Kisah Nabi Daniel Dilempar ke Kandang Singa
Senin, 20 September 2021 - 17:15 WIB
Sebuah makam yang konon merupakan tempat peristirahatan terakhir Nabi Daniel terletak di Benteng Kirkuk di kota Kirkuk, Irak.
Di sana ada sebuah masjid yang dibangun di atas kubur itu. Masjid itu mempunyai gapura dan tiang-tiang dan dua kubah pada dasar yang dihias. Di sampingnya terdapat tiga buah menara yang berasal dari akhir kekuasaan Mongol. Masjid itu sekitar 400 km persegi, dan di situ ada empat buah makam yang konon merupakan makam Daniel, Hana, ‘Uzair dan Mikail.
Sebuah makam lain di Susa, Iran, juga diklaim sebagai makam Nabi Daniel. Selain itu juga, masyarakat Mesir meyakini bahwa makam Nabi Daniel terletak di Iskandariyah, Mesir.
Menurut ahli sejarah Islam, kuburan Nabi Daniel ditemukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Kala itu ketika Iskandariyah berhasil dilumpuhkan oleh Amr bin Ash ra pada tahun 641 Masehi, Amr dan para tentara melihat ada tempat bersembunyi yang dikunci dengan gembok besi. Kemudian mereka membukanya, dan ternyata di dalamnya ada lubang kecil yang ditutup dengan marmer berwarna hijau yang ditutup dengan marmer berwarna hijau lainnya.
Ketika dibuka, ternyata di dalamnya ada jenazah seorang laki-laki dengan kain kafan yang ditenun dengan benang emas, dan memiliki badan yang sangat besar.
Kejadian itu dilaporkan kepada Khalifah Umar, dan Umar bin Khattab segera bertanya kepada Ali bin Abi Thalib ra. Ali pun kemudian menjawab bahwa jenazah tersebut adalah jenazah Nabi Daniel .
Umar bin al-Khattab ra segera memerintahkan Amr bin Ash untuk mengkafani kembali jenazah tadi dan meminta untuk dikuburkan di sebuah tempat yang tidak dapat dijangkau oleh orang-orang.
Amr bin Ash lalu membuatkan kuburannya lagi di kota Iskandariyah yang saat ini di atasnya dibangun sebuah masjid yang diberi nama, Masjid Nabi Daniyal.
Dalam versi cerita ulama, Danial mengabadikan gambarnya dan singa yang menemaninya itu pada permata cincin agar dia tidak lupa akan nikmat Allah atasnya (diriwayatkan oleh Ibnu Abu Dunya dengan sanad hasan).
Sampai kini, banyak negara mengaku memiliki makam Nabi Daniel. Sedikitnya ada enam lokasi yang mengaku memiliki makamnya. Tapi, hanya Allah yang tahu ke benarannya.
Baca juga: Allah Ta'ala Menyuruh Keluarga Nabi Daud Bekerja Sebagai Rasa Syukur
Versi kitab Yahudi dan Nasrani
Dalam kitab Yahudi dan Nasrani dikisahkan, fitnah yang menimpa Nabi Daniel terjadi di masa kekuasaan Parsi. Sang raja yang dekat dengan Daniel bernama Dairus. Karena mendapat tekanan dari pejabatnya, Dairus terpaksa memasukkan Daniel, penasihat kesayangannya, ke dalam lubang singa. Tapi, Darius justru terus gelisah dan terus menengok kondisi sang nabi.
Kisah Nabi Daniel terdapat dalam kitab suci Yahudi dan Nasrani yang ditulis dalam bahasa Ibrani dan Aramia dalam kitab Tanakh milik umat Yahudi, serta dalam perjanjian lama milik Nashrani.
AL-Qur'an tidak mengisahkan tentang Nabi Daniel. Hanya saja ada hadis yang membenarkan kisah tersebut.
Mengenai kisah para sahabat nabi yang menemukan kabar Nabi Daniell tersebut dikabarkan oleh Ibnu Katsir . Rujuklah kitab Story of the Prophet karya Ibnu Katsir untuk mengetahui detailnya. Wallahua’lam bish shawab.
