Isu Palestina, Hentikan Mengemis! Saatnya Dunia Islam Bersatu

Selasa, 18 Mei 2021 - 09:18 WIB
Kita mengetahui bahwa dalam sejarahnya Amerika selalu membela Israel dan menganggapnya sebagaj sekutu yang tidak akan terpisahkan (unbreakable alliance and friend). Bahkan di saat Amerika dipimpin oleh seorang Presiden yang sangat dekat dan bersahabat dengan Komunitas Muslim sekalipun, Barack Obama.

Walaupun kita akui bahwa Barack Obama pernah mengecam serangan Israel ke Gaza tahun 2008 lalu. Dan itu menjadikan Obama tiba-tiba menjadi Muslim yang terselubung, bahkan beberapa media dukungan Israel menyebutnya sebagai "hidden ISIS" (ISIS terselubung). Kata "taqiyah" Obama saat itu menjadi sangat populer.

Pertanyaannya adalah kenapa Amerika begitu konsisten membela Israel? Jawabannya jelas dan bukan hal baru. Karena Pemimpin politik sebuah negara akan bersikap, termasuk dalam mengambil kebijakan, berdasarkan kepada realita politik dan dinamika publik dalam negeri.

Kita mengenal bahwa sejak lama politik dalam negeri Amerika dan kebijakannya dikuasai oleh para pemilik modal. Dan ini realita di mana negara. Keuangan memang maha kuasa dalam mengendalikan wajah perpolitikan negara itu. Bahkan sering menjadikan para elit politik nampak seperti aneh, bahkan tidak rasional, karena harus mengikut kepada kepentingan sang penguasa tersembunyi (hidden power) itu yang seolah menentang akal sehat manusia.

Dalam konteks inilah Amerika dan Pemimpin politiknya harus dipahami. Bahwa realita dinamika sosial politik memang dikuasai oleh segmen masyarakat tertentu karena "keuangan yang maha berkuasa" tadi itu.

Bagi kami masyarakat Muslim di Amerika hal ini menjadi catatan penting dalam kerangka dakwah kami. Bahwa perjuangan dakwah di Amerika bukan sekedar menambah jumlah Muslim secara kuantitas. Tapi bagaimana melakukan gebrakan sehingga ke depan dinamika sosio politi itu dapat berubah. Tentu sangat tidak mudah. Selain karena semua jembatan pembentukan persepsi sebagai jalan merubah tatanan masyarakat masih dikuasai oleh segmen masyarakat yang dimaksud. Media salah satunya yang terpenting.

Tapi poinnya adalah jangan terlalu besar harap kepada Amerika ketika telah masuk ke ranah Palestina-Israel. Walaupun Amerika adalah negara super power dan di mana-mana mengkampanyekan demokrasi, kebebasan dan HAM, Amerika masih berada di bawah tekanan kepentingan domestik yang dikuasai oleh segmen masyarakat tertentu.

Hentikan Mengemis!

Karenanya untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina hentikan mengemis dari negara-negara non Muslim, termasuk Amerika. Umat ini secara mendasar diingatkan: "Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib sebuah kaum hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka".

Pada tataran inilah Palestina tidak akan mendapatkan hak-haknya kecuali ada dua hal mendasar yang segera dilakukan.

Pertama, bangsa Palestina sendiri harus segera kembali bersatu. Perpecahan bangsa Palestina ke berbagai kepingan menjadikannya begitu mudah diambrukkan. Fatah dan Hamas adalah dua kelompok dominan yang tidak pernah menyatu. Dan karenanya begitu mudah bagi Israel untuk melemahkan di tengah kelemahan yang telah ada.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!