Isi Ceramah Ustaz Adi Hidayat yang Membuat Presiden Prabowo Menangis
loading...

Ustaz Adi Hidayat Foto youtube ustaz adi hidayat official
A
A
A
Ustaz Adi Hidayat buat Presiden Prabowo menangis, Jumat, 21 Maret 2025, di ruang majelis lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menerima kunjungan dari Ustaz Adi Hidayat serta sejumlah perwakilan dari Universitas Al-Azhar Kairo. Kehadiran mereka mencerminkan hubungan erat antara Indonesia dan Mesir, khususnya dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam.
Beberapa tokoh yang turut hadir dalam pertemuan ini antara lain Abdullah Muhammad Hemeida, Ibrahim Muhammad Anwar, Ahmed Hasan Ahmed Mustofa, Yasin Saleh Rabe, Ismail Maisar Galal Bawab, Ahmed Alawadi, Ahmed Abdal Halim Ali Alsayad, Atya Ahmed Abdullazim Alta Tabaq, serta Ustadz Mamduh Tirmidzi.
Dalam diskusi yang berlangsung, Ustadz Adi Hidayat menyoroti pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Al-Azhar dalam memperkuat pemahaman Islam yang rahmatan lil alamin. Ia juga menekankan bahwa pendidikan agama yang baik akan membantu membangun karakter bangsa yang kuat dan berakhlak.
Selain diskusi, para perwakilan Al-Azhar juga menyerahkan proposal penelitian kepada Presiden Prabowo . Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah Indonesia terhadap alumni dan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Kairo. Proposal tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempererat kerja sama akademik kedua negara.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya manusia yang cerdas dan hebat. Namun, kehebatan itu akan menjadi lebih bermakna jika diiringi dengan moral yang baik, integritas yang kuat, serta karakter yang luhur. Inilah pesan utama dalam ceramah Ustaz Adi Hidayat yang menggugah hati banyak orang, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan istimewa yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan nasihat yang mendalam, menyentuh, serta penuh hikmah hingga membuat Presiden Prabowo terharu.
Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa dalam membangun bangsa, tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual semata. Karakter moral yang baik adalah kunci utama dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Beliau menekankan pentingnya hubungan yang baik dengan Allah sebagai pondasi utama untuk membangun kehidupan yang harmonis dan berorientasi pada keberkahan.
"Ketika hubungan dengan Tuhannya baik, moralnya bagus, maka pelayanan kepada orang-orang sekitar pun akan maksimal," ujar Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya.
Dalam ceramah tersebut, Ustaz Adi Hidayat juga mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW membutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk membangun masyarakat yang beradab. Sepuluh tahun dihabiskan di Makkah untuk mempersiapkan diri, tiga tahun untuk membangun fondasi dakwah, dan sepuluh tahun di Madinah untuk mengembangkan sistem sosial, ekonomi, dan politik berbasis nilai-nilai Islam.
Beliau kemudian menarik perbandingan dengan kondisi Indonesia saat ini, bahwa jika bangsa ini ingin mencapai generasi emas pada tahun 2045, maka kita memiliki durasi waktu yang sama, yakni 20 tahun, untuk membangun bangsa yang lebih baik. Dengan kebersamaan antara ulama dan pemerintah, serta dukungan penuh dari rakyat, maka cita-cita tersebut dapat diwujudkan.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Adi Hidayat juga memanjatkan doa khusus untuk Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, serta seluruh jajaran pemerintah agar diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugasnya.
"Ya Allah, kami mohon cintailah Indonesia ini dan tanamkan kepada kami kemampuan untuk mencintai negara kami ini. Mohon jaga presiden kami, ya Allah, wakil presiden kami, sehatkan keduanya, dan berikan kemampuan untuk memimpin Indonesia dengan baik," ucapnya dalam doa yang khusyuk.
