4 Kiat Agar Ikhlas Beramal, Salah Satunya Sering Baca Doa Ini

loading...
4 Kiat Agar Ikhlas Beramal, Salah Satunya Sering Baca Doa Ini
Salah satu kiat agar ikhlas dalam beramal adalah memperbanyak doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Foto/dok Habib Quraisy
Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Jawa Barat Al-Habib Quraisy Baharun menyampaikan empat kiat agar ikhlas dalam beramal. Dalam Al-Qur'an, Allah menjelaskan bahwa keselamatan dan kebahagiaan bergantung kepada amal saleh dan keimanan, kemudian Allah menyebutkan kesempurnaan iman manusia.

"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan..." (An-Nisa: 125)

Baca Juga: Aa Gym: 3 Syarat Supaya Menjadi Ahli Syukur dan Ikhlas

Ikhlas beramal salih hanya mengharap ridho Allah adalah hal yang tidak mudah. Namun, sebagai muslim kita dituntut untuk berusaha sungguh-sungguh untuk melakukannya. Berikut 4 kiat agar ikhlas beramal untuk akhirat yang dilansir dari kajian Habib Quraisy Baharun:

1. Memperbanyak Doa Nabi Berikut
Doa ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dari Ibnu Umar, ia berkata; jarang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dari majelis kecuali beliau berdoa dengan doa-doa ini untuk para sahabatnya:
اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ وَمِنْ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلَا تَجْعَلْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا

"Ya Allah, curahkanlah kepada kepada kami rasa takut kepadaMu yang menghalangi kami dari bermaksiat kepadaMu, dan ketaatan kepadaMu yang mengantarkan kami kepada SurgaMu, dan curahkanlah keyakinan yang meringankan musibah di dunia. Berilah kenikmatan kami dengan pendengaran kami, penglihatan kami, serta kekuatan kami selama kami hidup, dan jadikan itu sebagai warisan dari kami, dan jadikan pembalasan atas orang yang menzalimi kami, dan tolonglah kami melawan orang-orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami pada agama kami, dan jangan Engkau jadikan dunia sebagai impian kami terbesar, serta pengetahuan kami yang tertinggi, serta jangan engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menyayangi kami." (HR. Tirmidzi No 3502)

2. Mengetahui Hakihat Hidup Dunia dan Akhirat
Kita harus banyak membaca ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits tentang hakikat dunia dan akhirat. Di antara hadits yang menggambarkan hakikat dunia yaitu hadits dari Jabir radhiyallahu 'anhu:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِالسُّوقِ دَاخِلًا مِنْ بَعْضِ الْعَالِيَةِ وَالنَّاسُ كَنَفَتَهُ فَمَرَّ بِجَدْيٍ أَسَكَّ مَيِّتٍ فَتَنَاوَلَهُ فَأَخَذَ بِأُذُنِهِ ثُمَّ قَالَ أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ فَقَالُوا مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ قَالَ أَتُحِبُّونَ أَنَّهُ لَكُمْ قَالُوا وَاللَّهِ لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيهِ لِأَنَّهُ أَسَكُّ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ فَقَالَ فَوَاللَّهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melintas masuk ke pasar seusai pergi dari tempat-tempat tinggi sementara orang-orang berada disisi beliau. Beliau melintasi bangkai anak kambing dengan telinga melekat, beliau mengangkat telinganya lalu bersabda: "Siapa diantara kalian yang mau membeli ini seharga satu dirham?" mereka menjawab: Kami tidak mau memilikinya, untuk apa? Beliau bersabda: "Apa kalian mau (bangkai) ini milik kalian?" mereka menjawab: Demi Allah, andai masih hidup pun ada cacatnya karena telinganya menempel, lalu bagaimana halnya dalam keadaan sudah mati? Beliau bersabda: "Demi Allah, dunia lebih hina bagi Allah melebihi (bangkai) ini bagi kalian." (HR Muslim No 2957)

Juga hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: "Orang termewah sedunia yang termasuk penghuni neraka didatangkan pada hari Kiamat lalu dicelupkan sekali ke neraka, setelah itu dikatakan padanya: 'Wahai anak cucu Adam, apa kau pernah melihat kebaikan sedikit pun, apa kau pernah merasakan kenikmatan sedikit pun? Ia menjawab: 'Tidak, demi Allah, wahai Rabb.' Kemudian orang paling sengsara di dunia yang termasuk penghuni surga didatangkan kemudian ditempatkan di surga sebentar, setelah itu dikatakan padanya: 'Hai anak cucu Adam, apa kau pernah melihat kesengsaraan sedikit pun, apa kau pernah merasa sengsara sedikit pun? Ia menjawab: "Tidak, demi Allah, wahai Rabb, aku tidak pernah merasa sengsara sedikit pun dan aku tidak pernah melihat kesengsaraan pun’." (HR. Muslim: 2807)

Sehingga dengan mengetahui hal ini kita lebih fokus mengharapkan ganjaran akhirat.
halaman ke-1
cover top ayah
وَاِنَّهٗ لَتَذۡكِرَةٌ لِّلۡمُتَّقِيۡنَ
Dan sungguh, Al-Qur'an itu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

(QS. Al-Haqqah:48)
cover bottom ayah
preload video