Ketika Khalid bin Walid Harus Memohon Maaf Kepada Ammar bin Yasir
Jum'at, 07 Mei 2021 - 15:32 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
SETELAH pindahnya Rasulullah SAW ke Madinah, Kaum Muslimin tinggal bersama beliau bermukim di sana. Masyarakat Islam pun terbentuk dan menyempurnakan barisannya.
Baca juga: Amar bin Yasir: Penghuni Surga yang Sempat Menyangka Dirinya Murtad
Di tengah-tengah masyarakat Islam yang beriman ini Ammar bin Yasir mendapatkan kedudukan yang tinggi. Rasulullah SAW amat sayang kepadanya, dan beliau sering membanggakan keimanan dan ketakwaan Ammar kepada para sahabat.
Bersabda Rasulullah SAW: "Diri Ammar dipenuhi keimanan sampai ke tulang punggungnya!"
Dan sewaktu terjadi selisih paham antara Khalid bin Walid dengan Ammar, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang memusuhi Ammar, maka ia akan dimusuhi Allah, dan siapa yang membenci Ammar, maka ia akan dibenci Allah."
Maka tak ada pilihan bagi Khalid bin Walid pahlawan Islam itu selain segera mendatangi Ammar untuk mengakui kekhilafannya dan meminta ma'af.
Suatu peristiwa terjadi pula ketika Rasulullah SAW bersama para sahabat mendirikan masjid di Madinah, yakni tiada lama setelah kepindahannya ke sana. Ali bin Abu Thalib menggubah sebuah bait sya'ir yang didendangkan berulang-ulang diikuti oleh Kaum Muslimin yang sedang bekerja itu, dan baitnya adalah sebagai beribut:
"Orang yang memakmurkan masjid nilainya tidak sama. Sibuk bekerja sambil duduk di sini berdiri di sana.
Sedang pemalas lari menghindar tertidur di sana..."
Kebetulan waktu itu Ammar sedang bekerja di salah satu sisi bangunan. la juga turut berdendang, mengulang-ulangnya dengan nada tinggi. Salah seorang kawan menyangka bahwa Ammar bermaksud dengan nyanyian itu hendak menonjolkan dirinya, hingga di antara mereka terjadi pertengkaran dan keluar kata-kata yang menunjukkan kemarahan.
Mendengar itu Rasulullah murka, sabdanya: "Apa maksud mereka terhadap Ammar? Diserunya mereka ke surga, tapi mereka hendak mengajaknya ke neraka. Sungguh, 'Ammar adalah biji mataku sendiri...!"
Baca juga: Amar bin Yasir: Penghuni Surga yang Sempat Menyangka Dirinya Murtad
Di tengah-tengah masyarakat Islam yang beriman ini Ammar bin Yasir mendapatkan kedudukan yang tinggi. Rasulullah SAW amat sayang kepadanya, dan beliau sering membanggakan keimanan dan ketakwaan Ammar kepada para sahabat.
Bersabda Rasulullah SAW: "Diri Ammar dipenuhi keimanan sampai ke tulang punggungnya!"
Dan sewaktu terjadi selisih paham antara Khalid bin Walid dengan Ammar, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang memusuhi Ammar, maka ia akan dimusuhi Allah, dan siapa yang membenci Ammar, maka ia akan dibenci Allah."
Maka tak ada pilihan bagi Khalid bin Walid pahlawan Islam itu selain segera mendatangi Ammar untuk mengakui kekhilafannya dan meminta ma'af.
Suatu peristiwa terjadi pula ketika Rasulullah SAW bersama para sahabat mendirikan masjid di Madinah, yakni tiada lama setelah kepindahannya ke sana. Ali bin Abu Thalib menggubah sebuah bait sya'ir yang didendangkan berulang-ulang diikuti oleh Kaum Muslimin yang sedang bekerja itu, dan baitnya adalah sebagai beribut:
"Orang yang memakmurkan masjid nilainya tidak sama. Sibuk bekerja sambil duduk di sini berdiri di sana.
Sedang pemalas lari menghindar tertidur di sana..."
Kebetulan waktu itu Ammar sedang bekerja di salah satu sisi bangunan. la juga turut berdendang, mengulang-ulangnya dengan nada tinggi. Salah seorang kawan menyangka bahwa Ammar bermaksud dengan nyanyian itu hendak menonjolkan dirinya, hingga di antara mereka terjadi pertengkaran dan keluar kata-kata yang menunjukkan kemarahan.
Mendengar itu Rasulullah murka, sabdanya: "Apa maksud mereka terhadap Ammar? Diserunya mereka ke surga, tapi mereka hendak mengajaknya ke neraka. Sungguh, 'Ammar adalah biji mataku sendiri...!"
Lihat Juga :