Begini Cara Ulama Salaf Menyikapi Istri yang Durhaka
Selasa, 29 Juni 2021 - 15:23 WIB
4) Menjaga lisan dari ghibah dan mengadu domba.
5) Zuhud terhadapat dunia.
6) Sabar ketika mendapatkan musibah."
Abdullah bin Mubarok berkata: "Dan dari fitnah wanita yang diperingatkan oleh Nabi Muhammad adalah wanita yang dapat merusak tali silaturrahmi suaminya, dan memaksa mereka untuk mencari tambahan pekerjaan untuk memuaskan syahwat sang istri."
Abdullah bin Umar berkata: "Tanda-tanda istri ahli neraka adalah dia akan tersenyum di depan suaminya dan berkhianat di belakangnya."
Dikisahkan, Abu Muthi' Al-Balkhi mengadu kepada Ayyub bin Kholaf tentang buruknya perangai istrinya dan beliau berkata: "Barangsiapa yang tidak sabar menghadapi istri yang durhaka bagaimana ia bisa meminta derajat yang tinggi di sisi Allah."
Dan begitulah para salaf, banyak dari mereka mendapatkan maqom (derajat) yang tinggi di sisi Allah disebabkan kesabaran menghadapi istri mereka. Mereka tidak menceraikan istri-istri mereka yang durhaka dikhawatirkan mereka (istri) tidak mendapatkan suami yang penyabar, sehingga suami tersebut tidak ridho kepada mereka, dan hanya ridho suamilah yang dapat mengantarkan mereka ke surganya Allah seperti pada hadis berikut:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « أيما امرأة ماتت وزوجها عنها راض دخلت الجنة »
(رواه إبن ماجه والترمذي)
"Wanita mana saja yang meninggal dunia, kemudian suaminya merasa ridho terhadapnya, maka ia akan masuk surga".
(HR Ibnu Majah, Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi)
5) Zuhud terhadapat dunia.
6) Sabar ketika mendapatkan musibah."
Abdullah bin Mubarok berkata: "Dan dari fitnah wanita yang diperingatkan oleh Nabi Muhammad adalah wanita yang dapat merusak tali silaturrahmi suaminya, dan memaksa mereka untuk mencari tambahan pekerjaan untuk memuaskan syahwat sang istri."
Abdullah bin Umar berkata: "Tanda-tanda istri ahli neraka adalah dia akan tersenyum di depan suaminya dan berkhianat di belakangnya."
Dikisahkan, Abu Muthi' Al-Balkhi mengadu kepada Ayyub bin Kholaf tentang buruknya perangai istrinya dan beliau berkata: "Barangsiapa yang tidak sabar menghadapi istri yang durhaka bagaimana ia bisa meminta derajat yang tinggi di sisi Allah."
Dan begitulah para salaf, banyak dari mereka mendapatkan maqom (derajat) yang tinggi di sisi Allah disebabkan kesabaran menghadapi istri mereka. Mereka tidak menceraikan istri-istri mereka yang durhaka dikhawatirkan mereka (istri) tidak mendapatkan suami yang penyabar, sehingga suami tersebut tidak ridho kepada mereka, dan hanya ridho suamilah yang dapat mengantarkan mereka ke surganya Allah seperti pada hadis berikut:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « أيما امرأة ماتت وزوجها عنها راض دخلت الجنة »
(رواه إبن ماجه والترمذي)
"Wanita mana saja yang meninggal dunia, kemudian suaminya merasa ridho terhadapnya, maka ia akan masuk surga".
(HR Ibnu Majah, Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi)
Lihat Juga :