Khalid bin Walid Punya 70 Sayatan Pedang, Meninggal di Tempat Tidur
Jum'at, 17 September 2021 - 09:29 WIB
Khalid bin Walid tubuhnya penuh bekas luka, namun ia meninggal seperti orang biasa: di tempat tidur. (Foto: Ist)
Khalid bin Walid ra adalah sahabat Nabi SAW . Panglima perang Islam berjuluk Saifullah Almaslul (pedang Allah yang terhunus) sudah ratusan kali turun dalam pertempuran. Konon tubuhnya memiliki 70 sayatan lebih. Toh begitu, ia tidak syahid di medan perang. Khalid bin Walid meninggal secara wajar: di tempat tidur. Khalid bin Walid wafat pada 21 Hijriyah.
"Aku telah mengikuti perang ini dan itu, sampai-sampai pada tubuhku tidak ada tempat sejengkal pun melainkan terdapat bekas sayatan pedang, tusukan tombak, dan luka akibat terkena panah. Kini aku akan meninggal di atas tempat tidurku secara wajar, sebagaimana matinya seekor unta. Maka dari itu, mata para pengecut tidak akan terpejam," ujar Khalid bin Walid menjelang wafatnya.
Baca juga: Ketika Khalid bin Walid Harus Memohon Maaf Kepada Ammar bin Yasir
Pernyataan Khalid bin Walid ini dinukil Buku berjudul Inilah Faktanya karya Utsman bin Muhammad al-Khamis.
Khalid bin Walid sebagaimana dinukilkan dari kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah, juga pernah menyatakan, "Malam saat aku dihadiahi seorang pengantin atau malam ketika aku mendengar kabar gembira dengan lahirnya seorang anakku, semua tidak lebih aku sukai dibanding tatkala berada di tengah pasukan Muhajirin pada malam yang dingin sedingin es, demi menunggu saat-saat untuk menyerang musuh esok paginya."
Kebal Racun
Khalid bin Walid merupakan panglima perang yang ahli dalam strategi militer. Di bawah kepemimpinan militernya jazirah Arab bersatu dalam dalam kekhalifahan.
Selama memimpin pasukan muslim, Khalid telah ikut lebih dari 100 pertempuran melawan kekaisaran Byzantium dan selalu menang. Khalid bin Walid adalah orang paling gigih dalam berperang. Banyak ancaman yang ia hadapi. Selain banyaknya bekas luka di tubuhnya, Khalid bin Walid juga tak mempan diracun.
Baca juga: Kisah Heraklius Lepas Kota Nabi Ibrahim, Mukjizat Khalid bin Walid
Alkisah, suatu hari, Khalid bin Walid singgah di suatu kampung. Orang-orang memperingatkannya, "Waspadalah terhadap racun, jangan minum suguhan orang-orang asing!" Namun Khalid menjawab, "Berikan racun itu kepadaku!"
"Aku telah mengikuti perang ini dan itu, sampai-sampai pada tubuhku tidak ada tempat sejengkal pun melainkan terdapat bekas sayatan pedang, tusukan tombak, dan luka akibat terkena panah. Kini aku akan meninggal di atas tempat tidurku secara wajar, sebagaimana matinya seekor unta. Maka dari itu, mata para pengecut tidak akan terpejam," ujar Khalid bin Walid menjelang wafatnya.
Baca juga: Ketika Khalid bin Walid Harus Memohon Maaf Kepada Ammar bin Yasir
Pernyataan Khalid bin Walid ini dinukil Buku berjudul Inilah Faktanya karya Utsman bin Muhammad al-Khamis.
Khalid bin Walid sebagaimana dinukilkan dari kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah, juga pernah menyatakan, "Malam saat aku dihadiahi seorang pengantin atau malam ketika aku mendengar kabar gembira dengan lahirnya seorang anakku, semua tidak lebih aku sukai dibanding tatkala berada di tengah pasukan Muhajirin pada malam yang dingin sedingin es, demi menunggu saat-saat untuk menyerang musuh esok paginya."
Kebal Racun
Khalid bin Walid merupakan panglima perang yang ahli dalam strategi militer. Di bawah kepemimpinan militernya jazirah Arab bersatu dalam dalam kekhalifahan.
Selama memimpin pasukan muslim, Khalid telah ikut lebih dari 100 pertempuran melawan kekaisaran Byzantium dan selalu menang. Khalid bin Walid adalah orang paling gigih dalam berperang. Banyak ancaman yang ia hadapi. Selain banyaknya bekas luka di tubuhnya, Khalid bin Walid juga tak mempan diracun.
Baca juga: Kisah Heraklius Lepas Kota Nabi Ibrahim, Mukjizat Khalid bin Walid
Alkisah, suatu hari, Khalid bin Walid singgah di suatu kampung. Orang-orang memperingatkannya, "Waspadalah terhadap racun, jangan minum suguhan orang-orang asing!" Namun Khalid menjawab, "Berikan racun itu kepadaku!"
Lihat Juga :