Habib Qurasiy: Tanda Diterimanya Amal Kebaikan
Selasa, 18 Mei 2021 - 08:49 WIB
Al-Habib Quraisy Baharun, pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Jawa Barat yang pernah menimba ilmu di Hadhramaut Yaman. Foto/Ist
Semua orang pasti menginginkan amal kebaikannya diterima oleh Allah Ta'ala. Terkait amalan ini, setiap mukmin harus menanamkan di dalam dirinya sifat khauf (takut) dan sifat raja' (berharap) kepada Allah.
Kita baru saja menjalani ibadah Ramadhan selama satu bulan penuh. Kepergian Ramadhan merupakan kesedihan bagi orang-orang mukmin. Kepergiannya patut ditangisi mengingat agungnya keutamaan bulan suci tersebut. Dikatakan, barang siapa yang belum diampuni baginya di bulan Ramadhan, maka tidaklah diampuni baginya pada selain bulan Ramadhan.
"Harapan terbesar setelah melakukan amal kebaikan tentu diterimanya amal kita. Jangan sampai kita merugi," kata Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Al-Habib Quraisy Baharun.
Jangan sampai kita termasuk orang yang merugi, sebagaimana yang Allah gambarkan dalam Surat Al-Kahfi 103-106:
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا
"Katakanlah: 'Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
"Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya."
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا
"Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat."
Kita baru saja menjalani ibadah Ramadhan selama satu bulan penuh. Kepergian Ramadhan merupakan kesedihan bagi orang-orang mukmin. Kepergiannya patut ditangisi mengingat agungnya keutamaan bulan suci tersebut. Dikatakan, barang siapa yang belum diampuni baginya di bulan Ramadhan, maka tidaklah diampuni baginya pada selain bulan Ramadhan.
"Harapan terbesar setelah melakukan amal kebaikan tentu diterimanya amal kita. Jangan sampai kita merugi," kata Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Al-Habib Quraisy Baharun.
Jangan sampai kita termasuk orang yang merugi, sebagaimana yang Allah gambarkan dalam Surat Al-Kahfi 103-106:
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا
"Katakanlah: 'Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
"Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya."
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا
"Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat."
Lihat Juga :