Pentingnya Tawakal dan Sabar Menghadapi Ujian Dunia

Selasa, 24 Agustus 2021 - 07:08 WIB
إِنْ كُنْتَ تُحِبُّنِي فَأَعِدَّ لِلْفَقْرِ تِجْفَافًا فَإِنَّ الْفَقْرَ أَسْرَعُ إِلَى مَنْ يُحِبُّنِي مِنْ السَّيْلِ إِلَى مُنْتَهَاهُ

“Jika kamu mencintaiku, maka persiapkanlah perisai untuk kefakiran, karena kefakiran lebih cepat kepada orang yang mencintaiku melebihi aliran menuju hilir.” (HR. At-Tirmidzi No. 2350) hadis ini derajatnya hasan gharib.

Di hadis yang lain, dari Mush’ab bin Sa’d, dari bapaknya, ia berkata, saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Siapa manusia yang paling berat cobaannya?”

Beliau menjawab, “Para Nabi, lalu orang-orang yang semisal mereka dan orang-orang yang semisal mereka. Seseorang diuji sesuai dengan kadar agamanya, jika agamanya kuat maka ujiannya akan berat. Jika agamanya lemah maka diuji dengan sesuai kadar agamanya. Tidaklah ujian itu berhenti pada seorang hamba sampai Allah membiarkannya berjalan di muka bumi tanpa mempunyai kesalahan.” (HR. At-Tirmidzi No. 2398)

Baca juga: Taliban Peringatkan 'Konsekuensi' jika Amerika Serikat Perpanjang Evakuasi

Para nabi adalah hamba yang paling mulia di sisi Allah, paling dicintai-Nya sekaligus paling disayangi-Nya. Kedudukan yang tinggi ini sesuai dengan berat dan besarnya ujian yang harus dihadapi.

Ada di antara mereka yang diuji dengan hilangnya harta benda dan keluarga. Ada yang diuji dengan penyakit. Ada yang diuji dengan pembangkangan keluarga. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang harus meregang nyawa karena ulah dan tingkah laku pembangkangan kaumnya.

Namun mereka tetap sabar, tetap istiqamah di jalan risalah. Ibarat bahtera yang tak pernah karam meskipun ombak dan hujan badai menerpa. Tidak barang satu langkah pun mereka berpaling dari-Nya.

Semua itu karena mereka yakin, bahwa berpaling dari Allah subhanahu wata’ala dan tidak sabar akan semua cobaan dan ujian-Nya sama sekali tidak akan pernah bisa mengembalikan apa yang telah hilang. Hal ini sebagaimana telah ditegaskan oleh baginda Nabi,

‌عِظَمُ ‌الْجَزَاءِ ‌مَعَ ‌عِظَمِ ‌الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan, dan apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Ia akan menguji mereka, apabila mereka ridha dengan keputusan-Nya maka bagi merekalah keridhaan Allah, dan sebaliknya apabila mereka benci dengan keputusan-Nya, maka bagi mereka pula kebencian Allah.” (HR. At-Tirmidzi No. 4031) hadis ini derajatnya hasan.

Baca juga: Belum Dapat Subsidi Upah? Tenang, Masih Ada 3 Pencairan Lagi

Karena itu, betapa beruntungnya nasib hamba yang bisa bersabar dan bertawakal kepada Allah saat ditimpa ujian dan cobaan. Bersabarlah jika diuji oleh Allah! Bersandarlah kepada-Nya, menunduk dan merendahlah di depan hadirat-Nya! Dan ingatlah selalu pesan Nabi-nya, “Man yuridillah bihi khairan yushib minhu,” barang siapa yang Allah kehendaki untuk meraih kebaikan, makai akan diuji. Ia akan diuji dengan musibah-musibah duniawi, jika ia mampu bersabar Allah akan menjaganya dari musibah-musibah yang menimpa agamanya.

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!