Kemenag: Tidak Ada Referensi Hilal 1 Syawal 1442 H Teramati di Indonesia
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:18 WIB
Pakar astronomi dari Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag Cecep Nurwendaya saat memaparkan data posisi hilal menjelang 1 Syawal 1442 H pada Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H, di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag Jakarta. FOTO/HUMAS KEMENAG
JAKARTA - Kementerian Agama ( Kemenag ) memastikan tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal 1 Syawal 1442 H yang teramati di seluruh wilayah Indonesia pada Selasa (11/5/2021).
Hal ini diungkapkan Pakar astronomi dari Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag Cecep Nurwendaya saat memaparkan data posisi hilal menjelang awal bulan Syawal 1442 H pada Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H, di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta.
"Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,6 sampai dengan minus 4,4 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari," kata Cecep dalam keterangan tertulis Kemenag, Selasa (11/5/2021).
Baca juga: Kemenag Terjunkan Ahli Falak di 88 Titik untuk Rukyatul Hilal 1 Syawal 1442 H
Cecep menuturkan, Kemenag melakukan pengamatan hilal di 88 titik di seluruh Indonesia. Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H ini digelar secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan.
Menurut Cecep, penetapan awal bulan hijriyah didasarkan pada rukyat dan hisab. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam. Menurut perhitungan hisab, lanjut Cecep, awal Syawal 1442 H jatuh pada Kamis (13/5/2021). Data ini, menurutnya, bersifat informatif.
"Secara hisab, awal Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021. Ini sifatnya informatif, konfirmasinya menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat," katanya.
Dikatakan Cecep, rukyat adalah observasi astronomis. Karena itu, lanjut Cecep, harus ada referensinya. Cecep mengatakan bahwa kalau ada referensinya diterima, sedang kalau tidak berarti tidak bisa dipakai.
Baca juga: Sidang Isbat Menentukan Lebaran 1442 H Digelar Hari Ini, Berikut Jadwalnya
Hal ini diungkapkan Pakar astronomi dari Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag Cecep Nurwendaya saat memaparkan data posisi hilal menjelang awal bulan Syawal 1442 H pada Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H, di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta.
"Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,6 sampai dengan minus 4,4 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari," kata Cecep dalam keterangan tertulis Kemenag, Selasa (11/5/2021).
Baca juga: Kemenag Terjunkan Ahli Falak di 88 Titik untuk Rukyatul Hilal 1 Syawal 1442 H
Cecep menuturkan, Kemenag melakukan pengamatan hilal di 88 titik di seluruh Indonesia. Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H ini digelar secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan.
Menurut Cecep, penetapan awal bulan hijriyah didasarkan pada rukyat dan hisab. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam. Menurut perhitungan hisab, lanjut Cecep, awal Syawal 1442 H jatuh pada Kamis (13/5/2021). Data ini, menurutnya, bersifat informatif.
"Secara hisab, awal Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021. Ini sifatnya informatif, konfirmasinya menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat," katanya.
Dikatakan Cecep, rukyat adalah observasi astronomis. Karena itu, lanjut Cecep, harus ada referensinya. Cecep mengatakan bahwa kalau ada referensinya diterima, sedang kalau tidak berarti tidak bisa dipakai.
Baca juga: Sidang Isbat Menentukan Lebaran 1442 H Digelar Hari Ini, Berikut Jadwalnya
Lihat Juga :