Ia juga memohon agar para pemimpin dijauhkan dari fitnah, serta diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan dalam memimpin bangsa. Doa yang disampaikan dengan penuh ketulusan ini membuat suasana pertemuan menjadi begitu emosional. Bahkan, Presiden Prabowo tampak berkaca-kaca, meresapi setiap kata yang diucapkan oleh sang ulama.
Salah satu momen paling mengharukan dalam pertemuan ini adalah ketika Ustaz Adi Hidayat memberikan nasihat mendalam kepada Presiden Prabowo. Dengan gaya penyampaiannya yang khas, beliau menegaskan bahwa kepemimpinan adalah ujian besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab kepada Allah.
Dalam nasihatnya, Ustaz Adi Hidayat mengutip ayat Al-Qur'an dan hadis Nabi yang menyoroti pentingnya keadilan, keberkahan dalam kepemimpinan, serta pentingnya mendengarkan aspirasi rakyat.
"Kekuasaan bukanlah sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Jika seorang pemimpin menjalankan tugasnya dengan adil, maka ia akan mendapatkan keberkahan, tetapi jika lalai, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak," tegasnya.
Tidak hanya itu, beliau juga menutup dengan doa yang sangat menyentuh, memohon agar kepemimpinan Presiden Prabowo diberikan keberkahan, dijauhkan dari fitnah, serta mampu membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Saat doa ini dipanjatkan, suasana menjadi hening. Presiden Prabowo tampak berkaca-kaca, seolah meresapi setiap kata yang diucapkan oleh Ustaz Adi Hidayat. Beberapa staf yang hadir juga terlihat tersentuh dengan momen tersebut.
Ceramah Ustaz Adi Hidayat dalam pertemuan tersebut bukan hanya sekadar nasihat biasa, tetapi sebuah pengingat bagi seluruh pemimpin dan rakyat Indonesia. Pesan tentang pentingnya moralitas dalam kepemimpinan, keikhlasan dalam menjalankan tugas, serta tanggung jawab kepada Allah merupakan hal yang sangat relevan bagi siapa pun yang diberikan amanah untuk memimpin.
Momen haru yang terjadi saat doa dipanjatkan menunjukkan bahwa kata-kata yang keluar dari hati akan sampai ke hati pula. Semoga nasihat dan doa yang diberikan oleh Ustaz Adi Hidayat menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kekuasaan, tetapi sebuah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh amanah dan keikhlasan.
Beberapa tokoh yang turut hadir dalam pertemuan ini antara lain Abdullah Muhammad Hemeida, Ibrahim Muhammad Anwar, Ahmed Hasan Ahmed Mustofa, Yasin Saleh Rabe, Ismail Maisar Galal Bawab, Ahmed Alawadi, Ahmed Abdal Halim Ali Alsayad, Atya Ahmed Abdullazim Alta Tabaq, serta Ustadz Mamduh Tirmidzi.
Dalam diskusi yang berlangsung, Ustadz Adi Hidayat menyoroti pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Al-Azhar dalam memperkuat pemahaman Islam yang rahmatan lil alamin. Ia juga menekankan bahwa pendidikan agama yang baik akan membantu membangun karakter bangsa yang kuat dan berakhlak.
Selain diskusi, para perwakilan Al-Azhar juga menyerahkan proposal penelitian kepada Presiden Prabowo . Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah Indonesia terhadap alumni dan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Kairo. Proposal tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempererat kerja sama akademik kedua negara.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya manusia yang cerdas dan hebat. Namun, kehebatan itu akan menjadi lebih bermakna jika diiringi dengan moral yang baik, integritas yang kuat, serta karakter yang luhur. Inilah pesan utama dalam ceramah Ustaz Adi Hidayat yang menggugah hati banyak orang, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan istimewa yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan nasihat yang mendalam, menyentuh, serta penuh hikmah hingga membuat Presiden Prabowo terharu.
Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa dalam membangun bangsa, tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual semata. Karakter moral yang baik adalah kunci utama dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Beliau menekankan pentingnya hubungan yang baik dengan Allah sebagai pondasi utama untuk membangun kehidupan yang harmonis dan berorientasi pada keberkahan.
