Kisah Vlad Dracula Melawan Sultan Muhammad Al Fatih
Kamis, 16 September 2021 - 08:38 WIB
Pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih: Kepala Dracula dipenggal, kemudian dibawa ke Konstantinopel untuk dipertunjukkan kepada rakyat Turki. (Ilustrasi/Ist)
Kisah Vlad Dracula melawan Sultan Muhammad Al Fatih berakhir dengan kemenangan Sultan Muhammad Al Fatih. Anehnya, Barat mendistorsi sejarah kepahlawanan Islam ini. Pada tahun 2014, misalnya, Hollywood memproduksi film yg berjudul “Dracula Untold Story”. Dalam film itu digambarkan Sultan Muhammad Al-Fatih sebagai sosok pemimpin otoriter yang akhirnya dikalahkan Dracula.
Muhd Nur Iman Ramli dalam bukunya berjudul Dracula vs Al-Fateh(2015) mencoba mendudukkan sejarah Dracula vs Al-Fatih dengan benar. Ia mengklaim karyanya itu sebagai fakta, berdasarkan kajian ilmiah.
Baca juga: Ada Duka dan Ada Pesta Saat Sultan Muhammad Al-Fatih Wafat
Dracula adalah manusia bengis dan jahat yang akhirnya mati terbunuh dalam pertempuran melawan pasukan Turki pimpinan Sultan Muhammad Al Fatih. Peristiwa itu terjadi pada bulan Desember 1476, di tepi Danau Snagov. Kepala Dracula dipenggal, kemudian dibawa ke Konstantinopel untuk dipertunjukkan kepada rakyat Turki. Sedang badannya dikuburkan di Biara Snagov oleh para biarawan.
Lalu, siapa sejatinya Dracula itu?
Drakula dalam banyak film digambarkan sebagai makhluk penghisap darah. Film yang dipertontonkan itu, hampir saja mengaburkan fakta sejarah yang sesungguhnya tentang sosok Dracula.
Nama aslinya Vlad Tepes (dibaca Tse-pesh). Dia lahir sekitar bulan Desember 1431 M di Benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II) yang terkenal dengan sebutan Vlad Dracul, karena keanggotaannya dalam Orde Naga. Dalam bahasa Rumania, Dracul berarti naga. Sedangkan akhiran ulea artinya “anak dari”. Dari gabungan kedua kata itu, Vlad Tepes dipanggil dengan nama Vlad Draculea (dalam bahasa Inggris dibaca Dracula), yang berarti ‘anak dari sang naga’.
Pembantai Umat Islam
Penaklukkan Konstantinopel adalah raihan prestasi besar umat Islam di masa lampau. Sudah berabad-abad sejak pertama kali perang merebut kota penting ini di zaman Khalifah Muawiyah di tahun 44 Hijriah. Baru pada masa Muhammad Al Fatih, kota ini berhasil dikuasai sepenuhnya di tahun sekitar 824 Hijriah.
Penaklukkan ini pun berimbas luas, hingga menyentuh daratan Eropa, termasuk Wallachia yang ada di Rumania. Menurut sejarah, Wallachia tidak pernah diserang, namun antara kedua pemimpin, Vlad II dan Sultan Al Fatih sepakat untuk membuat sebuah perjanjian. Intinya tempat ini masuk dalam kekuasaan Islam, dan Wallachia harus memberikan jizyah atau semacam pajak.
Muhd Nur Iman Ramli dalam bukunya berjudul Dracula vs Al-Fateh(2015) mencoba mendudukkan sejarah Dracula vs Al-Fatih dengan benar. Ia mengklaim karyanya itu sebagai fakta, berdasarkan kajian ilmiah.
Baca juga: Ada Duka dan Ada Pesta Saat Sultan Muhammad Al-Fatih Wafat
Dracula adalah manusia bengis dan jahat yang akhirnya mati terbunuh dalam pertempuran melawan pasukan Turki pimpinan Sultan Muhammad Al Fatih. Peristiwa itu terjadi pada bulan Desember 1476, di tepi Danau Snagov. Kepala Dracula dipenggal, kemudian dibawa ke Konstantinopel untuk dipertunjukkan kepada rakyat Turki. Sedang badannya dikuburkan di Biara Snagov oleh para biarawan.
Lalu, siapa sejatinya Dracula itu?
Drakula dalam banyak film digambarkan sebagai makhluk penghisap darah. Film yang dipertontonkan itu, hampir saja mengaburkan fakta sejarah yang sesungguhnya tentang sosok Dracula.
Nama aslinya Vlad Tepes (dibaca Tse-pesh). Dia lahir sekitar bulan Desember 1431 M di Benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II) yang terkenal dengan sebutan Vlad Dracul, karena keanggotaannya dalam Orde Naga. Dalam bahasa Rumania, Dracul berarti naga. Sedangkan akhiran ulea artinya “anak dari”. Dari gabungan kedua kata itu, Vlad Tepes dipanggil dengan nama Vlad Draculea (dalam bahasa Inggris dibaca Dracula), yang berarti ‘anak dari sang naga’.
Pembantai Umat Islam
Penaklukkan Konstantinopel adalah raihan prestasi besar umat Islam di masa lampau. Sudah berabad-abad sejak pertama kali perang merebut kota penting ini di zaman Khalifah Muawiyah di tahun 44 Hijriah. Baru pada masa Muhammad Al Fatih, kota ini berhasil dikuasai sepenuhnya di tahun sekitar 824 Hijriah.
Penaklukkan ini pun berimbas luas, hingga menyentuh daratan Eropa, termasuk Wallachia yang ada di Rumania. Menurut sejarah, Wallachia tidak pernah diserang, namun antara kedua pemimpin, Vlad II dan Sultan Al Fatih sepakat untuk membuat sebuah perjanjian. Intinya tempat ini masuk dalam kekuasaan Islam, dan Wallachia harus memberikan jizyah atau semacam pajak.
Lihat Juga :