Gus Baha Ditanya Haji Atau Umrah Dulu? Berikut Jawaban Beliau

Rabu, 21 Juli 2021 - 15:35 WIB
"Tidak. Tidak terlalu saleh. Satu, kalau kamu saleh beneran kangen Kanjeng Nabi, saya wajibkan umrah. Bagaimanapun kangen itu tidak ada hukumnya. Kangen Nabi, mati-matian sudah tidak berpikir haji wajib atau tidak. Kalau yang gampang umrah ya umrah."

Saya 2009, saya punya uang 16 juta rupiah. Zaman itu haji masih 21 juta rupiah. Saya kangen Nabi, saya buat daftar umrah.

Dalam hatiku seperti ini, "Wes gampang, umrah ketemu Nabi, berdoa di depan Nabi kan mustajab".

Tak akali. Saya berangkat umrah. Saat di Raudhoh saya berdoa. Umumnya orang berdoa di tempat ini mustajab. "Pokoknya saya pengen haji, kalau tidak berarti ada rada yang salah." (Hehehe)

Pada tahun 2011, saya punya uang sekitar Rp30 juta, istri saya daftarkan haji. "Dek, kamu daftar haji."

"Lha, jenengan, Gus...?"

"Hubungan Allah sama aku itu biasanya tidak repot-repot."

Tidak sampai sekian hari saya bisa Haji plus. Berarti sesuai perjanjian di Raudhoh. (Hehehe)

Padahal saya tidak kaya, tapi haji saya haji plus. Karena itu tadi, kangen Nabi terus saya turuti. Sebenarnya agak salah, tapi kangen itu tidak ada hukumnya.

Makanya, saya tanyai dia, kalau kamu saleh beneran, kangen Nabi tak suruh umrah sekarang. Tapi kalau kamu masih perhitungan, "Sowan Nabi atau tidak?"

Mau sowan Nabi kok begitu! Ciri utama orang senang itu tidak mikir, lha ini masih mikir umrah dulu apa haji dulu. Kalau masih mikir, salehnya pas-pasan.

Kalau awalnya dia bilang begini, "Gus, saya kangen Nabi, tapi uang saya cuma Rp25 juta bagaimana?"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!