Isi Ceramah Ustaz Adi Hidayat yang Membuat Presiden Prabowo Menangis
Kamis, 27 Maret 2025 - 13:31 WIB
loading...
Ustaz Adi Hidayat Foto youtube ustaz adi hidayat official
A
A
A
Ustaz Adi Hidayat buat Presiden Prabowo menangis, Jumat, 21 Maret 2025, di ruang majelis lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menerima kunjungan dari Ustaz Adi Hidayat serta sejumlah perwakilan dari Universitas Al-Azhar Kairo. Kehadiran mereka mencerminkan hubungan erat antara Indonesia dan Mesir, khususnya dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam.
Beberapa tokoh yang turut hadir dalam pertemuan ini antara lain Abdullah Muhammad Hemeida, Ibrahim Muhammad Anwar, Ahmed Hasan Ahmed Mustofa, Yasin Saleh Rabe, Ismail Maisar Galal Bawab, Ahmed Alawadi, Ahmed Abdal Halim Ali Alsayad, Atya Ahmed Abdullazim Alta Tabaq, serta Ustadz Mamduh Tirmidzi.
Dalam diskusi yang berlangsung, Ustadz Adi Hidayat menyoroti pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Al-Azhar dalam memperkuat pemahaman Islam yang rahmatan lil alamin. Ia juga menekankan bahwa pendidikan agama yang baik akan membantu membangun karakter bangsa yang kuat dan berakhlak.
Selain diskusi, para perwakilan Al-Azhar juga menyerahkan proposal penelitian kepada Presiden Prabowo . Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah Indonesia terhadap alumni dan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Kairo. Proposal tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempererat kerja sama akademik kedua negara.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya manusia yang cerdas dan hebat. Namun, kehebatan itu akan menjadi lebih bermakna jika diiringi dengan moral yang baik, integritas yang kuat, serta karakter yang luhur. Inilah pesan utama dalam ceramah Ustaz Adi Hidayat yang menggugah hati banyak orang, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan istimewa yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan nasihat yang mendalam, menyentuh, serta penuh hikmah hingga membuat Presiden Prabowo terharu.
Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa dalam membangun bangsa, tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual semata. Karakter moral yang baik adalah kunci utama dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Beliau menekankan pentingnya hubungan yang baik dengan Allah sebagai pondasi utama untuk membangun kehidupan yang harmonis dan berorientasi pada keberkahan.
"Ketika hubungan dengan Tuhannya baik, moralnya bagus, maka pelayanan kepada orang-orang sekitar pun akan maksimal," ujar Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya.
Dalam ceramah tersebut, Ustaz Adi Hidayat juga mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW membutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk membangun masyarakat yang beradab. Sepuluh tahun dihabiskan di Makkah untuk mempersiapkan diri, tiga tahun untuk membangun fondasi dakwah, dan sepuluh tahun di Madinah untuk mengembangkan sistem sosial, ekonomi, dan politik berbasis nilai-nilai Islam.
Baca juga: 6 Kandungan Al-Qur'an Surat al-Isra: Ajaran tentang Moral dan Etika
Beliau kemudian menarik perbandingan dengan kondisi Indonesia saat ini, bahwa jika bangsa ini ingin mencapai generasi emas pada tahun 2045, maka kita memiliki durasi waktu yang sama, yakni 20 tahun, untuk membangun bangsa yang lebih baik. Dengan kebersamaan antara ulama dan pemerintah, serta dukungan penuh dari rakyat, maka cita-cita tersebut dapat diwujudkan.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Adi Hidayat juga memanjatkan doa khusus untuk Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, serta seluruh jajaran pemerintah agar diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugasnya.
Beberapa tokoh yang turut hadir dalam pertemuan ini antara lain Abdullah Muhammad Hemeida, Ibrahim Muhammad Anwar, Ahmed Hasan Ahmed Mustofa, Yasin Saleh Rabe, Ismail Maisar Galal Bawab, Ahmed Alawadi, Ahmed Abdal Halim Ali Alsayad, Atya Ahmed Abdullazim Alta Tabaq, serta Ustadz Mamduh Tirmidzi.
Dalam diskusi yang berlangsung, Ustadz Adi Hidayat menyoroti pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Al-Azhar dalam memperkuat pemahaman Islam yang rahmatan lil alamin. Ia juga menekankan bahwa pendidikan agama yang baik akan membantu membangun karakter bangsa yang kuat dan berakhlak.
Selain diskusi, para perwakilan Al-Azhar juga menyerahkan proposal penelitian kepada Presiden Prabowo . Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah Indonesia terhadap alumni dan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Kairo. Proposal tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempererat kerja sama akademik kedua negara.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya manusia yang cerdas dan hebat. Namun, kehebatan itu akan menjadi lebih bermakna jika diiringi dengan moral yang baik, integritas yang kuat, serta karakter yang luhur. Inilah pesan utama dalam ceramah Ustaz Adi Hidayat yang menggugah hati banyak orang, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan istimewa yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan nasihat yang mendalam, menyentuh, serta penuh hikmah hingga membuat Presiden Prabowo terharu.
Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa dalam membangun bangsa, tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual semata. Karakter moral yang baik adalah kunci utama dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Beliau menekankan pentingnya hubungan yang baik dengan Allah sebagai pondasi utama untuk membangun kehidupan yang harmonis dan berorientasi pada keberkahan.
"Ketika hubungan dengan Tuhannya baik, moralnya bagus, maka pelayanan kepada orang-orang sekitar pun akan maksimal," ujar Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya.
Dalam ceramah tersebut, Ustaz Adi Hidayat juga mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW membutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk membangun masyarakat yang beradab. Sepuluh tahun dihabiskan di Makkah untuk mempersiapkan diri, tiga tahun untuk membangun fondasi dakwah, dan sepuluh tahun di Madinah untuk mengembangkan sistem sosial, ekonomi, dan politik berbasis nilai-nilai Islam.
Baca juga: 6 Kandungan Al-Qur'an Surat al-Isra: Ajaran tentang Moral dan Etika
Beliau kemudian menarik perbandingan dengan kondisi Indonesia saat ini, bahwa jika bangsa ini ingin mencapai generasi emas pada tahun 2045, maka kita memiliki durasi waktu yang sama, yakni 20 tahun, untuk membangun bangsa yang lebih baik. Dengan kebersamaan antara ulama dan pemerintah, serta dukungan penuh dari rakyat, maka cita-cita tersebut dapat diwujudkan.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Adi Hidayat juga memanjatkan doa khusus untuk Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, serta seluruh jajaran pemerintah agar diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugasnya.
Lihat Juga :