Karomah Terbesar Seorang Guru Adalah Keistiqomahannya Mengajar
Sabtu, 10 April 2021 - 22:05 WIB
Ulama yang dikabarkan banyak mengalami kejadian-kejadian aneh, seperti berjalan di atas air, otomatis akan dianggap mulia, didatangi banyak orang, semua ucapannya diterima, perbuatannya dijadikan dalil, tanpa melirik lagi pertimbangan dalil syariat.
Sedangkan ulama yang sama sekali tak pernah didapati cerita aneh tentangnya, akan dipertanyakan terus keramatnya, sampai benar-benar ditinggalkan ummat karena dianggap kosong dari sirr. Jauh dari nur, belum layak ditokohkan, lalu ucapan ucapannya tak dihiraukan.
Kewalian para kekasih Allah menurut awam diukur dari magic show yang dipertontonkan. Itulah yang akhirnya menyebabkan banyak sekali cerita cerita hoaks yang sengaja dibuat oleh orang yang ingin diakui keulamaannya, atau oleh murid-murid yang ingin mengangkat nama gurunya.
Kecintaan Allah kepada hamba-Nya (kewalian) tidak mereka ukur dari seberapa istiqomah menjalankan syariat Allah. Justru mereka timbang dari seberapa nyeleneh dia melaksanakan agama.
Akhirnya, orang sakit jiwa berkolor bolong bagian depannya -maaf-, yang teriak-teriak saat khutbah dikumandangkan, diaminkan lebih khusyuk dari pada doa guru yang istiqomah meneladankan akhlak kepada mereka.
Semoga tulisan ini bisa mencerahkan bagi mereka yang mudah terpengaruh dan terpukau memilih guru-guru baru. Apalagi bagi yang belum memahami hakikat guru yang menunjukkan jalan keselamatan dunia dan akhirat. Semoga Allah membimbing kita semua.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Inilah Karamah Paling Agung yang Dimiliki Para Wali (Bagian 5/Habis)
Sedangkan ulama yang sama sekali tak pernah didapati cerita aneh tentangnya, akan dipertanyakan terus keramatnya, sampai benar-benar ditinggalkan ummat karena dianggap kosong dari sirr. Jauh dari nur, belum layak ditokohkan, lalu ucapan ucapannya tak dihiraukan.
Kewalian para kekasih Allah menurut awam diukur dari magic show yang dipertontonkan. Itulah yang akhirnya menyebabkan banyak sekali cerita cerita hoaks yang sengaja dibuat oleh orang yang ingin diakui keulamaannya, atau oleh murid-murid yang ingin mengangkat nama gurunya.
Kecintaan Allah kepada hamba-Nya (kewalian) tidak mereka ukur dari seberapa istiqomah menjalankan syariat Allah. Justru mereka timbang dari seberapa nyeleneh dia melaksanakan agama.
Akhirnya, orang sakit jiwa berkolor bolong bagian depannya -maaf-, yang teriak-teriak saat khutbah dikumandangkan, diaminkan lebih khusyuk dari pada doa guru yang istiqomah meneladankan akhlak kepada mereka.
Semoga tulisan ini bisa mencerahkan bagi mereka yang mudah terpengaruh dan terpukau memilih guru-guru baru. Apalagi bagi yang belum memahami hakikat guru yang menunjukkan jalan keselamatan dunia dan akhirat. Semoga Allah membimbing kita semua.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Inilah Karamah Paling Agung yang Dimiliki Para Wali (Bagian 5/Habis)
(rhs)
Lihat Juga :