"Ketika hubungan dengan Tuhannya baik, moralnya bagus, maka pelayanan kepada orang-orang sekitar pun akan maksimal," ujar Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya.
Dalam ceramah tersebut, Ustaz Adi Hidayat juga mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW membutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk membangun masyarakat yang beradab. Sepuluh tahun dihabiskan di Makkah untuk mempersiapkan diri, tiga tahun untuk membangun fondasi dakwah, dan sepuluh tahun di Madinah untuk mengembangkan sistem sosial, ekonomi, dan politik berbasis nilai-nilai Islam.
Beliau kemudian menarik perbandingan dengan kondisi Indonesia saat ini, bahwa jika bangsa ini ingin mencapai generasi emas pada tahun 2045, maka kita memiliki durasi waktu yang sama, yakni 20 tahun, untuk membangun bangsa yang lebih baik. Dengan kebersamaan antara ulama dan pemerintah, serta dukungan penuh dari rakyat, maka cita-cita tersebut dapat diwujudkan.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Adi Hidayat juga memanjatkan doa khusus untuk Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, serta seluruh jajaran pemerintah agar diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugasnya.
"Ya Allah, kami mohon cintailah Indonesia ini dan tanamkan kepada kami kemampuan untuk mencintai negara kami ini. Mohon jaga presiden kami, ya Allah, wakil presiden kami, sehatkan keduanya, dan berikan kemampuan untuk memimpin Indonesia dengan baik," ucapnya dalam doa yang khusyuk.
Ia juga memohon agar para pemimpin dijauhkan dari fitnah, serta diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan dalam memimpin bangsa. Doa yang disampaikan dengan penuh ketulusan ini membuat suasana pertemuan menjadi begitu emosional. Bahkan, Presiden Prabowo tampak berkaca-kaca, meresapi setiap kata yang diucapkan oleh sang ulama.
Salah satu momen paling mengharukan dalam pertemuan ini adalah ketika Ustaz Adi Hidayat memberikan nasihat mendalam kepada Presiden Prabowo. Dengan gaya penyampaiannya yang khas, beliau menegaskan bahwa kepemimpinan adalah ujian besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab kepada Allah.
Dalam nasihatnya, Ustaz Adi Hidayat mengutip ayat Al-Qur'an dan hadis Nabi yang menyoroti pentingnya keadilan, keberkahan dalam kepemimpinan, serta pentingnya mendengarkan aspirasi rakyat.
"Kekuasaan bukanlah sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Jika seorang pemimpin menjalankan tugasnya dengan adil, maka ia akan mendapatkan keberkahan, tetapi jika lalai, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak," tegasnya.
Tidak hanya itu, beliau juga menutup dengan doa yang sangat menyentuh, memohon agar kepemimpinan Presiden Prabowo diberikan keberkahan, dijauhkan dari fitnah, serta mampu membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Saat doa ini dipanjatkan, suasana menjadi hening. Presiden Prabowo tampak berkaca-kaca, seolah meresapi setiap kata yang diucapkan oleh Ustaz Adi Hidayat. Beberapa staf yang hadir juga terlihat tersentuh dengan momen tersebut.
Ceramah Ustaz Adi Hidayat dalam pertemuan tersebut bukan hanya sekadar nasihat biasa, tetapi sebuah pengingat bagi seluruh pemimpin dan rakyat Indonesia. Pesan tentang pentingnya moralitas dalam kepemimpinan, keikhlasan dalam menjalankan tugas, serta tanggung jawab kepada Allah merupakan hal yang sangat relevan bagi siapa pun yang diberikan amanah untuk memimpin.
Momen haru yang terjadi saat doa dipanjatkan menunjukkan bahwa kata-kata yang keluar dari hati akan sampai ke hati pula. Semoga nasihat dan doa yang diberikan oleh Ustaz Adi Hidayat menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kekuasaan, tetapi sebuah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh amanah dan keikhlasan.
(wid)