Sebelum Islam Datang, Puasa Sudah Diwajibkan kepada Umat Terdahulu
Senin, 13 April 2020 - 13:16 WIB
Bahkan dalam hadis lain, beliau menyatakan:
???????? ????????? ?????? ????? ???????? ????? ??????? ??????? ?????????? ???????
Sebaik-baiknya puasa adalah puasa saudaraku, Dawud AS. Ia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari, (H.R. Ahmad).
Berdasar hadis di atas, Nabi Dawud ‘alaihis salam juga memiliki kebiasaan berpuasa selang sehari. Puasa itu kemudian disunnahkan oleh Rasulullah kepada umatnya. Demikian halnya puasa ‘Asyura dan puasa “ayyamul bidl”.
Ahmad Sarwat, Lc., MA dalam buku "Tafsir Al-Baqarah 183" menulis, orang-orang sebelum kamu di sini maksudnya semua umat dari semua agama samawi yang dikirimkan kepada mereka nabi dan rasul dari sisi Allah SWT. Mulai dari Nabi Adam hingga Isa putera Maryam alihimassalam.
Ada nabi yang namanya termaktub di dalam ada 25 orang, namun di luar itu jumlahnya amat banyak. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa jumlah nabi dan rasul mencapai 124 ribu orang. Dari jumlah itu, 300-an orang di antaranya adalah rasul. Dalilnya adalah hadits berikut ini:
Dari Abi Dzar Al-Ghifari radhiyalllahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang jumlah para nabi, "(Jumlah para nabi itu) adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi." Para shahabat bertanya lagi, "Lalu berapa jumlah rasul di antara mereka?" Beliau menjawab, "Tiga ratus dua belas (312) orang." (HR At-Turmuzy)
Puasa Umat Nasrani dan Yahudi
Menurut Ahmad Sarwat, kesemua umat inilah yang dimaksud dengan orang-orang terdahulu sebelum kamu. Namun di masanya, Rasulullah SAW sendiri hanya bertemu dengan dua umat, yaitu Nasrani dan Yahudi.
Ketika masih di Mekkah bertemu dengan banyak pemeluk agama Nasrani seperti Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza yang merupakan sepupu tertua dari jalur ayah Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW.
???????? ????????? ?????? ????? ???????? ????? ??????? ??????? ?????????? ???????
Sebaik-baiknya puasa adalah puasa saudaraku, Dawud AS. Ia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari, (H.R. Ahmad).
Berdasar hadis di atas, Nabi Dawud ‘alaihis salam juga memiliki kebiasaan berpuasa selang sehari. Puasa itu kemudian disunnahkan oleh Rasulullah kepada umatnya. Demikian halnya puasa ‘Asyura dan puasa “ayyamul bidl”.
Ahmad Sarwat, Lc., MA dalam buku "Tafsir Al-Baqarah 183" menulis, orang-orang sebelum kamu di sini maksudnya semua umat dari semua agama samawi yang dikirimkan kepada mereka nabi dan rasul dari sisi Allah SWT. Mulai dari Nabi Adam hingga Isa putera Maryam alihimassalam.
Ada nabi yang namanya termaktub di dalam ada 25 orang, namun di luar itu jumlahnya amat banyak. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa jumlah nabi dan rasul mencapai 124 ribu orang. Dari jumlah itu, 300-an orang di antaranya adalah rasul. Dalilnya adalah hadits berikut ini:
Dari Abi Dzar Al-Ghifari radhiyalllahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang jumlah para nabi, "(Jumlah para nabi itu) adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi." Para shahabat bertanya lagi, "Lalu berapa jumlah rasul di antara mereka?" Beliau menjawab, "Tiga ratus dua belas (312) orang." (HR At-Turmuzy)
Puasa Umat Nasrani dan Yahudi
Menurut Ahmad Sarwat, kesemua umat inilah yang dimaksud dengan orang-orang terdahulu sebelum kamu. Namun di masanya, Rasulullah SAW sendiri hanya bertemu dengan dua umat, yaitu Nasrani dan Yahudi.
Ketika masih di Mekkah bertemu dengan banyak pemeluk agama Nasrani seperti Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza yang merupakan sepupu tertua dari jalur ayah Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW.
Lihat Juga :