Gus Baha: Berdoa Adalah Ibadah, Tetapi Jangan Menggurui Allah

Selasa, 08 Juni 2021 - 07:45 WIB
Ulama ahli tafsir yang juga Rais Syuriyah PBNU, Gus Baha menyampaikan ceramahnya dalam satu kajian. Foto/Ist
Pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur’an LP3IA Kragan Rembang, KH Bahauddin Nursalim atau dikenal dengan Gus Baha berpesan kalau berdoa jangan sampai seakan-akan menggurui Allah Yang Maha Kuasa.

Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyatakan bahwa doa merupakan intisari ibadah (ad-du’au mukhkhul ibadah). Alasan yang pertama, berdoa sama halnya dengan menjalankan perintah Allah. Kedua, doa mampu memutus pengharapan kepada selain Allah. Keterangan ini sekaligus menunjukkan betapa pentingnya seorang hamba memanjatkan doa kepada Allah.

Baca Juga: 4 Kiat Agar Ikhlas Beramal, Salah Satunya Sering Baca Doa Ini

Adab berdoa ini sering disinggung Gus Baha dalam berbagai kesempatan. Beliau mengutip pendapat Sayyid Abdullah Al-Haddad yang menyatakan bahwa doa itu tidak penting mustajab (diijabahi) atau tidak, karena doa itu sudah ibadah. Doa juga sudah bentuk penghambaan diri kepada Allah dan menjadi bukti bahwa hamba itu lemah sehingga meminta kepada Allah.

"Jika setiap orang yang berdoa kepada Allah hanya berdasar keinginan hati, maka ia juga berharap supaya yang dipanjatkan dikabulkan oleh Allah. Berbeda halnya apabila doa juga didasari dengan ilmu," kata Gus Baha seperti dikutip dari iqra.id.

Kata Gus Baha, orang berilmu tatkala berdoa akan sadar bahwa ia sekadar hamba, dan sudah selayaknya jika hamba itu memohon pada Zat yang bisa memberi. Dengan landasan ilmu itu, diberi atau tidak diberi, dikabulkan maupun tidak, maka yang dilakukannya adalah kebenaran, karena ia hanya meminta pada Zat yang benar.

Lantas Gus Baha menyebutkan syair yang sangat masyhur karangan Sayyid Abdullah Al-Haddad, yang berisi tentang kelemahan seorang hamba di hadapan Allah.

قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِي

فَدُعَـائِي وابْتِهـَالِي شَـاهِدٌ لِي بِافْتِقَارِي

"Telah cukuplah bagiku pengetahuan Tuhanku akan permintaan dan usahaku. Doa dan permohonanku merupakan bukti kefakiranku."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!