Sedih Ketika Ramadhan Pergi Tanda Lembutnya Hati

Rabu, 12 Mei 2021 - 03:30 WIB
Suasana sholat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid An-Nabawi Madinah tadi malam. Foto/dok Haramain Servant
Hari ini kita berada di pengujung bulan Ramadhan, Rabu (12/5/2021). Apakah hati kita sedih saat akan ditinggalkan Ramadhan? Jika tidak, manfaatkanlah waktu tersisa ini untuk menangis dan memohon ampun atas dosa dan kelalaian kita.

Ketahuilah, betapa lembutnya hati seseorang bila merasakan sedih dan menangis saat akan berpisah dengan Ramadhan. Ingatlah Ramadhan akan kembali tahun depan, namun kita patut khawatir karena tidak ada yang menjamin umur kita hingga tahun depan. Semoga Allah berkenan memberi kesempatan kepada kita.

قال الحبيب عبد الله بن علوي الحداد :

"لا تسكب الدمعات لرحيل رمضان ، فرمضان سيعود .

و لكن اسكب الدمعات خشية أن يعود رمضان و أنت راحل"

"Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad mengatakan: "Jangan cucurkan air matamu! karena kepergian Ramadhan. Karena Ramadhan (insya Allah) pasti akan kembali. Akan tetapi cucurkanlah air matamu karena takut ketika Ramadhan kembali tapi engkau yang pergi (ke alam kubur)."

Baca Juga: Ramadhan Segera Pergi, Kesedihan Bagi Orang-orang Beriman

Renungan di Pengujung Ramadhan

Ulama Tabi'in Imam Hasan Al-Basri berkata: "Berbuat baiklah di sisa Ramadhan niscaya diampuni kesalahan yang berlalu maka manfaatkanlah hari-hari yang tersisa karena anda tidak tau kapan bisa meraih Rahmat Allah. (Hilyah Auliya 11837)

Hari demi hari Ramadhan telah kita lalui hingga mendekati ujungnya. Maka sepatutnya kita memaksimalkan hari-hari yang tersisa ini untuk memperbanyak amal saleh, mendulang pahala, menggugurkan dosa-dosa, dan menebarkan manfaat bagi sesama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!