Ada Keberkahan dari Makanan, Bagaimana Meraihnya?

Jum'at, 21 Mei 2021 - 09:07 WIB
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

"Bahwa orang-orang yang tabdzir itu adalah saudara-saudara setan." (QS. Al-Isra: 27)

Ini adalah adab yang pertama yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi wa sallam dalam hadis ini. Yaitu makanan yang terjatuh diambil, dibersihkan, dimakan. Kalau tidak ada kotoran, maka bisa langsung dimakan, tidak ada masalah.

Mengapa kita mengambil makanan yang terjatuh itu kemudian kita bersihkan lalu kita makan? Kata beliau:

،وَلاَ يدَعْها للشَّيطَانِ

"Dan jangan dia biarkan makanan itu untuk setan"

Baca juga: KSAL Minta Awak KRI Sultan Hasanuddin Teruskan Kesuksesan dalam Misi Perdamaian Dunia

Ini menunjukkan bahwa setan ketika ada makanan jatuh dan dibiarkan maka akan dimakan oleh setan. Setan tidak bisa mengambil makanan atau ikut serta dalam makanan kita kalau kita membaca Bismillah.

وَلا يمسَحْ يَدهُ بِالمِنْدِيلِ حتَّى يَلعقَ أَصَابِعَهُ

"Dan jangan dia membersihkan tangannya dengan sapu tangan atau dengan tisu, hingga dia menjilati jari jemarinya yang digunakan untuk makan itu (tangan kanannya)."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!