Kisah Syekh Abdul Qadir Al-Jilani Bertemu Seorang Pemabuk
Kamis, 22 Juli 2021 - 05:00 WIB
Bertemu Gerombolan Perampok
Kisah lain yang tak kalah menariknya, Syekh Abdul Qadir Al-Jilani pernah dihadang segerombolan perampok ketika beliau hendak menuntut ilmu ke negeri Baghdad. Sebelum berangkat, ibunya berpesan agar Al-Jilani tidak berdusta dalam keadaan bagaimanapun. Beliau pun mematuhi nasihat ibunya.
Begitu sampai di Hamdan, beliau mendapat ujian segerombolan perampok menghampirinya. Syekh Al-Jilani tidak nampak berharta sebab menampilannya sangat sederhana dan miskin. Tetapi salah seorang perampok menanyakan uang kepadanya.
Al-Jilani mengaku hanya membawa uang dari pemberian ibunya sebanyak 80 keping (sumber lain menyebut 40 Dinar). Lalu sang perampok keheranan melihat kejujurannya.
Kepada perampok, Al-Jilani mengisahkan pesan ibunya, bahwa ia tidak boleh berdusta dalam keadaan bagaimanapun. Jika ia berdusta, ikhtiar menuntut ilmu tidak akan ada artinya.
Mendengar kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jilani itu, gerombolan perampok itu tersungkur jatuh di kaki Al-Jilani. Diceritakan bahwa pemimpin perampok itulah muridnya yang pertama kali. Dedengkot perampok itu pun menyatakan tobat di hadapan Syekh Abdul Qadir diikuti anak buahnya.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Mimpi Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani tentang Setan Berjenggot
Kisah lain yang tak kalah menariknya, Syekh Abdul Qadir Al-Jilani pernah dihadang segerombolan perampok ketika beliau hendak menuntut ilmu ke negeri Baghdad. Sebelum berangkat, ibunya berpesan agar Al-Jilani tidak berdusta dalam keadaan bagaimanapun. Beliau pun mematuhi nasihat ibunya.
Begitu sampai di Hamdan, beliau mendapat ujian segerombolan perampok menghampirinya. Syekh Al-Jilani tidak nampak berharta sebab menampilannya sangat sederhana dan miskin. Tetapi salah seorang perampok menanyakan uang kepadanya.
Al-Jilani mengaku hanya membawa uang dari pemberian ibunya sebanyak 80 keping (sumber lain menyebut 40 Dinar). Lalu sang perampok keheranan melihat kejujurannya.
Kepada perampok, Al-Jilani mengisahkan pesan ibunya, bahwa ia tidak boleh berdusta dalam keadaan bagaimanapun. Jika ia berdusta, ikhtiar menuntut ilmu tidak akan ada artinya.
Mendengar kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jilani itu, gerombolan perampok itu tersungkur jatuh di kaki Al-Jilani. Diceritakan bahwa pemimpin perampok itulah muridnya yang pertama kali. Dedengkot perampok itu pun menyatakan tobat di hadapan Syekh Abdul Qadir diikuti anak buahnya.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Mimpi Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani tentang Setan Berjenggot
(rhs)
Lihat Juga :