Kisah Ya'juj Ma'juj di Surat Al-Kahfi dan Penjara Dzulqarnain Raja yang Saleh
Selasa, 03 Agustus 2021 - 13:59 WIB
Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. Dzulqarnain berkata, ‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabbku. Apabila telah datang janji Rabbku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rabbku itu adalah benar’.” ( QS al-Kahfi: 97 - 9 7- 98 )
Maksudnya, Ya’juj dan Ma’juj tidak memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mendakinya karena tingginya penghalang itu. Tidak pula mereka bisa melubanginya karena kekokohan dan kekuatannya.
Inilah keadaan para khalifah yang saleh. Apabila Allah subhanahu wa ta’ala memberikan nikmat-nikmat yang mulia kepada mereka, bertambahlah syukur, penetapan, dan pengakuan mereka akan nikmat Allah subhanahu wa ta’ala.
وَتَرَكۡنَا بَعۡضَهُمۡ يَوۡمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعۡضٍۖ وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَجَمَعۡنَٰهُمۡ جَمۡعًا
“Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk satu dengan yang lain.” ( QS al-Kahfi: 99 )
Bisa jadi, dhamir “hum” (kata ganti mereka) kembali kepada Ya’juj dan Ma’juj—ketika mereka keluar kepada manusia—karena banyaknya jumlah mereka dan meliputi seluruh permukaan bumi sehingga mereka berbaur satu sama lain.
Baca juga: Kisah Dzulqarnain, Pemimpin Hebat yang Mampu Jinakkan Yakjuj dan Makjuj
Buku Sepuluh Peristiwa Besar Menjelang Kiamat Kubra menyebut Yajuj dan Majuj merupakan golongan perusak dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan manusia. Yajuj dan Majuj tidak akan mati sebelum melahirkan anak, dan sekali melahirkan sedikitnya berjumlah seribu anak.
Segala kebutuhan makanan untuk manusia akan dihabiskan oleh Yajuj dan Majuj termasuk hewan-hewan hingga air. Bahkan, Air bengawan Sekhon dan bengawan Jikhon serta telaga Thobariyah dalam waktu sehari bisa kering karena diminum oleh Yajuj dan Majuj.
Yajuj dan Majuj sampai kini masih berada di dalam sebuah jurang yang sangat lebar dan luas serta diapit oleh dua buah gunung yang bernama gunung Amlas dan gunung Munqatiq. Di antara kedua gunung, dibuat pagar yang sangat kokoh yang terbuat dari besi sesuai dengan isi kandungan surat al-Kahfi.
Dalam buku Sepuluh Peristiwa Besar Menjelang Kiamat Kubra, pagar ini selalu digerogoti ketika siang hari, dan berhenti ketika malam hari. Namun, pagar ini tidak akan rusak kecuali sudah dikehendaki oleh Allah, yaitu bersamaan dengan saat turunnya Nabi Isa as .
Baca juga: Kiamat Sudah Dekat: Inikah, Ya’juj dan Ma’juj Penyedot Air Danau Tiberias Itu
Maksudnya, Ya’juj dan Ma’juj tidak memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mendakinya karena tingginya penghalang itu. Tidak pula mereka bisa melubanginya karena kekokohan dan kekuatannya.
Inilah keadaan para khalifah yang saleh. Apabila Allah subhanahu wa ta’ala memberikan nikmat-nikmat yang mulia kepada mereka, bertambahlah syukur, penetapan, dan pengakuan mereka akan nikmat Allah subhanahu wa ta’ala.
وَتَرَكۡنَا بَعۡضَهُمۡ يَوۡمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعۡضٍۖ وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَجَمَعۡنَٰهُمۡ جَمۡعًا
“Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk satu dengan yang lain.” ( QS al-Kahfi: 99 )
Bisa jadi, dhamir “hum” (kata ganti mereka) kembali kepada Ya’juj dan Ma’juj—ketika mereka keluar kepada manusia—karena banyaknya jumlah mereka dan meliputi seluruh permukaan bumi sehingga mereka berbaur satu sama lain.
Baca juga: Kisah Dzulqarnain, Pemimpin Hebat yang Mampu Jinakkan Yakjuj dan Makjuj
Buku Sepuluh Peristiwa Besar Menjelang Kiamat Kubra menyebut Yajuj dan Majuj merupakan golongan perusak dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan manusia. Yajuj dan Majuj tidak akan mati sebelum melahirkan anak, dan sekali melahirkan sedikitnya berjumlah seribu anak.
Segala kebutuhan makanan untuk manusia akan dihabiskan oleh Yajuj dan Majuj termasuk hewan-hewan hingga air. Bahkan, Air bengawan Sekhon dan bengawan Jikhon serta telaga Thobariyah dalam waktu sehari bisa kering karena diminum oleh Yajuj dan Majuj.
Yajuj dan Majuj sampai kini masih berada di dalam sebuah jurang yang sangat lebar dan luas serta diapit oleh dua buah gunung yang bernama gunung Amlas dan gunung Munqatiq. Di antara kedua gunung, dibuat pagar yang sangat kokoh yang terbuat dari besi sesuai dengan isi kandungan surat al-Kahfi.
Dalam buku Sepuluh Peristiwa Besar Menjelang Kiamat Kubra, pagar ini selalu digerogoti ketika siang hari, dan berhenti ketika malam hari. Namun, pagar ini tidak akan rusak kecuali sudah dikehendaki oleh Allah, yaitu bersamaan dengan saat turunnya Nabi Isa as .
Baca juga: Kiamat Sudah Dekat: Inikah, Ya’juj dan Ma’juj Penyedot Air Danau Tiberias Itu
(mhy)
Lihat Juga :