Di sana ada sebuah masjid yang dibangun di atas kubur itu. Masjid itu mempunyai gapura dan tiang-tiang dan dua kubah pada dasar yang dihias. Di sampingnya terdapat tiga buah menara yang berasal dari akhir kekuasaan Mongol. Masjid itu sekitar 400 km persegi, dan di situ ada empat buah makam yang konon merupakan makam Daniel, Hana, ‘Uzair dan Mikail.
Sebuah makam lain di Susa, Iran, juga diklaim sebagai makam Nabi Daniel. Selain itu juga, masyarakat Mesir meyakini bahwa makam Nabi Daniel terletak di Iskandariyah, Mesir.
Menurut ahli sejarah Islam, kuburan Nabi Daniel ditemukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Kala itu ketika Iskandariyah berhasil dilumpuhkan oleh Amr bin Ash ra pada tahun 641 Masehi, Amr dan para tentara melihat ada tempat bersembunyi yang dikunci dengan gembok besi. Kemudian mereka membukanya, dan ternyata di dalamnya ada lubang kecil yang ditutup dengan marmer berwarna hijau yang ditutup dengan marmer berwarna hijau lainnya.
Ketika dibuka, ternyata di dalamnya ada jenazah seorang laki-laki dengan kain kafan yang ditenun dengan benang emas, dan memiliki badan yang sangat besar.
Kejadian itu dilaporkan kepada Khalifah Umar, dan Umar bin Khattab segera bertanya kepada Ali bin Abi Thalib ra. Ali pun kemudian menjawab bahwa jenazah tersebut adalah jenazah Nabi Daniel .
Umar bin al-Khattab ra segera memerintahkan Amr bin Ash untuk mengkafani kembali jenazah tadi dan meminta untuk dikuburkan di sebuah tempat yang tidak dapat dijangkau oleh orang-orang.
Amr bin Ash lalu membuatkan kuburannya lagi di kota Iskandariyah yang saat ini di atasnya dibangun sebuah masjid yang diberi nama, Masjid Nabi Daniyal.
Dalam versi cerita ulama, Danial mengabadikan gambarnya dan singa yang menemaninya itu pada permata cincin agar dia tidak lupa akan nikmat Allah atasnya (diriwayatkan oleh Ibnu Abu Dunya dengan sanad hasan).
Sampai kini, banyak negara mengaku memiliki makam Nabi Daniel. Sedikitnya ada enam lokasi yang mengaku memiliki makamnya. Tapi, hanya Allah yang tahu ke benarannya.
Baca juga: Allah Ta'ala Menyuruh Keluarga Nabi Daud Bekerja Sebagai Rasa Syukur
Versi kitab Yahudi dan Nasrani
Dalam kitab Yahudi dan Nasrani dikisahkan, fitnah yang menimpa Nabi Daniel terjadi di masa kekuasaan Parsi. Sang raja yang dekat dengan Daniel bernama Dairus. Karena mendapat tekanan dari pejabatnya, Dairus terpaksa memasukkan Daniel, penasihat kesayangannya, ke dalam lubang singa. Tapi, Darius justru terus gelisah dan terus menengok kondisi sang nabi.
Kisah Nabi Daniel terdapat dalam kitab suci Yahudi dan Nasrani yang ditulis dalam bahasa Ibrani dan Aramia dalam kitab Tanakh milik umat Yahudi, serta dalam perjanjian lama milik Nashrani.
AL-Qur'an tidak mengisahkan tentang Nabi Daniel. Hanya saja ada hadis yang membenarkan kisah tersebut.
Mengenai kisah para sahabat nabi yang menemukan kabar Nabi Daniell tersebut dikabarkan oleh Ibnu Katsir . Rujuklah kitab Story of the Prophet karya Ibnu Katsir untuk mengetahui detailnya. Wallahua’lam bish shawab.
(mhy)
Lihat Juga :