Syekh Abdul Qadir Jilani, Sosok Ulama yang Toleran dalam Perbedaan Fiqih

Minggu, 06 Juni 2021 - 07:44 WIB
Al-Qadhi Abu Ya’la di zamannya pernah didatangi seseorang untuk beajar mazhabnya. Setelah dijawab oleh pendatang itu tentang asal muasalnya, maka Al-Qadhi Abu Ya’la menolak permintaannya untuk belajar. Karena dalam pandangan Al-Qadhi Abu Ya'la si pendatang ini berasal dari daerah yang di sana sudah ada ulama besar yang berbeda madzhab. Dan sebaiknya si pendatang tersebut belajar kepada ulama itu. Karena justru beliau berada di wilayahnya.

Guru Beliau

Syekh Abul Qadir berguru kepada banyak masyayikh di Baghdad. Dalam ilmu fiqih Hambali, beliau belajar kepada Abu Said Al Mubarak ibn ‘Ali Al Mukhrami. Madrasah Abu Said inilah yang nantinya akan diwariskan kepada Syekh Abdul Qadir. Dan kemudian populer dengan nama Madrasah Qadiriyah.

Beliau juga berguru fiqih Hanbali kepada Abul Khattab Al Kalwadzani, salah satu murid Al Qadhi Abu Ya’la. Beliau juga berguru kepada seorang ulama besar Baghdad bernama Abul Wafa Ibnu ‘Aqil, penulis Al-Funun yang cukup dalam mengetahui pemikiran Muktazilah. Bahkan konon pernah sampai tersesat dalam belantara pemikiran muktazilah dan susah keluar. Walaupun akhirnya berhasil menyelamatkan diri.

Sedangkan dalam ilmu Hadis, beliau mendengar hadis dari Abu Ghalib Al Baqilani, Ja'far As Siraj Al-Baghdadi, Ahmad at Tammar, Muhammad ibn Maimun An-Nursi, Abul Qasim Ar Razaz, Abu Thalib Al Yusufi dan sepupunya, Abul Barakat As Siqthi, Ahmad Al Banna,

dan lain sebagainya.

Sedangkan terkait sastra, beliau belajar dari Abu Zakariya At Tibrizi, seorang linguis dan juga penyair murid Abul ‘Ala Al Ma’arri. Al Khatib Al-Baghdadi dikabarkan pernah juga meriwayatkan darinya.

Salah satu karya beliau yang cukup populer yaitu Al-Ghunyah, bahkan dianggap terpengaruh oleh pemikiran Imam Al-Ghazali dalam penyusunan Ihya 'Ulumiddin. Dalam kitab beliau berjudul Al-Ghunyah, ada lebih dari sekitar seribuan hadits beliau tuliskan tanpa disandarkan kepada sanad. Dan ada sekitar 110 hadis yang bersanad dari dua jalur gurunya yaitu Ibnul Mubarak As-Siqthi dan Ibnul Hasan Al Banna.

Imam Abdul Qadir Al-Jilani wafat pada malam Sabtu 10 Rabi'ah Tsani 561 Hijriyah. Beliau disholatkan oleh putranya Abdul Wahhab beserta jamaah dan murid-muridnya. Dimakamkan di pusara Madrasah Qadiriyah. Semoga Allah merahmatinya, meridhainya dan memberkahi ilmunya untuk kita semua.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Awal Mula Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani Belajar Tasawuf
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!