Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia Menurut 4 Teori
Selasa, 06 Juli 2021 - 14:57 WIB
Bukti kedua, adanya kesamaan ajaran sufi yang dianut oleh Syekh Siti Jenar, seorang ulama sufi asal Jepara, dengan sufi Iran beraliran Al-Hallaj.
Baca juga: Jual Mahal Ivermectin, Pemilik Toko Obat di Pramuka Digelandang ke Polda Metro
Akan tetapi seperti yang kita ketahui, aliran Islam di Persia merupakan aliran Islam Syiah sedangkan aliran Islam yang berkembang di Indonesia adalah aliran Sunni. Sehingga teori Persia ini di anggap kurang relevan dengan fakta yang ada.
4. Teori China
Teori China merupakan teori yang menyebutkan bahwa ajaran agama Islam masuk ke Indonesia berasal dari China, agama Islam sendiri berkembang di China pada masa Dinasti Tang (618-905 Masehi). Konon, Islam masuk ke China sendiri dibawa oleh panglima Muslim yang bernama Saad bin Waqash yang berasal dari Madinah pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan. Bahkan salah satu kota di China pada masa itu yakni kota Kanton pernah menjadi pusat dakwah muslim di China.
Baca juga: Bersama AS, Jepang Siap Bela Taiwan Jika Diserang China
Dalam buku Islam in Cina yang ditulis oleh Jean A. Berlie (2004) menyebutkan bahwa relasi antara orang-orang Islam dari Arab dengan orang-orang di China terjadi pada tahun 713 Masehi. Masuknya Islam ke Nusantara juga diyakini bersamaan dengan banyaknya migrasi orang-orang China muslim ke Asia Tenggara terutama wilayah nusantara yang kebanyakan memasuki wilayah Sumatera bagian selatan pada tahun 879 Masehi atau abad ke-9 Masehi.
Bukti lain dari teori China ini adalah banyaknya pendakwah yang berasal dari keturunan China yang mempunyai pengaruh besar pada masa kerajaan Demak. Seperti kita ketahui, kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa.
Banyak yang meyakini bahwa Islam masuk ke Indonesia pada tahun 700 Masehi atau pada abad ke-7, hal ini dikarenakan dari catatan China kuno menerangkan bahwa pada masa itu terdapat perkampungan Arab atau pemukiman Arab di daerah pesisir barat pulau Sumatera hingga ke sekitar selat Malaka.
Baca juga: Pangdam Kasuari: Papua Tetap Dalam Satu Bingkai NKRI
Wallahu A'lam
Baca juga: Jual Mahal Ivermectin, Pemilik Toko Obat di Pramuka Digelandang ke Polda Metro
Akan tetapi seperti yang kita ketahui, aliran Islam di Persia merupakan aliran Islam Syiah sedangkan aliran Islam yang berkembang di Indonesia adalah aliran Sunni. Sehingga teori Persia ini di anggap kurang relevan dengan fakta yang ada.
4. Teori China
Teori China merupakan teori yang menyebutkan bahwa ajaran agama Islam masuk ke Indonesia berasal dari China, agama Islam sendiri berkembang di China pada masa Dinasti Tang (618-905 Masehi). Konon, Islam masuk ke China sendiri dibawa oleh panglima Muslim yang bernama Saad bin Waqash yang berasal dari Madinah pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan. Bahkan salah satu kota di China pada masa itu yakni kota Kanton pernah menjadi pusat dakwah muslim di China.
Baca juga: Bersama AS, Jepang Siap Bela Taiwan Jika Diserang China
Dalam buku Islam in Cina yang ditulis oleh Jean A. Berlie (2004) menyebutkan bahwa relasi antara orang-orang Islam dari Arab dengan orang-orang di China terjadi pada tahun 713 Masehi. Masuknya Islam ke Nusantara juga diyakini bersamaan dengan banyaknya migrasi orang-orang China muslim ke Asia Tenggara terutama wilayah nusantara yang kebanyakan memasuki wilayah Sumatera bagian selatan pada tahun 879 Masehi atau abad ke-9 Masehi.
Bukti lain dari teori China ini adalah banyaknya pendakwah yang berasal dari keturunan China yang mempunyai pengaruh besar pada masa kerajaan Demak. Seperti kita ketahui, kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa.
Banyak yang meyakini bahwa Islam masuk ke Indonesia pada tahun 700 Masehi atau pada abad ke-7, hal ini dikarenakan dari catatan China kuno menerangkan bahwa pada masa itu terdapat perkampungan Arab atau pemukiman Arab di daerah pesisir barat pulau Sumatera hingga ke sekitar selat Malaka.
Baca juga: Pangdam Kasuari: Papua Tetap Dalam Satu Bingkai NKRI
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :