Ustaz Adi Hidayat Berikan Tips Jadi Orang Kaya Sesungguhnya

Jum'at, 10 September 2021 - 05:10 WIB
Ustaz Adi Hidayat saat menyampaikan ceramah singkat bertema Orang Kaya yang Sesungguhnya. Foto/dok Channel Adi Hidayat Official
Siapa yang tak kenal Ustaz Adi Hidayat, penceramah kondang dengan jutaan pengikut. Dai pendiri Quantum Akhyar Institute ini kerap mengisi ceramah agama di berbagai tempat. Retorika ceramahnya dikenal lugas dan mudah dipahami pendengarnya.

Ustaz Adi Hidayat (UAH), Dai kelahiran Banten Tahun 1984 pernah menunut ilmu di Islamic Call College, Tripoli, Libya. Beliau belajar berbagai disiplin ilmu Al-Qur'an, hadis, fikih, usul fikih, tarikh, Lughah, dan sebagainya.

Baca Juga: 3 Amalan Pembuka Rezeki yang Diajarkan Rasulullah

Dalam berbagai ceramahnya, UAH sering membagikan tips dan solusi dari setiap persoalan kehidupan termasuk masalah rezeki. Sebagaimana diketahui, Dai lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini dikenal sebagai sosok yang gemar berbagi dan menghidupkan sedekah.

Beliau kerap menyampaikan motivasi agar kaya dan mudah mendapatkan rezeki dari Allah. Salah satu ceramahnya bertema "Orang Kaya yang Sesungguhnya" banyak menarik perhatian jamaahnya.

Beliau menyebutkan rahasia agar hidup sukses dan menjadi orang kaya yang sesungguhnya. Sebab, banyak di antara manusia yang memiliki harta banyak, namun tetap merasa tidak cukup.

Orang kaya yang sesungguhnya bukan orang yang banyak harta. Orang kaya itu bukan orang yang mempunyai banyak properti kehidupan, kendaraan mewah, baju yang berlusin-lusin. Berikut tausiyah beliau:

"Ini prinsip dasarnya nih. Jangan pernah kita berfikir bahwa hidup itu nggak dijamin rezeki. Kurang rezeki itu mustahil. Karena yang paling dasar yang dijaminkan oleh Allah adalah cukup.

Jika ada orang yang merasa kurang, itu berarti orang yang tidak pernah merasa cukup. Ini problemnya. Boleh jadi (maaf) bukan karena tidak cukupnya, tapi karena dia mengejar satu beban yang tidak sesuai dengan kebutuhannya. Atau mengejar sesuatu di luar asas kecukupannya.

Kalau ingin naik level (derajat) dari ini dan naik level kedua maka diberikan lagi secara indah oleh Al-Qur'an, seperti ini caranya. Tapi kalau levelnya tidak dipelajari maka ini menjadi beban. Ini yang menyebabkan seseorang dari (level) cukup menjadi jatuh ke bawah turun miskin. Dari miskin turun lagi ke bawah jadi fakir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!