Inilah Cara Taubat dari Perbuatan Mencuri
Jum'at, 17 September 2021 - 07:31 WIB
Mencuri tergolong salah satu perbutan dosa besar yang pelakunya wajib bertaubat kepada Allah Taala. Foto ilustrasi/ist
Mencuri tergolong salah satu perbutan dosa besar yang pelakunya wajib bertaubat kepada Allah Ta'ala. Karena harta dari hasil mencuri adalah haram, karena mengambil hak orang lain.
Allah Ta’ala Ta'ala berfirman :
[وَلَا تَاۡكُلُوۡٓا اَمۡوَالَـكُمۡ بَيۡنَكُمۡ بِالۡبَاطِلِ وَتُدۡلُوۡا بِهَآ اِلَى الۡحُـکَّامِ لِتَاۡکُلُوۡا فَرِيۡقًا مِّنۡ اَمۡوَالِ النَّاسِ بِالۡاِثۡمِ وَاَنۡـتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ]
“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui.” (QS.al-Baqarah: 188).
Baca juga: Inilah Syarat-syarat Terbaik Bertaubat Menurut Syaikh Al Utsaimin
Sebuah riwayat dari Abu Humaid As-Sa’idi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Demi Allah, semua orang yang mengambil sesuatu tanpa menggunakan cara yang benar itu pada hari kiamat nanti akan menghadap Allah sambil memikul sesuatu yang dia ambil tersebut. Sungguh, aku akan mengenal salah seorang kalian yang menghadap Allah sambil memikul unta yang bersuara, sapi yang bersuara, atau kambing yang sedang mengembik.”
Nabi kemudian mengangkat tangannya sehingga putihnya ketiak beliau pun tampak, lalu beliau berkata, “Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan?” (HR. Bukhari, no. 6578. dan Muslim, no. 1832).
Lantas, bagaimana caranya bertaubat dari perbuatan mencuri ini? Tidak ada kata terlambat selama kita hidup. Termasuk soal taubat. Bahkan Imam Al-Ghazali pernah mengatakan bahwa “Mengapa Allah masih hidupkan kita sampai hari ini? Karena dosa kita banyak dan Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat.”
Menurut Ustadz Adi Hidayat, tidak ada dosa yang tidak diampuni, kalau orang tersebut mau bertaubat kepada Allah sebelum dia wafat, bahkan dosa yang termasuk dosa besarpun, tingkat paling tinggi. "Allah lebih menyukai pelaku maksiat yang ingin bertaubat daripada orang sholeh yang tak pernah merasa salah. Allah itu sangat senang apabila ada pelaku maksiat bertaubat, Allah lebih mencintai pelaku maksiat yang bertaubat daripada orang sholeh yang tidak pernah merasa salah," ungkap ustadz yang sering disapa UAH dalam salah satu ceramahnya yang ditayangkan YouTube, baru-baru ini.
Allah Ta’ala Ta'ala berfirman :
[وَلَا تَاۡكُلُوۡٓا اَمۡوَالَـكُمۡ بَيۡنَكُمۡ بِالۡبَاطِلِ وَتُدۡلُوۡا بِهَآ اِلَى الۡحُـکَّامِ لِتَاۡکُلُوۡا فَرِيۡقًا مِّنۡ اَمۡوَالِ النَّاسِ بِالۡاِثۡمِ وَاَنۡـتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ]
“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui.” (QS.al-Baqarah: 188).
Baca juga: Inilah Syarat-syarat Terbaik Bertaubat Menurut Syaikh Al Utsaimin
Sebuah riwayat dari Abu Humaid As-Sa’idi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Demi Allah, semua orang yang mengambil sesuatu tanpa menggunakan cara yang benar itu pada hari kiamat nanti akan menghadap Allah sambil memikul sesuatu yang dia ambil tersebut. Sungguh, aku akan mengenal salah seorang kalian yang menghadap Allah sambil memikul unta yang bersuara, sapi yang bersuara, atau kambing yang sedang mengembik.”
Nabi kemudian mengangkat tangannya sehingga putihnya ketiak beliau pun tampak, lalu beliau berkata, “Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan?” (HR. Bukhari, no. 6578. dan Muslim, no. 1832).
Lantas, bagaimana caranya bertaubat dari perbuatan mencuri ini? Tidak ada kata terlambat selama kita hidup. Termasuk soal taubat. Bahkan Imam Al-Ghazali pernah mengatakan bahwa “Mengapa Allah masih hidupkan kita sampai hari ini? Karena dosa kita banyak dan Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat.”
Menurut Ustadz Adi Hidayat, tidak ada dosa yang tidak diampuni, kalau orang tersebut mau bertaubat kepada Allah sebelum dia wafat, bahkan dosa yang termasuk dosa besarpun, tingkat paling tinggi. "Allah lebih menyukai pelaku maksiat yang ingin bertaubat daripada orang sholeh yang tak pernah merasa salah. Allah itu sangat senang apabila ada pelaku maksiat bertaubat, Allah lebih mencintai pelaku maksiat yang bertaubat daripada orang sholeh yang tidak pernah merasa salah," ungkap ustadz yang sering disapa UAH dalam salah satu ceramahnya yang ditayangkan YouTube, baru-baru ini.
Lihat Juga :