Asal Usul Munculnya Bacaan Dzikir dan Perintah Mengucapkannya

Minggu, 19 September 2021 - 21:17 WIB
Asal Usul Bacaan Dzikir

Mengenai asal mulanya bacaan dzikir dijelaskan dalam Kitab Tanbihul Ghafilin karya Imam Abu Layts as-Samarqandi (wafat pada Tahun 373 H atau 983 M). Sahabat Abdullah bin Abbas meriwayatkannya yang isinya kurang lebih sebagai berikut:

"Ketika Allah menciptakan 'Arsy, Dia perintahkan kepada sejumlah Malaikat untuk memikulnya. Kemudian, mereka merasakannya sebagai sebuah beban yang agak berat. Karena itu Allah berfirman kepada mereka: "Katakan SUBHANALLAH". Lalu, para Malaikat mengucapkan kalimat itu, hingga ringanlah beban pikulan mereka. Sejak saat itu mereka mengucapkan kalimat "SUBHANALLAH".

Kemudian Allah menciptakan Nabi Adam 'alaihissalam. Ketika Allah menciptakan manusia pertama di muka bumi itu, Adam tiba-tiba bersin. Allah mengilhamkan kepadanya agar mengucapkan: "ALHAMDULILLAH" dan Adam pun mengucapkannya.

Usai Nabi Adam mengucapkan kalimat tersebut, Allah kemudian mengajarkan kalimat "Yarhamukallah" (semoga Allah menyayangimu) sebagai jawabannya. Dan dengan rahmat serta kasih sayang sajalah maka aku menciptakanmu."

Para Malaikat kemudian berkata: "Ini adalah kalimat yang sangat agung, karena itu ia tidak layak untuk dilalaikan."

Mereka pun kemudian menggabungkan kalimat ini dengan kalimat sebelumnya, sehingga mereka membacanya menjadi "SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH". Dan, dengan dua kalimat ini terasa lebih ringan bagi mereka memikul ‘Arsy.

Kemudian dua kalimat ini mereka sebut-sebut dalam dzikir mereka sampai Allah mengutus Nabi Nuh 'alaihissalam. Umat Nabi Nuh adalah umat pertama yang menyembah berhala dan menjadikannya sebagai Tuhan. Kemudian, Allah mewahyukan kepada Nuh untuk menyampaikan kepada kaumnya kalimat: " LAA ILAAHA ILLALLAH" (Tiada Tuhan selain Allah).

Nabi Nuh pun dengan penuh taat menyampaikan kalimat tersebut kepada kaumnya. Mendengar kalimat ini para Malaikat merasa sangat berbahagia. Mereka kemudian menggabungkan kalimat terakhir ini dengan dua kalimat sebelumnya, sehingga mereka membaca sepanjang waktu kalimat-kalimat: "SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WA LAA ILAAHA ILLALLAH".

Sampailah kemudian Allah mengutus Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Ketika Allah mengutus Nabi Ibrahim dan memerintahkannya untuk berkurban dan menyembelih seekor domba sebagai ganti dari putranya Ismail, seketika itu dia berkata: "ALLAHU AKBAR" sebagai ungkapan rasa senang dan gembira.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!