Pentingnya Memiliki Amal Ibadah Rahasia
Jum'at, 28 Mei 2021 - 12:02 WIB
Baca juga: Allah Haramkan Neraka Bagi yang Melakukan Amalan Ini
Mengasingkan diri berarti amalannya sering tidak ditampakkan pada orang lain. Imam Asy Syafi’i mengatakan, “Sudah sepatutnya bagi seorang alim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya saja yang mengetahuinya" - (Ta’thirul Anfas min Haditsil Ikhlas, Sayyid bin Husain Al ‘Afaniy).
Contoh amalan yang bisa kita rahasiakan, misalnya:
1. Menyembunyikan amalan sholat sunnah
Banyak sholat sunnah yang bisa kita amalkan dan tidak perlu ditampakkan pada orang lain. Kita sholat sunnah seperti sholat sunnah dhuha, atau shalat malam atau tahajud misalnya. Ada beberapa sahabat yang mencontohkan soal amalan ini, yakni:
Baca juga: Ketika Masjid, Sinagoga dan Gereja Dibangun dalam Satu Atap
- Ar Robi bin Khutsaim –murid ‘Abdullah bin Mas’ud- tidak pernah mengerjakan sholat sunnah di masjid kaumnya kecuali hanya sekali saja. - (Az Zuhud, Imam Ahmad, Mawqi’ Jami’ Al Hadis).
- Ayub As Sikhtiyaniy memiliki kebiasaan bangun setiap malam. Ia pun selalu berusaha menyembunyikan amalannya. Jika waktu shubuh telah tiba, ia pura-pura mengeraskan suaranya seakan-akan ia baru bangun ketika itu. (Hilyatul Auliya’, Abu Nu’aim Al Ash-bahaniy,)
2. Menyembunyikan amalan sedekah
Di antara golongan yang mendapatkan naungan Allah di hari kiamat nanti adalah,
“Seseorang yang bersedekah kemudian ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” - (HR Bukhari dan Muslim)
Mengasingkan diri berarti amalannya sering tidak ditampakkan pada orang lain. Imam Asy Syafi’i mengatakan, “Sudah sepatutnya bagi seorang alim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya saja yang mengetahuinya" - (Ta’thirul Anfas min Haditsil Ikhlas, Sayyid bin Husain Al ‘Afaniy).
Contoh amalan yang bisa kita rahasiakan, misalnya:
1. Menyembunyikan amalan sholat sunnah
Banyak sholat sunnah yang bisa kita amalkan dan tidak perlu ditampakkan pada orang lain. Kita sholat sunnah seperti sholat sunnah dhuha, atau shalat malam atau tahajud misalnya. Ada beberapa sahabat yang mencontohkan soal amalan ini, yakni:
Baca juga: Ketika Masjid, Sinagoga dan Gereja Dibangun dalam Satu Atap
- Ar Robi bin Khutsaim –murid ‘Abdullah bin Mas’ud- tidak pernah mengerjakan sholat sunnah di masjid kaumnya kecuali hanya sekali saja. - (Az Zuhud, Imam Ahmad, Mawqi’ Jami’ Al Hadis).
- Ayub As Sikhtiyaniy memiliki kebiasaan bangun setiap malam. Ia pun selalu berusaha menyembunyikan amalannya. Jika waktu shubuh telah tiba, ia pura-pura mengeraskan suaranya seakan-akan ia baru bangun ketika itu. (Hilyatul Auliya’, Abu Nu’aim Al Ash-bahaniy,)
2. Menyembunyikan amalan sedekah
Di antara golongan yang mendapatkan naungan Allah di hari kiamat nanti adalah,
“Seseorang yang bersedekah kemudian ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” - (HR Bukhari dan Muslim)
Lihat Juga :