Istana Besar di Surga dan Penghuninya (2)

Rabu, 19 Mei 2021 - 21:33 WIB
Kami bertanya kembali, 'Apa bahan bangunan surga?' Beliau menjawab, 'Surga dibangun dari batu bata yang terbuat dari perak dan emas, sedangkan pelapurnya adalah minyak misik yang sangat harum; kerikilnya adalah mutiara dan yaqut, dan tanahnya adalah zafaran. Siapa saja yang masuk ke dalamnya, maka ia akan merasa nikmat (bahagia) dan tidak merasa sengsara, akan kekal dan tidak akan mati, pakaiannya tidak rusak, dan keremajaannya tidak luntur (punah) '.

Beliau melanjutkan: "Ada tiga orang yang doanya tidak akan tertolak, yaitu: seorang imam (pemimpin) yang adil, orang yang berpuasa seperti ketika ia berbuka, dan doa orang yang teraniaya (terzhalimi). Allah akan mengangkat doanya ke atas awan dan membuka pintu-pintu langit bagi (doanya) itu."

Lalu Allah berfirman: "Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meskipun setelah lewat waktunya". (HR. Tirmidzi) Shahih Ash-Shahihah (2/692-693).

Kenikmatan di Surga

Bangunan dan taman di surga beserta isinya terbuat dari bahan pilihan logam mulia dan batu mulia; emas, perak, intan berlian, yaqud, misik dan mutiara, serta bahan lain yang tidak pernah terlintas di pikiran manusia. Sehingga bangunan dan taman di surga berkilauan, sedap dipandang mata.

Tidak ada permasalahan sedikitpun di surga karena semuanya sudah tersedia. Pakaian dari sutra tebal dan tipis tidak pernah lusuh serta tetap dalam keadaan baru. Umur laki-laki penghuni surga selalu seperti umur Nabi Isa 'alahissalam. Ketika diangkat ke sisi-Nya 33 tahun dan perempuan sebaya dengannya. Walaupun lama sekali tinggal di surga tidak bertambah tua dan tetap muda. Betah tinggal di dalam surga dan tidak ada kekhawatiran akan berakhir, karena Allah Maha Benar di dalam Al-Qur'an menjanjikan hidup selama-lamanya.

Firman Allah Ta'ala:

لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا إِلَّا سَلَٰمًا ۖ وَلَهُمْ رِزْقُهُمْ فِيهَا بُكْرَةً وَعَشِيًّا

"Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang." (QS. Maryam: 62)

Rezeki maknanya anugerah apa saja yang diberikan Allah Maha Luas Karunia-Nya. Bisa juga diartikan makanan atau minuman yang akan diberikan kepada penduduk surga pada waktu pagi dan petang. Bukan berarti selain kedua waktu tersebut, Allah Maha Meluaskan Rezeki tidak memberikan rezekinya kepada penghuni surga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!