Salamah bin Al-Akwa: Saudaranya Dianggap Mati Bunuh Diri Padahal Penghuni Surga
Kamis, 09 September 2021 - 13:19 WIB
Maka jawab Rasulullah SAW : "la gugur bagai pejuang. Bahkan mendapat dua macam pahala. Dan sekarang ia sedang berenang di sungai-sungai surga."
Mahir dalam Peperangan Jalan Kaki
Salamah bin al-Akwa' termasuk tokoh-tokoh Bai'atur Ridwan .Ketika pada tahun 6 H. Rasulullah SAW bersama para shahabat berangkat dari Madinah dengan maksud hendak berziarah ke Ka'bah, tetapi dihalangi oleh orang-orang Quraisy, maka Rasulullah mengutus Utsman bin Affan untuk menyampaikan kepada mereka bahwa tujuan kunjungannya hanyalah untuk berziarah dan sekali-kali bukan untuk berperang
Sementara menunggu kembalinya Utsman, tersiar berita bahwa ia telah dibunuh oleh orang-orang Quraisy. Rasulullah lalu duduk di bawah naungan sebatang pohon menerima bai'at sehidup semati dari sahabatnya seorang demi seorang.
Berceritalah Salamah:
"Aku mengangkat bai'at kepada Rasulullah di bawah pohon, dengan pernyataan menyerahkan jiwa ragaku untuk Islam, lain aku mundur dari tempat itu. Tatkala mereka tidak berapa banyak lagi, Rasulullah bertanya: "Hai Salamah, kenapa kamu tidak ikut bai'at?"
"Aku telah bai'at, wahai Rasulullah!" ujarku.
"Ulanglah kembali!"' titah Nabi. Maka kuucapkanlah bai'at itu kembali.
Dan Salaman telah memenuhi isi bai'at itu sebaik-baiknya. Bahkan sebelum diikrarkannya, yakni semenjak ia mengucapkan "Asyhadu alla ilaha illallah, wa-asyhadu anna Muhammadar Rasulullah", maksud bai'at itu telah dilaksanakan!
Kata Salamah: "Aku berperang bersama Rasulullah sebanyak tujuh kali, dan bersama Zaid bin Haritsah sebanyak sembilan kali".
Baca juga: Sa’ad bin Muadz (3-Habis): Syahid Setelah Mengadili Bani Quraidha
Mahir dalam Peperangan Jalan Kaki
Salamah bin al-Akwa' termasuk tokoh-tokoh Bai'atur Ridwan .Ketika pada tahun 6 H. Rasulullah SAW bersama para shahabat berangkat dari Madinah dengan maksud hendak berziarah ke Ka'bah, tetapi dihalangi oleh orang-orang Quraisy, maka Rasulullah mengutus Utsman bin Affan untuk menyampaikan kepada mereka bahwa tujuan kunjungannya hanyalah untuk berziarah dan sekali-kali bukan untuk berperang
Sementara menunggu kembalinya Utsman, tersiar berita bahwa ia telah dibunuh oleh orang-orang Quraisy. Rasulullah lalu duduk di bawah naungan sebatang pohon menerima bai'at sehidup semati dari sahabatnya seorang demi seorang.
Berceritalah Salamah:
"Aku mengangkat bai'at kepada Rasulullah di bawah pohon, dengan pernyataan menyerahkan jiwa ragaku untuk Islam, lain aku mundur dari tempat itu. Tatkala mereka tidak berapa banyak lagi, Rasulullah bertanya: "Hai Salamah, kenapa kamu tidak ikut bai'at?"
"Aku telah bai'at, wahai Rasulullah!" ujarku.
"Ulanglah kembali!"' titah Nabi. Maka kuucapkanlah bai'at itu kembali.
Dan Salaman telah memenuhi isi bai'at itu sebaik-baiknya. Bahkan sebelum diikrarkannya, yakni semenjak ia mengucapkan "Asyhadu alla ilaha illallah, wa-asyhadu anna Muhammadar Rasulullah", maksud bai'at itu telah dilaksanakan!
Kata Salamah: "Aku berperang bersama Rasulullah sebanyak tujuh kali, dan bersama Zaid bin Haritsah sebanyak sembilan kali".
Baca juga: Sa’ad bin Muadz (3-Habis): Syahid Setelah Mengadili Bani Quraidha
Lihat Juga :