber air panas di sekitarnya.
Ada 13 kawasan lava yang tersusun dari selatan ke utara, salah satunya dinamakan lava Raht dan lava Khaibar. Kota Madinah terletak di antara kawasan lava Raht di selatan dan kawasan lava Khaibar di utara.
Studi ilmiah yang dilakukan di daerah Hijaz menunjukkan bahwa letusan gunung api yang membentuk bidang lava Raht, bermula setidaknya 10 juta tahun yang lalu. Daerah ini ditandai dengan rangkaian letusan gunung api yang diselingi oleh periode jeda (dormant) yang relatif mirip dengan yang terjadi di masa hidup manusia saat ini.
Baca juga: Kiamat Bisa Dipercepat Khatib yang Ogah Peringatkan Fitnah Dajjal
Hal tersebut menunjukkan bahwa daerah ini sedang bergerak aktif menuju periode letusan gunung api, tempat lava akan keluar dari kawah dan celah-celahnya. Sebagaimana letusan-letusan sebelumnya dengan mengeluarkan jutaan ton lava.
Selanjutnya, daerah tersebut akan dipenuhi cahaya dan nyala api sebagai bukti akan kebenaran berita yang disampaikan dalam hadis tersebut.
Pernah terjadi
Sejatinya, api telah muncul pada pertengahan abad ke tujuh Hijriyyah, tepatnya pada tahun 654 H. Api tersebut sangat besar dan para ulama yang hidup pada masa itu juga setelahnya banyak mengomentari sifat api tersebut.
An-Nawawi rahimahullah berkata, "Pada masa kami muncul api di Madinah pada tahun 654 H. Api tersebut sangat besar, muncul dari arah timur Madinah di belakang al-Harrah. Telah beredar berita tentangnya secara mutawatir di kalangan penduduk Syam juga negeri-negeri lainnya, dan telah memberikan kabar kepadaku seseorang yang menyaksikannya dari penduduk Madinah."
Diyakini bahwa hasil letusan vulkanik tersebut akan terbang melintasi sejumlah daerah (pergeseran geologis), yang sejajar dengan arah Laut Merah. Diyakini pula bahwa pergeseran geologis dan gunung berapi tersebut masih aktif hingga saat ini.
Selain itu, selama periode aktivitasnya, gunung-gunung api ini menyebabkan banyak terjadinya gempa. Gas dan uap panas terlihat keluar dari beberapa kawah vulkanik, tempat di mana terdapat banyak sumber air panas di sekitarnya.
Ada 13 kawasan lava yang tersusun dari selatan ke utara, salah satunya dinamakan lava Raht dan lava Khaibar. Kota Madinah terletak di antara kawasan lava Raht di selatan dan kawasan lava Khaibar di utara.
Studi ilmiah yang dilakukan di daerah Hijaz menunjukkan bahwa letusan gunung api yang membentuk bidang lava Raht, bermula setidaknya 10 juta tahun yang lalu. Daerah ini ditandai dengan rangkaian letusan gunung api yang diselingi oleh periode jeda (dormant) yang relatif mirip dengan yang terjadi di masa hidup manusia saat ini.
Baca juga: Kiamat Bisa Dipercepat Khatib yang Ogah Peringatkan Fitnah Dajjal
Hal tersebut menunjukkan bahwa daerah ini sedang bergerak aktif menuju periode letusan gunung api, tempat lava akan keluar dari kawah dan celah-celahnya. Sebagaimana letusan-letusan sebelumnya dengan mengeluarkan jutaan ton lava.
Selanjutnya, daerah tersebut akan dipenuhi cahaya dan nyala api sebagai bukti akan kebenaran berita yang disampaikan dalam hadis tersebut.
Pernah terjadi
Sejatinya, api telah muncul pada pertengahan abad ke tujuh Hijriyyah, tepatnya pada tahun 654 H. Api tersebut sangat besar dan para ulama yang hidup pada masa itu juga setelahnya banyak mengomentari sifat api tersebut.
An-Nawawi rahimahullah berkata, "Pada masa kami muncul api di Madinah pada tahun 654 H. Api tersebut sangat besar, muncul dari arah timur Madinah di belakang al-Harrah. Telah beredar berita tentangnya secara mutawatir di kalangan penduduk Syam juga negeri-negeri lainnya, dan telah memberikan kabar kepadaku seseorang yang menyaksikannya dari penduduk Madinah."
Lihat Juga :