Ketika Pak Harto Naik Haji dan Tradisi Ganti Nama

Rabu, 09 Juni 2021 - 05:00 WIB
Rois Indonisi artinya pemimpin dari Indonesia. Mereka menghormati Pak Harto sebagai pemimpin dari negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Momen Pak Harto naik haji itu menjadi momen langka. Video dan gambar-gambar Pak Harto naik haji disebar ke pelosok Nusantara.

Baca juga: Peringati 100 Tahun Presiden Soeharto, Keluarga Gelar Doa Bersama di Masjid At Tin

Sepulang dari Tanah Suci pada 26 Juni 1991, Pak Harto lebih suka menggunakan nama Haji Mohammad Soeharto, sementara istrinya Hajah Siti Fatimah Hartinah Soeharto. Nama itu pemberian Raja Fahd.

Tradisi Ganti Nama

Tradisi ganti nama biasa dilakukan jamaah haji usai kembali dari Tanah Suci. Biasanya nama tersebut merupakan hasil dari konsultasi dengan kiai pembimbing haji.

Di sejumlah daerah, nama baru seperti wajib. Di Madura, misalnya, seseorang sepulang haji, akan ditanya para tetangga nama barunya. Nama baru itulah yang menjadi panggilan sehari- hari menggantikan nama sebelumnya.

Perubahan nama tersebut tidak mengubah data-data pada dokumen kependudukan atau dokumen-dokumen penting lainnya seperti KTP, KK, atau Ijazah lulusan lembaga sekolah.

Konsultan Ibadah Daerah Kerja Mekkah KH Ahmad Wazir menjelaskan dari sisi sejarah dan syariat terkait tradisi ganti nama setelah haji sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu.

Urusan ini biasanya ditangani oleh maktab dari para syekh yang menjadi pemandu jemaah haji. "Dari sisi agama, literatur belum saya jumpai, itu hanya aspek tradisi maksudnya ya untuk tabarruk, ngalap berkah,” kata KH Ahmad Wazir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!