Masjid Kubah Emas Sering Dikira Masjid Al-Aqsha

Senin, 17 Mei 2021 - 08:48 WIB
Menurut beberapa ulama dihimpun dari berbagai sumber, batu yang berada dalam naungan Kubah Shakhrah disebut sebagai tempat pijakan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam ketika naik ke langit saat peristiwa Isra' Mi'raj. Literatur lain menyebutkan tempat pijakan tersebut berada di Masjid Al-Qibli.

Saat Sayyidina Umar Bin Khattab radhiyallahu 'anhu diberi usulan oleh sahabat Ka'ab untuk membangun masjid di sebelah utara Batu Fondasi agar dapat menghadap ke arah Ka'bah dan batu tersebut secara bersamaan saat sholat, Umar justru menanggapi bahwa perbuatan itu menyerupai Yahudi.

Sehingga beliau membangun masjid di sebelah selatan batu tersebut. Umar menyengaja agar mihrab masjid yang dibangunnya tidak segaris dengan Batu Fondasi dan Ka'bah. Setelah arah kiblat berpindah, maka Kakbah di Makkah menjadi lebih penting daripada batu fondasi tersebut.

Meski demikian, Masjid Al-Aqsha memiliki beberapa keutamaan yang tidak dimiliki masjid lain sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa hadis. Meskipun tidak lagi menjadi kiblat umat Islam, Al-Aqsha dan Kubah Shakhrah tetap dipandang suci oleh umat Islam.

Kenapa Al-Aqsha Harus Dimuliakan dan Dikunjungi?



Seperti diuraikan di atas, Masjid Al-Aqsha adalah tempat susci ketiga bagi umat Islam. Bagi umat Islam, Al-Aqsha disebut juga dengan Al-Quds yang berarti tanah-wilayah yang suci atau sering disebut Baitul Maqdis.

Selain menjadi tempat Rasulullah melakukan Isra Mikraj, Masjid Al-Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam. Alasan lain yang membuat umat Islam harus mengunjungi atau berziarah ke Al-Aqsha adalah karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sendiri memuliakannya dan pernah berkunjung ke sana.

Selain beliau, para sahabat mulia juga pernah mengunjunginya di antaranya Umar bin Khattab saat menjadi Khalifah. Kemudian, Abu Hurairah, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdullah bin Umar, Abdullah bin ‘Abbas, Abu Ubaidah bin Jarrah,Mu’az bin Jabbal, Bilal bin Rabbah, Khalid bin Walid, Abu Dzar Al-Ghiffari, Salman Al-Farisi, Abu Darda, Abu Mas’ud Al-Anshari, Amr bin ‘Ash, Abdullah bin Salam, Said bin Zaid, Murrah bin Ka’ab, Abdullah bim Amr bin Ash, Mu’awiyah bin Abu Sufyan, Auf bin Malik, Ubadah bin Shamit, Sa’id bin Al-Ash, dan Shafiyah istri Baginda Rasulullah.

Demikian pula para ulama Tabi’in dan tokoh-tokoh ahli fiqih terkenal pernah berziarah ke Masjid Al-Aqsha, di antaranya Imam Asy-Syafi’i. Bahkan Imam Syafi'i lahir di Jalur Gaza, beberapa puluh kilometer dari Baitul Maqdis (Al-Aqsha).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!