Khasiat Daun Bidara, Sering Dipakai Ruqyah Oleh Salafus Saleh
Kamis, 15 Juli 2021 - 16:00 WIB
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ
دَخَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَغْسِلُ ابْنَ فَقَالَ اغْسِلْنَهَا ثَلَاثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَاجْعَلْنَ فِي الْآخِرَةِ كَافُورًا فَإِذَا فَرَغْتُنَّ فَآذِنَّنِي ....
"Dari Ummu 'Athiyyah radhiallahu 'anha berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemui kami ketika kami akan memandikan puteri. Beliau lalu bersabda: "Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian). Dan bila kalian telah selesai beritahu aku...."
(HR Al-Bukhari No 1254)
Adapun ruqyah dengan Daun Bidara memang tidak ada dalam Sunnah, tetapi ada dalam jejak perilaku salafush saleh. Imam Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan:
وذكر ابن بطال أن في كتب وهب بن منبه أن يأخذ سبع ورقات من سدر أخضر ، فيدقه بين حجرين ، ثم يضربه بالماء ، ويقرأ آية الكرسي والقواقل ، ثم يحسو منه ثلاث حسيات ، ثم يغتسل به ، فإنه يذهب عنه كل ما به ، وهو جيد للرجل إذا حبس عن أهله )
"Ibnu Baththal menyebutkan bahwa di dalam kitab-kitab Wahb bin Munabbih, bahwa hendaknya diambil 7 helai Daun Bidara berwarna hijau, ditumbuk dengan batu, lalu masukkan ke air dan diaduk, dan bacakan Ayat Kursi dan 3 Surah Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), lalu oles tiga kali, dan mandikan dengannya niscaya menghilangkan semua apa yang dideritanya." (Fathul Bari, 10/233)
Para ulama masa kini seperti Syekh Abdul Aziz bin Baaz, Syekh Utsaimin, Syekh Abdullah Al Jibrin, dan lainnya juga membolehkannya. Namun dengan keyakinan bahwa daun tersebut bukanlah yang memberikan manfaat, tetapi Allah Ta'ala yang memberikan manfaat. Digunakan daun Bidara karena itu juga salah satu dedaunan Surga.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Daun yang Dianjurkan Rasulullah untuk Dikonsumsi agar Sehat
دَخَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَغْسِلُ ابْنَ فَقَالَ اغْسِلْنَهَا ثَلَاثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَاجْعَلْنَ فِي الْآخِرَةِ كَافُورًا فَإِذَا فَرَغْتُنَّ فَآذِنَّنِي ....
"Dari Ummu 'Athiyyah radhiallahu 'anha berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemui kami ketika kami akan memandikan puteri. Beliau lalu bersabda: "Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian). Dan bila kalian telah selesai beritahu aku...."
(HR Al-Bukhari No 1254)
Adapun ruqyah dengan Daun Bidara memang tidak ada dalam Sunnah, tetapi ada dalam jejak perilaku salafush saleh. Imam Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan:
وذكر ابن بطال أن في كتب وهب بن منبه أن يأخذ سبع ورقات من سدر أخضر ، فيدقه بين حجرين ، ثم يضربه بالماء ، ويقرأ آية الكرسي والقواقل ، ثم يحسو منه ثلاث حسيات ، ثم يغتسل به ، فإنه يذهب عنه كل ما به ، وهو جيد للرجل إذا حبس عن أهله )
"Ibnu Baththal menyebutkan bahwa di dalam kitab-kitab Wahb bin Munabbih, bahwa hendaknya diambil 7 helai Daun Bidara berwarna hijau, ditumbuk dengan batu, lalu masukkan ke air dan diaduk, dan bacakan Ayat Kursi dan 3 Surah Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), lalu oles tiga kali, dan mandikan dengannya niscaya menghilangkan semua apa yang dideritanya." (Fathul Bari, 10/233)
Para ulama masa kini seperti Syekh Abdul Aziz bin Baaz, Syekh Utsaimin, Syekh Abdullah Al Jibrin, dan lainnya juga membolehkannya. Namun dengan keyakinan bahwa daun tersebut bukanlah yang memberikan manfaat, tetapi Allah Ta'ala yang memberikan manfaat. Digunakan daun Bidara karena itu juga salah satu dedaunan Surga.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Daun yang Dianjurkan Rasulullah untuk Dikonsumsi agar Sehat
(rhs)
Lihat Juga :