Sejarah Ilmu Tafsir Al-Qur'an, Pengertian dan Jenisnya (2)
Rabu, 14 April 2021 - 14:41 WIB
Dalam metode penafsiran Al-Qur’an terdapat beberapa metode, di antaranya:
1. Tafsir Al-Qur'an bil Qur'an.
Upaya menafsirkan Al-Qur'an dengan penjelasan dari ayat-ayat Al-Qur'an lainnya. Misalnya: tafsir tentang kisah peristiwa Nabi Adam dan Siti Hawa terusir dari surga akibat memakan buah Khuldi pada Surah Al-Baqarah dijelaskan pada surah lainnya, semisal Surah Al-'Araf.
2. Tafsir Al-Qur'an bil Hadis.
Upaya menafsirkan Al-Qur'an dari penjelasan hadits-hadits Nabi yang hal ini biasa disebut dengan Tafsir bil Riwayah. Misalnya: Larangan tentang Riba atau meminum minuman keras telah dijelaskan melalui banyak hadits-hadits Nabi.
3. Tafsir Al-Qur'an bil Ra'yi.
Upaya menafsirkan Al-Qur'an melalui penjelasan nalar logika yang dibangun dari pemahaman keilmuan yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan seorang muafssir dalam berijtihad. Misalnya: ayat-ayat yang berkenaan dengan sifat-sifat Allah Ta'ala di dalam Al-Qur’an yang menjadi pembahasan utama oleh para ulama ahli ilmu kalam (teologis).
Bentuk Tafsir Al-Qur'an
Adapun bentuk-bentuk tafsir Al-Qur'an yang dihasilkan secara garis besar dibagi menjadi tiga: Dinamai dengan nama Tafsir bi al-Ma`tsur (dari kata atsar yang berarti sunnah, hadits, jejak, peninggalan) karena dalam melakukan penafsiran seorang mufassir menelusuri jejak atau peninggalan masa lalu dari generasi sebelumnya terus sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Berikut penjelasannya:
1. Tafsir bil Matsur
Tafsir bi al-Matsur adalah tafsir yang berdasarkan pada kutipan-kutipan yang shahih yaitu menafsirkan Al-Qur'an dengan Al-Qur'an, Al-Qur'an dengan sunnah karena ia berfungsi sebagai penjelas Kitabullah, dengan perkataan sahabat karena merekalah yang dianggap paling mengetahui Kitabullah, atau dengan perkataan tokoh-tokoh besar tabi'in karena mereka pada umumnya menerimanya dari para sahabat.
1. Tafsir Al-Qur'an bil Qur'an.
Upaya menafsirkan Al-Qur'an dengan penjelasan dari ayat-ayat Al-Qur'an lainnya. Misalnya: tafsir tentang kisah peristiwa Nabi Adam dan Siti Hawa terusir dari surga akibat memakan buah Khuldi pada Surah Al-Baqarah dijelaskan pada surah lainnya, semisal Surah Al-'Araf.
2. Tafsir Al-Qur'an bil Hadis.
Upaya menafsirkan Al-Qur'an dari penjelasan hadits-hadits Nabi yang hal ini biasa disebut dengan Tafsir bil Riwayah. Misalnya: Larangan tentang Riba atau meminum minuman keras telah dijelaskan melalui banyak hadits-hadits Nabi.
3. Tafsir Al-Qur'an bil Ra'yi.
Upaya menafsirkan Al-Qur'an melalui penjelasan nalar logika yang dibangun dari pemahaman keilmuan yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan seorang muafssir dalam berijtihad. Misalnya: ayat-ayat yang berkenaan dengan sifat-sifat Allah Ta'ala di dalam Al-Qur’an yang menjadi pembahasan utama oleh para ulama ahli ilmu kalam (teologis).
Bentuk Tafsir Al-Qur'an
Adapun bentuk-bentuk tafsir Al-Qur'an yang dihasilkan secara garis besar dibagi menjadi tiga: Dinamai dengan nama Tafsir bi al-Ma`tsur (dari kata atsar yang berarti sunnah, hadits, jejak, peninggalan) karena dalam melakukan penafsiran seorang mufassir menelusuri jejak atau peninggalan masa lalu dari generasi sebelumnya terus sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Berikut penjelasannya:
1. Tafsir bil Matsur
Tafsir bi al-Matsur adalah tafsir yang berdasarkan pada kutipan-kutipan yang shahih yaitu menafsirkan Al-Qur'an dengan Al-Qur'an, Al-Qur'an dengan sunnah karena ia berfungsi sebagai penjelas Kitabullah, dengan perkataan sahabat karena merekalah yang dianggap paling mengetahui Kitabullah, atau dengan perkataan tokoh-tokoh besar tabi'in karena mereka pada umumnya menerimanya dari para sahabat.
Lihat Juga :