Mimpi Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani tentang Setan Berjenggot

loading...
Mimpi Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani tentang Setan Berjenggot
Poster Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani/Foto/Ilustrasi/Shopee
SYAIKH Abdul Qadir Al-Jilani menceritakan setidaknya dua mimpinya dalam kitabnya berjudul Futuh Al-Ghaib .. Mimpi pertama cerita tentang kerumunan orang di masjid . Sedangkan kedua tentang setan yang mirip kasim, lemah lembut dan berjenggot. (Baca juga: Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Jika Kita Menghadapi Keragu-raguan )

Begini cerita mimpi Syaikh tersebut:

Aku melihat dalam mimpi seolah aku berada di suatu tempat seperti masjid, yang di dalamnya ada beberapa orang menjauh dari manusia-manusia lain.

Aku berkata kepada diriku: “Jika si anu hadir di sini, tentu ia bisa mendisiplinkan orang-orang ini, dan memberi mereka petunjuk yang benar, dan seterusnya”, lalu terbayang olehku seorang yang saleh tengah dikerumuni mereka, dan salah seorang dari mereka bertanya: “Kenapa Anda diam?”

Baca juga: Menjaga Agar Iman Tidak Sirna Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Jawabku: “Jika kalian berkenan, aku akan bicara,” lanjutku, “Jika kalian menjauh dari orang-orang demi kebenaran, jangan meminta sesuatu pun dengan lidah kepada manusia. Jika kau berhenti meminta secara demikian, maka jangan meminta sesuatu pun kepada mereka, hatta di dalam benak, sebab meminta di dalam benak sama saja dengan meminta dengan lidah.

Dan ketahuilah, setiap hari Allah selalu kuasa mungubah, mengganti, meninggikan dan merendahkan (orang-orang). Ia naikkan derajat beberapa orang.

Lalu, mereka yang telah dinaikkan-Nya ke derajat tertinggi, diancam-Nya bahwa Ia bisa menjatuhkan mereka ke derajat terendah, dan diberi-Nya mereka harapan bahwa Ia akan memelihara mereka di tempat terpuji itu.

Sedang mereka yang telah dilemparkan-Nya ke derajat terendah, diancamNya dengan kehinaan nan abadi, dan diberi-Nya mereka harapan dinaikkan ke derajat tertinggi.”

Kemudian aku terjaga dari mimpiku.

Baca juga: Konsep Manunggal dengan Tuhan Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
halaman ke-1
cover top ayah
وَمَا عَلَّمۡنٰهُ الشِّعۡرَ وَمَا يَنۡۢبَغِىۡ لَهٗؕ اِنۡ هُوَ اِلَّا ذِكۡرٌ وَّقُرۡاٰنٌ مُّبِيۡنٌۙ
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas,

(QS. Yasin:69)
cover bottom ayah
preload video