Membaca Al Fatihah untuk Orang Sakit
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 16:43 WIB
Selanjutnya Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan: “Kalian telah berbuat yang benar. Sekarang bagikanlah hadiahnya dan sebagian berikan untuk saya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri).
Baca juga: Surat Ar-Rum 21 : Doa dan Keberkahan Pernikahan
Maka, saat ini bagi muslimah yang dirinya atau keluarganya sakit bisa diobati atau di ruqyah sendiri dengan Surat Al-Fatihah. Selain Al-Fatihah bisa juga ditambah dengan bacaan ayat kursi, Surat Al-Falaq, Surat An-Nas, dan Surat Al- Ikhlas.
Ruqyah dimulai dengan membaca ayat ruqyah tersebut, kemudian ditiupkan ke telapak tangan. Selanjutnya diusap dari kepala sampai ke kaki. Pengobatan dan mengobati dengan cara membacakan Al-Fatihah juga dilakukan oleh ulama-ulama terdahulu. Karena para ulama sangat tahu keutamaan mengobati dengan Surat Al-Fatihah.
Baca juga: Patut Dicoba, Ini Rekomendasi Perlombaan 17 Agustus secara Daring
Abu Sa’id al-Khudri pernah mengobati kepala kampung dengan cara membaca Surat Al-Fatihah. Yakni sambil meniupkan dan meludah pada bagian tubuh yang sakit tersebut. Lalu di kemudian hari dijadikan acuan ulama dan orang-orang sesudahnya untuk menjadikan surat al-Fatihah sebagai bacaan ruqyah untuk suatu penyembuhan.
Ibn Qayyim al-Jauziyah pernah berkata, “Pada suatu ketika aku pernah berada di Makkah dan jatuh sakit, tetapi aku tidak menemukan seorang dokter dan obat penyembuh. Lalu aku berusaha mengobati dan menyembuhkan diriku dengan surat al-Fatihah. Aku ambil segelas air zam-zam dan membacakan padanya surat al-Fatihah berkali-kali, lalu aku meminumnya hingga aku sembuh total. Selanjutnya aku berpedoman dengan cara tersebut dalam mengobati berbagai penyakit dan aku merasakan manfaat yang sangat besar (dari kitab al-Tibb al-Nabawi).
Baca juga: Virus Marburg Bisa Bertahan di Janin, ASI hingga Sperma Selama 7 Minggu
Setelah badan yang sakit diruqyah, maka insyaallah badan akan menjadi lebih segar. Karena kadang kita tidak sadar bahwa tubuh perlu diobati secara ruhiyah (dengan do'a).
Apalahi jika tubuj telah dimasuki jimat yang bertentangan dengan syariat. Dalam Islam jimat tersebut dikenal dengan "buhul". Semua buhul ini ada setannya. Walaupun itu sebuah kertas, bisa jadi merupakan salah satu objek jimat/ buhul.
Baca juga: Surat Ar-Rum 21 : Doa dan Keberkahan Pernikahan
Maka, saat ini bagi muslimah yang dirinya atau keluarganya sakit bisa diobati atau di ruqyah sendiri dengan Surat Al-Fatihah. Selain Al-Fatihah bisa juga ditambah dengan bacaan ayat kursi, Surat Al-Falaq, Surat An-Nas, dan Surat Al- Ikhlas.
Ruqyah dimulai dengan membaca ayat ruqyah tersebut, kemudian ditiupkan ke telapak tangan. Selanjutnya diusap dari kepala sampai ke kaki. Pengobatan dan mengobati dengan cara membacakan Al-Fatihah juga dilakukan oleh ulama-ulama terdahulu. Karena para ulama sangat tahu keutamaan mengobati dengan Surat Al-Fatihah.
Baca juga: Patut Dicoba, Ini Rekomendasi Perlombaan 17 Agustus secara Daring
Abu Sa’id al-Khudri pernah mengobati kepala kampung dengan cara membaca Surat Al-Fatihah. Yakni sambil meniupkan dan meludah pada bagian tubuh yang sakit tersebut. Lalu di kemudian hari dijadikan acuan ulama dan orang-orang sesudahnya untuk menjadikan surat al-Fatihah sebagai bacaan ruqyah untuk suatu penyembuhan.
Ibn Qayyim al-Jauziyah pernah berkata, “Pada suatu ketika aku pernah berada di Makkah dan jatuh sakit, tetapi aku tidak menemukan seorang dokter dan obat penyembuh. Lalu aku berusaha mengobati dan menyembuhkan diriku dengan surat al-Fatihah. Aku ambil segelas air zam-zam dan membacakan padanya surat al-Fatihah berkali-kali, lalu aku meminumnya hingga aku sembuh total. Selanjutnya aku berpedoman dengan cara tersebut dalam mengobati berbagai penyakit dan aku merasakan manfaat yang sangat besar (dari kitab al-Tibb al-Nabawi).
Baca juga: Virus Marburg Bisa Bertahan di Janin, ASI hingga Sperma Selama 7 Minggu
Setelah badan yang sakit diruqyah, maka insyaallah badan akan menjadi lebih segar. Karena kadang kita tidak sadar bahwa tubuh perlu diobati secara ruhiyah (dengan do'a).
Apalahi jika tubuj telah dimasuki jimat yang bertentangan dengan syariat. Dalam Islam jimat tersebut dikenal dengan "buhul". Semua buhul ini ada setannya. Walaupun itu sebuah kertas, bisa jadi merupakan salah satu objek jimat/ buhul.
Lihat Juga :